Berita  

Mas Rio Blak-blakan di Depan KPK: Jangan Sampai Situbondo Hat-trick Korupsi!!

SITUBONDO (SBINews.id) – Dengan nada bicara yang renyah namun sarat ketegasan, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, atau yang akrab disapa Mas Rio, memberikan sambutan yang tidak biasa dalam acara Sosialisasi Pencegahan Korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Aula Pemkab Situbondo. Di hadapan perwakilan KPK dan para pemangku kepentingan, Mas Rio melontarkan komitmennya untuk memutus rantai hitam korupsi yang selama ini membayangi Bumi Shalawat Nariyah.

Menolak ‘Pindah Rumah’ ke Guntur

Mas Rio mengawali sambutannya dengan peringatan keras kepada diri sendiri dan jajarannya. Ia merujuk pada sejarah kelam Situbondo yang sudah kehilangan dua kepala daerahnya akibat kasus hukum. Secara berseloroh namun tajam, ia menyentil analogi sepak bola.

“Dua kepala daerah kita sudah (tersandung kasus). Tadi saya bilang ke Pak Gali (KPK), jangan sampai kayak Messi, nanti malah hat-trick. Saya tidak mau,” tegas Mas Rio.

Ia mengaku tidak tertarik untuk ‘pindah rumah‘ ke sel tahanan KPK. “Saya tidak ingin rumah saya pindah ke Guntur atau Sukamiskin. Saya masih enak tinggal di pendopo atau di Bogor. Makanya, saya pilih menghindar. Kalau soal korupsi, tidak ada kata hati-hati, yang benar adalah hindari!”

Sentilan untuk LSM dan ‘Penumpang Gelap’

Dalam forum tersebut, Mas Rio secara khusus menyapa para ketua LSM yang hadir. Ia menyebut LSM memiliki peran krusial karena merupakan pihak yang paling rajin mengirimkan Aduan Masyarakat (Dumas) ke aparat penegak hukum. Namun, ia juga melontarkan tantangan balik agar komitmen pencegahan korupsi ini dilakukan secara jujur dan tidak dijadikan alat politik untuk menjatuhkan.

Bupati yang dikenal eksentrik ini juga menyinggung soal adanya ‘penumpang gelap‘ yang mencatut namanya untuk meminta proyek. Ia mengonfirmasi langsung kepada para Kepala Dinas yang hadir apakah pernah ia memberikan instruksi khusus untuk memenangkan proyek tertentu.

Baca Juga:
Krisis Stok Pertamax di Bondowoso: Pertamina Lakukan Pengendalian Ketat dan Siapkan Suplai Alternatif

“Ada kabar orang mengaku atas nama Mas Rio minta fee proyek. Saya tanya Kepala Dinas di sini, pernah tidak saya panggil khusus untuk mengarahkan proyek? Kalau kita komitmen, ayo jangan setengah-setengah. Malu Situbondo ini kalau sampai kena lagi,” cetusnya.

Dok.Foto: Pemberian cindera mata oleh Mas Rio kepada Galih Pramana Natanegara dari Direktorat Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK RI.

Dilema Ekonomi Lokal vs Aturan Ketat

Salah satu poin paling mendalam dalam sambutannya adalah kegelisahan Mas Rio mengenai perputaran uang pembangunan. Ia mengungkapkan bahwa sekitar Rp.800 miliar anggaran belanja barang dan jasa berisiko lari ke luar daerah jika sistem tender dibebaskan tanpa proteksi terhadap pengusaha lokal.

“Kalau semua dimenangkan orang Surabaya atau Jakarta karena mereka lebih kuat secara modal, maka uang Rp.160 miliar lebih per tahun lari dari Situbondo. Bagaimana kita mau mengentaskan kemiskinan kalau uangnya lari ke luar?” ujarnya.

Ia mengajukan ‘pertanyaan nakal’ kepada KPK: bagaimana menjaga integritas agar tidak korupsi, namun tetap bisa berpihak pada ekonomi lokal tanpa menabrak aturan. Mas Rio berharap KPK bisa memberikan pencerahan agar kebijakan yang diambil tetap fair namun berdampak pada kesejahteraan masyarakat Situbondo.

Bukan Sok Suci, Tapi Komitmen!!

Menutup sambutannya, Mas Rio mengakui secara jujur bahwa biaya politik yang ia keluarkan sangat besar dan ia pun bukan sosok yang tidak butuh uang. Namun, ia memilih untuk tetap pada garis aturan demi menjaga marwah Situbondo.

“Saya bukan sok suci, siapa yang tidak mau uang? Apalagi modal saya habis banyak kemarin. Tapi aturannya sudah begitu. Saya ingin menyelamatkan diri saya dan menyelamatkan Situbondo,” pungkasnya.

Acara yang berlangsung di aula penuh sesak itu diharapkan menjadi langkah awal deteksi dini. Mas Rio pun berencana membawa sosialisasi serupa ke ranah yang lebih luas, termasuk ke sekolah-sekolah dan gedung DPRD, guna menciptakan kesadaran kolektif melawan korupsi.

Baca Juga:
Gandeng Kementerian UMKM, Dina Lorenza Salurkan Ribuan Paket Sembako di Situbondo
Penulis: HamzahEditor: Redaksi
error: