Berita  

Pertamina Pastikan Stok LPG 3 Kg di Situbondo Aman, 14 Ribu Tabung Tambahan Digelontorkan untuk Redam Panic Buying

SITUBONDO (SBINews.id) – Menanggapi keresahan warga terkait kabar kelangkaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) ukuran 3 kilogram di wilayah Kabupaten Situbondo, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Iwan Yudha Wibowo, memberikan klarifikasi tegas. Pihaknya membantah adanya kelangkaan dan menyebut kondisi di lapangan dipicu oleh lonjakan konsumsi serta fenomena panic buying.

Dalam laporan resminya kepada Anggota Komisi VI DPR-RI, HM. Nasim Khan, pada Kamis (26/2/26), Iwan menjelaskan bahwa peningkatan konsumsi terjadi secara signifikan di sektor usaha mikro dan rumah tangga. Sebagai langkah cepat merespons aduan masyarakat dan koordinasi dengan Bupati Situbondo, Pertamina telah menyusun strategi extra dropping atau penyaluran tambahan.

Untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi, Pertamina mengalokasikan tambahan pasokan sebanyak 14.000 tabung, atau setara dengan 61% dari penyaluran reguler harian (22.960 tabung). Jadwal penyaluran tambahan tersebut dirinci sebagai berikut:

  • Kamis, 26 Februari: 2.800 tabung.
  • Jumat, 27 Februari: 2.800 tabung.
  • Minggu, 1 Maret: 8.400 tabung (Operasional Khusus Hari Minggu).

Berdasarkan hasil monitoring di sembilan pangkalan sampling di Situbondo, tim Pertamina menemukan stok LPG 3 kg masih tersedia dalam jumlah cukup, yakni berkisar antara 30 hingga 100 tabung per pangkalan. Selain itu, stok Bright Gas 5,5 kg juga dipastikan tersedia sebagai alternatif bagi masyarakat nonsubsidi.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak panik. Belilah di pangkalan resmi untuk memastikan harga sesuai HET dan ketersediaan stok bisa dicek secara transparan melalui laman resmi MyPertamina,” ujar Iwan dalam laporannya.

Menanggapi laporan tersebut, HM. Nasim Khan, legislator dari Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB), menilai bahwa situasi ini merupakan pola tahunan akibat persiapan menghadapi Hari Raya Idul Fitri.

“Infonya semua pangkalan masih penuh, bahkan belum habis terjual. Ini semua karena panic buying. Sudah biasa, kebutuhan lebaran, masyarakat cenderung menumpuk stok di awal,” kata Nasim.

Baca Juga:
Lebih Dari 30 Kades Tidak Menghadiri Halal Bihalal Pemkab Situbondo Dalam Rangka Tekankan Visi Bersama Bangun Desa

Politisi asal Dapil III Jatim ini juga menegaskan bahwa dirinya akan terus melakukan fungsi pengawasan secara ketat terhadap mitra BUMN di daerah pemilihannya. Ia mengapresiasi masukan dari pemerintah daerah maupun masyarakat sebagai bahan evaluasi agar distribusi subsidi tepat sasaran.

Pertamina bersama Pemerintah Kabupaten Situbondo melalui Bagian Perekonomian kini terus melakukan koordinasi intensif untuk memantau penggunaan LPG 3 kg agar benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang berhak, sekaligus mencegah praktik penimbunan yang dapat merugikan publik.

Penulis: Hamzah - TimEditor: Hamzah
error: