Berita  

Harga Minyak Goreng Menanjak, Nasim Khan Desak Pemerintah Gelar Operasi Pasar

JAKARTA (SBINews.id) – Tren kenaikan harga minyak goreng di sejumlah wilayah Indonesia mulai memicu kekhawatiran. Menanggapi situasi ini, Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Nasim Khan, mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah intervensi guna menstabilkan harga di tingkat konsumen.

Nasim menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh lamban dalam merespons gejolak harga komoditas pangan pokok ini. Menurutnya, kepastian harga sangat krusial untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama bagi kelompok berpenghasilan rendah yang paling terdampak.

“Kami mendapat laporan adanya kenaikan harga minyak goreng di pasaran. Kenaikan ini harus segera direspons cepat oleh pemerintah. Pemerintah harus mampu mengendalikan harga,” ujar Nasim Khan di Jakarta, Kamis (23/4/26).

Potret Kenaikan Harga di Lapangan

Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa fluktuasi harga mulai terlihat signifikan pada pekan ketiga April 2026. Secara nasional, harga rata-rata minyak goreng dari berbagai kategori—mulai dari curah, kemasan premium, hingga Minyakita—merangkak naik dari Rp19.358 menjadi Rp19.592 per liter.

Senada dengan BPS, data Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan per 22 April 2026 mencatat:

  • Minyak Kemasan Premium: Mencapai Rp21.827 per liter (naik 0,14%).
  • Minyak Goreng Curah: Menyentuh angka Rp19.501 per liter (naik 0,14%).

Ancaman Efek Domino bagi UMKM

Nasim mengingatkan bahwa persoalan minyak goreng bukan sekadar urusan dapur rumah tangga, melainkan ancaman bagi keberlangsungan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya di sektor kuliner. Kenaikan biaya produksi akibat mahalnya bahan baku dapat memaksa pelaku usaha mengambil pilihan sulit: menaikkan harga jual atau menurunkan kualitas produk.

“Kondisi ini bisa memicu efek berantai, mulai dari penurunan omzet UMKM, berkurangnya daya beli masyarakat, hingga meningkatnya potensi inflasi bahan pangan,” tambah legislator asal Jawa Timur tersebut.

Baca Juga:
Perkuat Jati Diri Bangsa, Dina Lorenza Audria Sosialisasikan 4 Pilar MPR RI di Situbondo

Solusi Jangka Pendek: Operasi Pasar

Sebagai solusi mendesak, Nasim mendorong pemerintah untuk segera melakukan operasi pasar secara masif di berbagai daerah. Langkah ini dinilai paling efektif untuk memutus rantai kenaikan harga di tingkat pedagang eceran.

“Operasi pasar bisa menjadi solusi jangka pendek untuk menstabilkan harga. Pemerintah harus memastikan distribusi lancar dan harga tetap terjangkau agar masyarakat tidak semakin terbebani,” pungkasnya.

error: