Berita  

Di Balik Kemegahan, Praktik Intervensi dan Intimidasi Terungkap di Dapur SPPG Situbondo!!

SITUBONDO (SBINews.id) – Tabir gelap di balik menterengnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Situbondo akhirnya tersingkap. Bukan tentang menu bergizi atau distribusi yang lancar, melainkan sebuah realita pahit tentang intimidasi, intervensi, hingga penghinaan yang dialami oleh para garda terdepan program ini: Kepala Dapur SPPG.

Dalam Rapat Koordinasi Progres Pelaksanaan Program MBG yang digelar pada Minggu malam (22/2/26), suasana ruang rapat mendadak berubah mencekam. Di hadapan Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo (Mas Rio), para Kepala Dapur yang selama ini bungkam akhirnya “tumpah ruah” menyuarakan penderitaan mereka.

Alih-alih bekerja dengan tenang sesuai petunjuk teknis (juknis), para pengelola dapur ini justru mengaku menjadi sasaran empuk pihak-pihak tidak bertanggung jawab. Beberapa poin mengejutkan yang terungkap dalam rapat tersebut meliputi:

  • Intervensi Brutal: Adanya upaya sistematis dari oknum mitra dapur untuk mencampuri urusan operasional yang bukan wewenang mereka.
  • Teror Mental: Perlakuan intimidatif hingga penghinaan verbal yang menyerang pribadi tim pengelola dapur bahkan keluarganya.
  • Permainan Bahan Baku: Dinamika pemenuhan bahan baku yang karut-marut serta sulitnya menekan Harga Eceran Tertinggi (HET) akibat tekanan pihak tertentu.

Mendengar kesaksian pilu tersebut, Mas Rio yang juga menjabat sebagai Ketua Pengarah Satgas Percepatan MBG, tak mampu menyembunyikan keprihatinannya. Ia melihat kondisi mental para Kepala Dapur sudah berada di titik nadir akibat tekanan yang bertubi-tubi. “Saya pasang badan!” sergahnya.

Dalam wawancara eksklusif usai rapat, Mas Rio menegaskan bahwa otoritas para Kepala Dapur telah dilangkahi secara sewenang-wenang.

“Yang paling penting adalah mendengarkan keluh kesah teman-teman. Mereka dididik untuk meluruskan juklak-juknis di lapangan, tapi rupanya banyak sekali otoritas mereka yang dilangkahi. Mereka dapat pressure secara mental dari mitra sehingga kewalahan. Kasihan sekali mereka,” ujar Mas Rio dengan nada bicara yang pilu namun tegas.

Baca Juga:
Menjemput Kejayaan yang Terkubur: Nasim Khan Dorong Revitalisasi Pelabuhan Panarukan

Mas Rio juga mengonfirmasi bahwa kekacauan ini bukan datang dari pihak luar, melainkan dari dalam lingkaran kemitraan itu sendiri. Ia menyebut adanya “perangkap buatan sendiri” yang sengaja diciptakan untuk mengambil keuntungan atau mengganggu jalannya program.

“Mereka bukan eksternal, tapi dari mitranya itu! Ini seperti perangkap buatan sendiri. Panggil besok! Kita rapat, panggil mereka semua untuk meluruskan temuan-temuan ini,” pungkasnya memberikan ultimatum.

Penulis: HamzahEditor: Hamzah
error: