Berita  

PCNU Situbondo Peringati Maulid Nabi, Tekankan Keteladanan Akhlak Rasulullah

SITUBONDO (SBINews.id) — Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Situbondo menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan tema ‘Perbanyak Sholawat, Meneladani Akhlaq Rasulullah, Memohon Keberkahan untuk Kita Semua’.

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah sekaligus mendorong warga Nahdlatul Ulama (NU) meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.

Perwakilan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH. Akhsanul Haq, mengatakan peringatan Maulid Nabi merupakan kegiatan yang lazim dilaksanakan warga NU setiap memasuki bulan Rabiul Awal.

“Harapan kita, pertama mengharap syafaat daripada Rasulullah Muhammad SAW. Yang kedua, tentu kita harus mampu meneladani apa yang sudah dilakukan oleh Rasulullah SAW,” ujar KH. Akhsanul Haq.

Ia menekankan pentingnya meneladani cara Rasulullah berkomunikasi dengan orang lain. Menurutnya, Rasulullah tidak pernah berbicara kasar, mencaci, maupun menghardik orang lain, melainkan selalu mengedepankan kelembutan dan sopan santun.

“Harapan kita agar apa yang sudah dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad SAW itu bisa kita teladani,” katanya.

PWNU Jatim Tunggu Susunan Pengurus PBNU

Dalam kesempatan tersebut, KH. Akhsanul Haq juga menyampaikan pandangannya mengenai hasil Muktamar NU di Jombang yang berlangsung pada 27–31 Agustus 2026.

Ia mengatakan muktamar berjalan lancar dan sukses, serta menghasilkan KH. Miftahul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU dan KH. Abdul Hakim Mahfudz sebagai Ketua Umum PBNU.

“Kita berharap kedua beliau ini bisa membawa PBNU ke arah yang lebih bagus di masa yang akan datang,” ujarnya.

Terkait kemungkinan perubahan kepengurusan di tubuh PWNU Jawa Timur, KH. Akhsanul Haq menjelaskan bahwa sebagian kecil pengurus PWNU Jatim berpotensi dibawa ke Jakarta untuk mengisi kepengurusan PBNU.

Namun, pihaknya masih menunggu susunan kepengurusan PBNU secara resmi untuk mengetahui siapa saja yang akan ditarik ke tingkat pusat.

Baca Juga:
Jaga Marwah Sejarah di Pendopo Pate Alos Besuki: Mbak Ulfi Tinjau Langsung Kerusakan Ubin Batu Alam

“Setelah resmi PBNU mengumumkan susunan kepengurusan, barulah kita tahu siapa yang dibawa ke PBNU. Kekosongan ini yang harus kita isi dengan orang lain,” jelasnya.

Ia menambahkan, apabila jabatan ketua ditinggalkan, mekanisme organisasi NU mengatur agar wakil ketua di bawahnya dapat naik sebagai penjabat ketua.

PCNU Situbondo Dorong Konsolidasi Organisasi

Sementara itu, Ketua PCNU Situbondo, Muhyidin Khatib, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan Maulid Nabi.

Ucapan terima kasih tersebut ditujukan kepada pengurus, lembaga, badan otonom, pemerintah, perbankan, serta insan pers yang turut membantu menyukseskan kegiatan.

“Tanpa teman-teman pers, masyarakat tidak tahu dengan kami,” ungkapnya.

Muhyidin menjelaskan, peringatan Maulid Nabi juga menjadi bagian dari upaya konsolidasi organisasi. Kegiatan tersebut dihadiri pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) NU, sebagian pengurus ranting, serta unsur lainnya.

“Memang rutin setiap tahun kita melaksanakan kegiatan ini. Sengaja kita mengundang semua, MWC, juga sebagian ranting dan semuanya. Biasalah, konsolidasi supaya teman-teman NU secara kelembagaan ini bisa ke depan lebih baik,” katanya.

Terkait hasil Muktamar NU di Jombang, Muhyidin menyebut PCNU Situbondo telah menjalankan proses sesuai mekanisme organisasi dan menyerahkan hasilnya kepada forum muktamar.

Konferensi PCNU Situbondo Dijadwalkan Desember

Mengenai kemungkinan perubahan kepengurusan di tubuh PCNU Situbondo, Muhyidin mengatakan pihaknya masih menunggu pelaksanaan konferensi yang dijadwalkan pada Desember mendatang.

Ia menegaskan, perubahan dalam organisasi NU tidak sama dengan pergantian jabatan dalam pemerintahan, karena memiliki mekanisme dan prinsip tersendiri.

“Kita punya prinsip bahwa kita membuat sesuatu di NU adalah untuk kemaslahatan umat, tidak ada persaingan-persaingan yang tidak sehat,” ujarnya.

Muhyidin juga berharap warga NU dan seluruh masyarakat Situbondo terus menjaga kebersamaan serta mendukung pembangunan daerah.

Baca Juga:
Situbondo Siap Jadi Tuan Rumah Muktamar NU ke-35, Mas Rio: Momentum Hidupkan Sejarah

“Kita bersama-sama untuk bergandengan tangan dalam membangun Situbondo lebih baik. Istilahnya Pak Bupati adalah naik kelas. Tanpa kebersamaan itu semuanya tidak akan baik,” katanya.

Ia menambahkan, NU berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah dalam menjalankan program pembangunan demi kemaslahatan masyarakat.

Peserta Melebihi Undangan

Muhyidin menyebut jumlah undangan dalam kegiatan tersebut sekitar 420 orang. Namun, peserta yang hadir diperkirakan mencapai lebih dari 600 orang.

“Kalau undangannya 420-an, tapi yang tadi ada 640-an,” ungkapnya.

Ia menilai tingginya antusiasme warga menjadi gambaran kuatnya semangat kebersamaan dalam kegiatan keagamaan dan konsolidasi organisasi NU di Situbondo.

Penulis: HamzahEditor: Redaksi
error: