SITUBONDO (SBINews.id) – Suasana di Kota Cinema Mall (KCM) Kompleks Pertokoan Roxy, Mimbaan, mendadak riuh. Puluhan orang yang merupakan rombongan dari PT Kanaka Factory tampak memadati area bioskop dalam sebuah aksi yang disebut sang pemilik sebagai “serangan” kebersamaan di bulan suci Ramadhan.
Rombongan ini dipimpin langsung oleh Owner PT Kanaka Factory, Tegar Aditya, yang didampingi sang istri, Ila Milandari. Tak tanggung-tanggung, deretan tokoh populer turut serta dalam aksi nonton bareng (nobar) ini, mulai dari influencer viral Madam O, pegiat sosial Tekos Sosial, hingga sejumlah fungsionaris Nasim Khan Indonesia (NKI) Situbondo.
Ada cerita unik di balik terpilihnya hari ini sebagai waktu nobar. Tegar Aditya mengungkapkan bahwa rencana awal mereka sebenarnya hanya ingin memesan 10 tiket untuk film tertentu. Namun, pihak manajemen KCM sempat menginformasikan bahwa film yang diminati sudah habis masa tayangnya.
“Saya bilang, kalau tidak ada film itu, saya tidak jadi nonton. Lalu kata manajemen, bisa tetap tayang kalau booking satu studio penuh. Akhirnya saya setujui, kita ambil semua kursi. Malah jadi seru kan?” ujar Tegar sembari tertawa saat diwawancarai di lokasi.
Menurut Tegar, agenda ini merupakan bentuk ramah-tamah dadakan yang dianggapnya sebagai barokah Ramadhan. Ia sengaja mengundang tim, mitra kerja, hingga teman-teman dekat untuk mempererat kekompakan. “Harapannya teman-teman semakin solid. Melihat antusiasme hari ini, sepertinya bisa jadi agenda rutin tahunan sekaligus bentuk dukungan kami untuk meramaikan KCM,” tambahnya.

Manajer Profesional KCM Situbondo, Om Oni, mengapresiasi langkah cepat yang diambil pihak Kanaka Factory. Ia mengakui bahwa koordinasi acara ini tergolong sangat singkat.
“Konsepnya memang dadakan. Pihak Kanaka menghubungi kami untuk booking studio dan dalam kurun waktu sekitar 30 menit koordinasi, langsung kami sanggupi. Akhirnya acara ini bisa terlaksana dengan baik,” jelas Om Oni.
Terkait film yang sebenarnya sudah turun layar, Om Oni menjelaskan bahwa permintaan khusus tersebut tetap bisa dipenuhi selama file film dan izin tayangnya masih tersedia di sistem mereka. Hal ini menjadi sinyal positif bagi masyarakat Situbondo bahwa layanan prima dan fleksibilitas bisa didapatkan di KCM jika ada permintaan kolektif yang kuat.
“Pesan saya untuk masyarakat Situbondo, mari kita budayakan nonton film, dan tentu saja nontonnya di KCM saja,” pungkasnya.












