Polri  

Polres Situbondo Perkuat Kemitraan Lewat POJOK BERKAH KAMTIBMAS, Rangkul LSM dan Media Bangun Komunikasi Humanis

Dok.Foto: Rekan-rekan LSM dan Media ngopi pagi bersama para Pejabat Tinggi Polres Situbondo dalam agenda POJOK BERKAH KAMTIBMAS SATBINMAS POLRES SITUBONDO

SITUBONDO (SBINews.id) | Polres Situbondo terus memperkuat pendekatan humanis dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Melalui Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbinmas), kepolisian menggelar kegiatan Ngopi Pagi bersama insan pers dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) dalam program bertajuk “Pojok Berkah Kamtibmas Binmas Polres Situbondo“, Kamis pagi.

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana santai tersebut menjadi ruang dialog terbuka antara kepolisian, media, dan elemen masyarakat untuk membangun komunikasi yang lebih erat sekaligus membahas berbagai persoalan sosial maupun keamanan yang berkembang di Kabupaten Situbondo.

Wakapolres Situbondo, Kompol Toni Irawan, S.H., M.H., mengatakan program tersebut merupakan inovasi yang diinisiasi oleh Kasat Binmas Polres Situbondo IPTU Rachman Fadli Kurniawan, S.H., M.M., sebagai wadah membangun komunikasi yang lebih dekat antara kepolisian dan masyarakat.

Menurutnya, pendekatan informal melalui diskusi sambil menikmati secangkir kopi justru mampu menciptakan suasana yang lebih terbuka sehingga berbagai persoalan dapat disampaikan tanpa sekat.

“Alhamdulillah, ini merupakan inisiasi dari Kasat Binmas. Tujuannya adalah membuka jalur komunikasi antara masyarakat dengan internal Polres Situbondo. Saat ada waktu, kita bisa duduk bersama, ngobrol santai sambil ngopi, kemudian membahas berbagai persoalan yang membutuhkan solusi,” ujar Kompol Toni.

Ia menegaskan, forum tersebut bukan dimaksudkan untuk menyelesaikan seluruh persoalan secara instan. Namun, setidaknya menjadi langkah awal dalam membangun komunikasi sehingga setiap aspirasi masyarakat dapat tersampaikan kepada pihak yang berwenang.

“Dengan duduk bersama dan berkomunikasi, masyarakat bisa menyampaikan apa yang mereka inginkan. Kemudian aparat kepolisian, khususnya fungsi Binmas, dapat memberikan masukan maupun solusi sesuai kewenangan yang dimiliki,” katanya.

Kompol Toni menjelaskan bahwa konsep Pojok Berkah Kamtibmas mengedepankan pola problem solving secara santai namun tetap substansial. Melalui komunikasi yang intensif, berbagai persoalan sosial diharapkan dapat dimitigasi sejak dini sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

Baca Juga:
Dedikasi Tanpa Cacat, Kapolsek Panji Raih Kenaikan Pangkat Pengabdian Kompol

Ia berharap pola komunikasi seperti itu mampu mendukung terwujudnya visi pembangunan daerah yang mengusung semangat “Situbondo Naik Kelas”.

“Harapannya Situbondo semakin maju. Sejalan dengan jargon Bupati Mas Rio, Situbondo Naik Kelas, tentu membutuhkan komunikasi, silaturahmi, dan penyelesaian masalah secara bersama-sama. Pojok Berkah Kamtibmas menjadi salah satu wadah untuk mewujudkan hal tersebut,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Wakapolres menilai konsep serupa dapat diterapkan hingga tingkat desa. Melalui kolaborasi kepala desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga, setiap persoalan dapat dibahas secara bersama sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih kompleks.

“Kalau ada persoalan di desa, jangan langsung dibesarkan. Duduk bersama dulu. Apa yang diinginkan masyarakat, bagaimana saran dari polisi, bagaimana pandangan TNI, kebijakan kepala desa, serta masukan tokoh masyarakat. Dengan begitu masalah besar bisa dimitigasi menjadi lebih sederhana dan membawa keberkahan bagi semua,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Kompol Toni juga menegaskan pentingnya keberadaan LSM dan media sebagai bagian dari kontrol sosial dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurutnya, organisasi non-pemerintah atau LSM merupakan elemen yang keberadaannya telah diatur oleh peraturan perundang-undangan sehingga memiliki peran penting dalam menyampaikan aspirasi masyarakat.

“NGO atau LSM adalah organisasi yang legal dan diatur secara nasional. Dalam setiap sistem pasti ada mekanisme kontrol. Begitu juga dalam pemerintahan maupun kehidupan bermasyarakat. Semua potensi, termasuk LSM, harus dikomunikasikan karena mereka memiliki pandangan dan pendapat demi Indonesia yang lebih baik,” ujarnya.

Ia menambahkan, Polri memandang seluruh elemen masyarakat memiliki hak yang sama untuk menyampaikan opini dan masukan.

“Dalam kehidupan bernegara setiap warga memiliki pendapat. Semua pendapat itu harus didengarkan. Ketika menyangkut keamanan, ketertiban, sosial maupun budaya masyarakat, Polri hadir sebagai bagian dari problem solving,” katanya.

Baca Juga:
Libur Lebaran 2026: Pasir Putih Situbondo Dijaga Ketat Personel Gabungan

Dengan mengedepankan tagline “Yang besar dibuat kecil, yang kecil jangan dibesar-besarkan“, Kompol Toni menjelaskan bahwa keterbukaan terhadap berbagai masukan merupakan bagian dari implementasi semangat demokrasi sekaligus pengamalan nilai-nilai Pancasila.

“Apapun yang disampaikan masyarakat akan kami dengarkan. Harapannya melalui komunikasi akan lahir solusi, kesepahaman, dan penyelesaian masalah secara bersama-sama melalui musyawarah mufakat sebagaimana nilai sila keempat Pancasila. Itu menjadi dasar dalam kehidupan berbangsa dan tidak boleh kita tinggalkan,” tegasnya.

Sementara itu, Kasat Binmas Polres Situbondo IPTU Rachman Fadli Kurniawan, S.H., M.M. menjelaskan bahwa Pojok Berkah Kamtibmas merupakan program inovasi pembinaan masyarakat yang dikembangkan fungsi Binmas Polri.

Program tersebut dirancang sebagai sarana pelayanan, edukasi, komunikasi, sekaligus kegiatan sosial untuk mempererat kemitraan antara Polri dengan masyarakat dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

Ia menyebutkan, program tersebut memiliki sejumlah tujuan strategis, di antaranya meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada Polri melalui pelayanan yang humanis, menjadi wadah penyampaian informasi dan edukasi mengenai kamtibmas, hukum, bahaya narkoba, kenakalan remaja, hingga berbagai isu sosial lainnya.

Selain itu, program tersebut juga bertujuan memperkuat kemitraan antara Polri, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, media, LSM, dan seluruh lapisan masyarakat.

Tidak hanya itu, Pojok Berkah Kamtibmas juga diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian sosial melalui kegiatan berbagi, bantuan sosial, pelayanan masyarakat, sekaligus menjadi ruang untuk menyerap aspirasi, keluhan, maupun masukan warga terkait situasi keamanan di lingkungan masing-masing.

“Melalui program ini kami ingin mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan secara bersama-sama,” terang IPTU Rachman.

Ia menambahkan, manfaat yang diharapkan dari program tersebut antara lain terjalinnya komunikasi yang lebih baik antara Polri dan masyarakat, meningkatnya kesadaran hukum, tumbuhnya kepedulian terhadap keamanan lingkungan, serta terciptanya penyelesaian persoalan secara dini melalui pendekatan problem solving.

Baca Juga:
MATA dan TELINGA di Lorong Kota: Polres Situbondo Gandeng Ojol Jaga Kondusivitas Kamtibmas

Dengan mengedepankan pendekatan preventif, edukatif, dan humanis, Polres Situbondo berharap Pojok Berkah Kamtibmas menjadi ruang kolaborasi yang mampu memperkuat sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat, sehingga kehadiran Polri semakin dirasakan sebagai pelindung, pengayom, sekaligus pelayan masyarakat dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif di Kabupaten Situbondo.

Agenda nonformal ini diharapkan menjadi sebuah keniscayaan bahwa pendekatan komunikatif dan preventif adalah salah satu bentuk terbaik dalam mengatasi segala permasalahan dan persoalan di masyarakat melalui sinergitas Polri, LSM dan Media sebagai bagian dari 4 Pilar Demokrasi.

Penulis: HamzahEditor: Redaksi
error: