Berita  

Harhubnas Ke-55 Di KSOP Panarukan: Situbondo Dorong Penguatan Konektivitas Laut Dan Pembukaan Rute Baru

SITUBONDO — Peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) ke-55 tahun 2026 di Kabupaten Situbondo berlangsung di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Panarukan, Jumat (18/9/2026).

Upacara peringatan Harhubnas tersebut mengusung tema “Menghubungkan Indonesia untuk Masa Depan Lebih Maju”. Tema tersebut menjadi penegasan pentingnya konektivitas antardaerah sebagai bagian dari upaya memperkuat mobilitas masyarakat, distribusi barang dan jasa, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Kepala KSOP Kelas IV Panarukan Herland Aprilianto. Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, Wakil Bupati Ulfiyah, Sekretaris Daerah Kabupaten Situbondo Yulianto, Kepala Dinas Perhubungan Nugroho, Kasat Lantas Polres Situbondo AKP Nanang Hendra Irawan, Kapolsek Panarukan AKP Harsono, serta sejumlah unsur pejabat dan pemangku kepentingan terkait.

Peringatan Harhubnas tahun ini tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antarlembaga dalam membangun sistem transportasi yang semakin terintegrasi.

Terlebih, Situbondo memiliki posisi strategis di jalur pantura Jawa Timur dan berhadapan langsung dengan kawasan kepulauan Madura serta jalur penyeberangan menuju Bali. Kondisi geografis tersebut menjadikan sektor transportasi laut sebagai salah satu bagian penting dalam mendukung konektivitas wilayah.

Bupati: Harhubnas Momentum Memperkuat Sinergi

Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan Harhubnas yang digelar di kawasan KSOP Kelas IV Panarukan.

Menurutnya, pelaksanaan upacara di kawasan pelabuhan memberikan suasana tersendiri sekaligus mengingatkan pentingnya sektor perhubungan dalam menunjang aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah.

“Senang banget dilaksanakan di KSOP, di Panarukan. Segar juga acaranya. View-nya bagus,” ujar Mas Rio.

Ia berharap momentum Harhubnas dapat semakin memperkuat sinergi antarpemangku kepentingan, terutama dalam mengoptimalkan akses transportasi di Situbondo.

Menurutnya, pemerintah daerah akan terus mendorong pengembangan akses perhubungan, baik transportasi darat maupun laut, sehingga konektivitas antardaerah semakin terbuka.

Salah satu agenda yang tengah dipersiapkan adalah kunjungan ke Kabupaten Buleleng, Bali, pada 22 September 2026. Dalam agenda tersebut, Pemkab Situbondo akan membahas rencana pengembangan akses penyeberangan melalui Celukan Bawang.

Mas Rio menyebut rencana tersebut diyakini dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengurai kepadatan arus kendaraan yang selama ini bertumpu di kawasan Ketapang, Banyuwangi.

“Tanggal 22 besok kita akan ke Buleleng bersama Pak Herland, Pak Kadishub dan semuanya. Nanti kita bertemu dengan Bupati Buleleng untuk membangun akses Jangkar-Celukan Bawang,” jelasnya.

Menurutnya, rencana tersebut bukan semata-mata kerja sama antara pemerintah daerah dengan KSOP, karena KSOP merupakan instansi vertikal. Yang dibangun adalah sinergi lintas sektor dan lintas daerah untuk memastikan rute baru tersebut dapat berjalan secara efektif.

Baca Juga:
Pelabuhan Somor Tasek Rusak Parah, Warga Harap Perhatian Pemkab Sumenep

Anyer-Panarukan Dikembangkan sebagai Koridor Ekonomi dan Budaya

Selain konektivitas transportasi, Pemkab Situbondo juga tengah mengembangkan kerja sama dengan Kabupaten Serang melalui program Anyer-Panarukan.

Mas Rio menjelaskan, program tersebut merupakan tindak lanjut dari kerja sama antara Pemkab Situbondo dan Pemkab Serang. Anyer-Panarukan tidak hanya diarahkan sebagai kegiatan festival, tetapi dikembangkan menjadi rangkaian kegiatan yang menghubungkan kedua daerah.

Konsep tersebut mengangkat tiga unsur yang disebut 3R, yakni Road, Route, dan Roots.

“Di dalam Anyer-Panarukan itu ada berbagai kegiatan, tidak hanya festival. Di Situbondo ada kegiatan, di Serang juga ada kegiatan. Kita mengangkat tiga unsur, 3R, yakni cerita soal jalan ekonomi, rute ekonomi, sejarah, dan akar budaya,” terangnya.

Konsep tersebut diharapkan mampu menghidupkan kembali keterhubungan sejarah antara Anyer dan Panarukan sekaligus menerjemahkannya dalam konteks kekinian, terutama sebagai bagian dari pengembangan ekonomi, budaya, dan pariwisata.

Penambahan Armada Jangkar-Kangean

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Situbondo juga menyinggung penambahan armada kapal untuk memperkuat konektivitas menuju Kepulauan Kangean.

Penambahan kapal tersebut diharapkan dapat mengurangi kepadatan atau bottleneck pada layanan penyeberangan, sekaligus memberikan alternatif transportasi yang lebih memadai bagi masyarakat kepulauan.

Namun, Mas Rio menegaskan bahwa pengembangan konektivitas laut tidak berhenti pada rute menuju Madura. Pemerintah juga tengah mendorong terbukanya rute Jangkar-Celukan Bawang yang diarahkan sebagai salah satu alternatif mengurangi beban lalu lintas di kawasan Ketapang, Banyuwangi.

Herland: Keselamatan Pelayaran Tanggung Jawab Bersama

Sementara itu, Kepala KSOP Kelas IV Panarukan Herland Aprilianto mengatakan, salah satu catatan penting dalam peringatan Harhubnas ke-55 adalah semakin kuatnya sinergi antarinstansi di Kabupaten Situbondo.

Ia menyebut unsur maritim, TNI, Polri, Dinas Perhubungan, serta berbagai instansi terkait harus memiliki komitmen bersama dalam menjaga keselamatan dan keamanan pelayaran.

“Saya sangat senang di Harhubnas 2026 yang ke-55 ini kami di Kabupaten Situbondo bersinergi dengan semua instansi, khususnya maritim, TNI, Polri, Dinas Perhubungan dan semua yang ada,” ujarnya.

Menurut Herland, keselamatan dan keamanan pelayaran tidak dapat dibebankan hanya kepada KSOP. Pengawasan dan pencegahan kecelakaan membutuhkan keterlibatan seluruh unsur yang memiliki kewenangan maupun kepentingan terhadap aktivitas transportasi laut.

“Ke depan terkait dengan keselamatan dan keamanan pelayaran itu tidak hanya menjadi tanggung jawab salah satu unsur, khususnya KSOP, tapi semua pihak bisa mendukung,” tegasnya.

Ia menambahkan, semangat Harhubnas tahun ini sejalan dengan tema “Menghubungkan Indonesia untuk Masa Depan Lebih Maju”, yang menurutnya harus diterjemahkan melalui peningkatan konektivitas sekaligus pelayanan dan keselamatan transportasi.

Baca Juga:
Bupati Rio Ajak OPD dan Masyarakat Dukung Haul Masyayikh se-Nusantara di Alun-Alun Situbondo

Pelabuhan Disiapkan untuk Mendukung Penambahan Rute

Terkait rencana pembukaan maupun penguatan jalur penyeberangan, Herland memastikan kesiapan infrastruktur pelabuhan menjadi salah satu perhatian utama.

Menurutnya, fasilitas pelabuhan harus dipastikan mampu mendukung operasional kapal penyeberangan sehingga ketika armada bertambah, pelayanan kepada masyarakat tetap dapat berjalan optimal.

“Untuk pelabuhan yang dijangkar memang kita siapkan pelabuhan untuk kapal penyeberangan. Memang ada salah satu pelabuhan yang masih berproses untuk mengantisipasi penambahan fasilitas pelabuhan,” katanya.

Pengembangan fasilitas tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan, tetapi juga dapat membantu mengurai kepadatan arus penyeberangan di jalur Ketapang-Gilimanuk.

Herland memastikan Situbondo telah menyiapkan kebutuhan dasar untuk mendukung rencana tersebut.

Kapal Baru Layani Jangkar-Kangean-Kalianget

Herland juga menjelaskan perkembangan armada baru yang akan memperkuat layanan penyeberangan Jangkar-Kangean-Kalianget.

Kapal tersebut, yang disebut Balibo, direncanakan menjadi tambahan armada pada lintasan baru tersebut.

Selama ini, layanan pada rute tersebut dilayani kapal lain dengan frekuensi sekitar satu kali dalam sepekan. Dengan adanya tambahan armada, frekuensi pelayanan diharapkan dapat meningkat menjadi dua kali dalam sepekan.

“Balibo ini adalah salah satu kapal penyeberangan dengan lintasan baru Jangkar-Kangean-Kalianget. Biasanya sekarang ini dilayani kapal Hulalo satu minggu satu kali. Dengan ada Balibo bisa satu minggu dua kali,” jelasnya.

Saat ini kapal tersebut disebut telah berada di Kalianget dan secara teknis telah siap beroperasi. Namun, pengoperasiannya masih menunggu proses administrasi.

“Dalam proses pengurusan administrasi. Kapalnya sudah di Kalianget. Sudah siap,” ungkap Herland.

Dishub: Rute Jangkar-Celukan Bawang Harus Dipersiapkan Bersama

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Situbondo Nugroho mengatakan, Pemkab Situbondo selama ini terus membangun sinergi dengan KSOP serta berbagai pihak lainnya, termasuk operator penyeberangan, dalam rangka meningkatkan konektivitas transportasi laut.

Menurutnya, kondisi geografis Situbondo yang memiliki wilayah pesisir cukup panjang membuat pengembangan angkutan laut menjadi bagian penting dalam sistem transportasi daerah.

“Selama ini kita sangat membangun sinergi, terutama dengan KSOP, dengan semua pihak, termasuk SDP, dalam rangka meningkatkan angkutan, terutama angkutan laut,” kata Nugroho.

Saat ini, menurut dia, Situbondo telah memiliki sejumlah konektivitas laut, di antaranya rute Jangkar menuju Kepulauan Madura dan Jangkar-Lembar.

Ke depan, pemerintah berupaya menambah rute baru, yakni Jangkar-Celukan Bawang di Kabupaten Buleleng, Bali.

“Kita akan menambah satu lagi jalur baru, yaitu dari Jangkar ke Celukan Bawang. Kita sudah sangat siap. Karena dari Jangkar ke Lembar sudah jalan,” ujarnya.

Namun, Nugroho menekankan bahwa pembukaan rute baru membutuhkan kesiapan dari kedua sisi. Tidak cukup hanya pelabuhan asal yang siap, tetapi pelabuhan tujuan juga harus memiliki fasilitas dan kesiapan operasional.

Baca Juga:
Semaikan Benih Kepedulian, SDN 2 Kotakan Situbondo Maniskan Perjalanan Pengendara dengan Ratusan Takjil

“Kita akan ke Buleleng tanggal 22. Kita memacu supaya sama-sama nyambung. Karena kalau membuka rute ini harus sama-sama siap. Jangkar harus siap, Celukan Bawang juga harus siap. Ketika sama-sama siap, baru jalan,” jelasnya.

Alternatif Mengurangi Kepadatan Ketapang

Nugroho menjelaskan, salah satu alasan penting di balik rencana pembukaan rute Jangkar-Celukan Bawang adalah mencari alternatif untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di kawasan Ketapang, Banyuwangi.

Menurutnya, ketika terjadi kepadatan pada satu jalur, pemerintah harus mencari alternatif transportasi agar pergerakan orang maupun barang tidak sepenuhnya bergantung pada satu titik.

“Faktanya di lapangan yang macet di Ketapang. Dari jalur darat itu makanya kita berusaha bagaimana membuat rute baru dari Jangkar ke Celukan Bawang, sehingga menghindari Ketapang,” katanya.

Pemkab Situbondo, lanjut Nugroho, berharap rute tersebut dapat segera terealisasi. Bahkan, pihaknya menyebut terdapat target agar rute baru tersebut dapat mulai berjalan pada akhir tahun.

“Keinginan kita bersama, mulai dari Kementerian Perhubungan juga, Desember nanti sudah jalan,” ujarnya.

Membangun Konektivitas, Membuka Alternatif Baru

Rencana pengembangan konektivitas laut tersebut menunjukkan bahwa sektor perhubungan tidak hanya berkaitan dengan mobilitas masyarakat, tetapi juga memiliki keterkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi.

Rute penyeberangan baru dapat membuka pilihan perjalanan yang lebih beragam, memperkuat distribusi barang, mendukung mobilitas masyarakat kepulauan, serta menjadi alternatif ketika terjadi kepadatan pada jalur transportasi tertentu.

Dalam konteks Situbondo, keberadaan Pelabuhan Jangkar memiliki posisi strategis karena dapat menjadi simpul konektivitas antara wilayah daratan Jawa Timur dengan kawasan kepulauan Madura dan Bali.

Karena itu, pengembangan pelabuhan, penambahan armada, peningkatan frekuensi pelayaran, serta pembukaan rute baru perlu berjalan secara beriringan dengan aspek keselamatan, keamanan, dan pelayanan publik.

Harhubnas ke-55 di Kantor KSOP Kelas IV Panarukan pun menjadi momentum untuk menegaskan kembali bahwa pembangunan transportasi membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

Tidak hanya pemerintah daerah dan instansi vertikal, tetapi juga TNI, Polri, operator angkutan, pengelola pelabuhan, serta masyarakat pengguna jasa transportasi.

Dengan semangat “Menghubungkan Indonesia untuk Masa Depan Lebih Maju”, Situbondo kini tidak hanya berbicara mengenai bagaimana memperlancar arus transportasi yang sudah ada, tetapi juga mulai menyiapkan sejumlah alternatif konektivitas baru.

Salah satunya melalui penguatan Pelabuhan Jangkar dan rencana pembukaan jalur Jangkar-Celukan Bawang yang diharapkan dapat menjadi bagian dari solusi menghadapi kepadatan transportasi lintas daerah, sekaligus membuka ruang baru bagi pertumbuhan ekonomi dan mobilitas masyarakat di kawasan timur Jawa dan Bali.

Penulis: HamzahEditor: Redaksi
error: