Berita  

Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30: Bupati Rio Tekankan Sinergi Daerah demi Kejayaan Nasional

SITUBONDO (SBINews.id) – Suasana khidmat menyelimuti halaman belakang Kantor Pemkab Situbondo pada Senin pagi (27/4/26). Dalam upacara peringatan Hari Otonomi Daerah (Otoda) ke-XXX, Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, menyampaikan pesan mendalam mengenai urgensi penyelarasan langkah antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat demi mewujudkan visi besar Indonesia.

Refleksi Desentralisasi di Tengah Arus Sentralistik

Dalam orasinya, Bupati yang akrab disapa Mas Rio ini merefleksikan perjalanan panjang otonomi daerah yang berpijak pada semangat desentralisasi. Meski secara teoritis ia mengakui adanya tren pengurangan peran daerah sejak tahun 2010, Mas Rio menegaskan bahwa hal tersebut bukanlah penghalang bagi kemandirian daerah.

Beliau bahkan memberikan komparasi menarik dengan menyebut beberapa negara yang memiliki karakter pemerintahan sentralistik kuat namun berhasil mencapai era kejayaan.

“Kita bisa melihat contoh negara seperti Cina, Iran, dan Rusia. Meskipun karakternya sangat sentralistik, mereka menemui era kejayaan yang luar biasa. Bagi kita di daerah, berkurangnya sebagian kewenangan tidak boleh membuat kita menjadi tidak mandiri,” tegas Mas Rio.

Menyongsong Asta Cita Prabowo Subianto

Bupati Situbondo menyatakan keyakinannya bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia tengah dipoles menuju era kejayaan baru. Ia menyerukan kepada seluruh jajaran birokrasi untuk mengawal penuh program Asta Cita yang menjadi visi-misi Presiden dan Wakil Presiden.

Beberapa poin penguatan yang telah dilakukan di Situbondo antara lain:

  • Ketahanan Pangan: Implementasi program yang sudah berjalan di tingkat lokal.
  • Infrastruktur: Mendukung percepatan perbaikan infrastruktur yang dicanangkan pusat.
  • Kepentingan Negara: Mendahulukan kebijakan strategis nasional di atas kepentingan sektoral kabupaten.

Aset Daerah untuk Kepentingan Negara

Salah satu poin krusial dalam sambutan tersebut adalah kerelaan daerah untuk memberikan kontribusi nyata bagi kedaulatan negara. Mas Rio mencontohkan dukungan Situbondo terhadap pembangunan infrastruktur strategis seperti Bandara Kasa dan fasilitas militer.

Baca Juga:
Aksi Nyata LSM Garda Sakera di Tengah Banjir Situbondo: Wujud LSM Naik Kelas dan Sinergi Kemanusiaan

“Ketika berbicara kepentingan negara, kita berikan aset kita. Kita dahulukan kepentingan negara dibanding kepentingan kabupaten. Inilah karakter yang dibutuhkan saat ini,” imbuhnya.

Menutup arahannya, Bupati Situbondo mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah untuk menjadikan momentum Hari Otoda ke-30 ini sebagai ruang refleksi. Ia berharap dalam lima tahun ke depan, implementasi rasa cinta tanah air melalui program nyata dapat membawa Situbondo bersinergi sempurna dalam mewujudkan kejayaan Indonesia.

Penulis: HamzahEditor: Redaksi
error: