SITUBONDO (SBINews.id) – Harapan warga Dusun Sidomulyo, Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih untuk memiliki jembatan penghubung yang layak kini menemui titik terang. Anggota DPRD Kabupaten Situbondo dari Fraksi PKB, Maria Ulfa, turun langsung meninjau lokasi yang diusulkan warga di perbatasan Pedukuan Karanganyar dan Karang Tekok, Rabu (15/4/26).
Kehadiran legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) 4 yang meliputi Asembagus dan Banyuputih ini disambut antusias oleh masyarakat setempat. Pasalnya, jembatan tersebut merupakan impian lama yang dinilai menjadi kunci penggerak ekonomi dan akses pendidikan bagi warga sekitar.
Akses Terputus Saat Banjir
Selama ini, warga harus bertaruh nyawa atau memutar jauh saat musim penghujan tiba. Jika sungai meluap, akses utama terputus, dan masyarakat terpaksa memutar melalui jalan pantura dengan jarak tempuh tambahan mencapai 3 km.
“Kami sangat membutuhkan jembatan ini. Selama ini sudah sering diusulkan, tapi baru kali ini ada anggota dewan yang benar-benar turun ke lokasi melihat kondisi kami,” ujar Sulaiman, salah satu warga setempat.
Ia menambahkan bahwa jembatan ini krusial bagi ibu-ibu, anak sekolah, hingga peternak sapi yang setiap hari melintasi jalur tersebut. “Kasihan kalau banjir, kami harus putar balik,” keluhnya di hadapan Maria Ulfa.
Komitmen Fraksi PKB
Merespons keluhan tersebut, Maria Ulfa menegaskan komitmennya untuk mengawal usulan pembangunan ini hingga terealisasi. Rasa empati kian menguat setelah ia menyaksikan langsung perjuangan seorang ibu yang menyeberangi sungai sambil menggendong bayi.
“Ini dapil saya, dan saya melihat sendiri bagaimana perjuangan warga. Fraksi PKB akan berusaha semaksimal mungkin mengawal dan memperjuangkan pembangunan jembatan ini di tingkat kabupaten. Ini soal keselamatan dan ekonomi rakyat,” tegas Maria.

Potensi Agrowisata di Dusun Karang Rejo
Selain di Desa Sumberwaru, Maria Ulfa juga melakukan pengecekan di Dusun Karang Rejo, Desa Sumberejo. Di lokasi tersebut, ia menyoroti pentingnya akses infrastruktur untuk mendukung sektor pertanian unggulan.
Menurutnya, wilayah tersebut memiliki potensi besar dengan adanya ribuan pohon alpukat jenis Miki. Jika infrastruktur jembatan dan jalan diperbaiki, kawasan ini tidak hanya mempermudah distribusi hasil tani, tetapi juga berpeluang dikembangkan menjadi destinasi wisata petik buah.
“Potensinya luar biasa. Kalau aksesnya bagus, kita bisa dorong menjadi wisata petik alpukat mandiri. Ini akan menjadi nilai tambah bagi kesejahteraan petani di sini,” pungkasnya.
Pewarta: Sumakki – Editor: Redaksi












