Berita  

Bupati Rio Ajak OPD dan Masyarakat Dukung Haul Masyayikh se-Nusantara di Alun-Alun Situbondo

SITUBONDO (30/6/26) – Pemerintah Kabupaten Situbondo menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Haul Masyayikh se-Nusantara yang digelar oleh Ittisholana (Ittihad Sholawat Nariyah) pada 19 Juli 2026 mendatang di Alun-Alun Situbondo.

Kegiatan yang diperkirakan akan dihadiri ratusan ribu jamaah dari berbagai daerah tersebut menjadi salah satu agenda keagamaan terbesar di Kabupaten Situbondo tahun ini.

Dukungan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo atau yang akrab disapa Mas Rio, yang juga dipercaya sebagai Ketua Panitia pelaksanaan Haul Masyayikh se-Nusantara.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya menjadi ajang silaturahmi para ulama dan santri, melainkan juga momentum untuk mendoakan keselamatan bangsa dan memperkuat hubungan spiritual antara masyarakat dengan para masyayikh yang telah berjasa dalam perjalanan sejarah Indonesia.

Acara puncak dijadwalkan berlangsung pada pagi hari dan diperkirakan mulai sejak pukul 06.00 WIB. Ribuan hingga puluhan ribu jamaah diprediksi memadati kawasan Alun-Alun Situbondo untuk mengikuti rangkaian pengajian, pembacaan sholawat, serta doa bersama yang akan dihadiri para kiai sepuh dan ulama kharismatik dari berbagai daerah di Nusantara.

Mengantisipasi membludaknya jumlah jamaah, Pemerintah Kabupaten Situbondo melalui Dinas Perhubungan dan Kepolisian telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas di sekitar lokasi kegiatan.

Penutupan sejumlah ruas jalan serta pengalihan arus kendaraan akan diberlakukan selama acara berlangsung guna memastikan kelancaran mobilitas masyarakat dan peserta haul.

Selain itu, sejumlah kantong parkir juga telah dipetakan di titik-titik strategis agar memudahkan akses jamaah yang datang menggunakan kendaraan pribadi maupun rombongan bus dari luar daerah.

Komitmen dukungan pemerintah daerah tersebut juga disampaikan Mas Rio saat memimpin Rapat Rutin Salasaan yang dihadiri para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan jajaran pemerintahan di lingkungan Pemkab Situbondo.

Baca Juga:
Buka-Bukaan Data Fiskal Situbondo di Forum Rebbhuwen, Bupati Rio: Kritik Aku Semampumu!

Dalam kesempatan itu, Mas Rio mengajak seluruh aparatur pemerintah untuk mendukung pelaksanaan haul, baik secara institusional maupun secara pribadi.

Menurutnya, kegiatan keagamaan yang bertujuan mendoakan para ulama dan bangsa Indonesia merupakan bentuk penghormatan kepada para masyayikh yang selama ini memiliki peran besar dalam perjalanan negeri.

“Indonesia dalam perjalanan sejarahnya tidak pernah lepas dari peran para masyayikh. Ini menjadi bentuk bakti kita kepada mereka,” ujar Mas Rio di hadapan para pejabat OPD.

Ia juga mendorong instansi pemerintah dan masyarakat untuk ikut menyemarakkan kegiatan tersebut, termasuk melalui pemasangan banner dukungan maupun partisipasi lainnya sebagai bentuk penghormatan kepada para tamu dan ulama yang hadir.

Perhatian khusus juga diberikan terhadap kesiapan fasilitas umum, terutama rumah ibadah yang diperkirakan akan menjadi tempat singgah para jamaah dari luar daerah.

Mas Rio bahkan telah berkoordinasi dengan pengurus Masjid Al-Abror agar memastikan ketersediaan air bersih dan pendingin ruangan selama kegiatan berlangsung.

Usai Rapat Rutin Salasaan, Mas Rio menegaskan bahwa Pemkab Situbondo siap menerima kedatangan ribuan santri dan jamaah dari berbagai daerah.

“Situbondo sangat siap menerima para santri dan jamaah yang datang. Insya Allah puluhan ribu orang akan hadir karena para kiai khos dan kiai sepuh juga dijadwalkan hadir,” katanya.

Sebagai Ketua Panitia, Mas Rio mengaku masih terus mengantarkan undangan kepada para ulama dan tokoh agama yang akan menghadiri acara tersebut.

Ia memastikan seluruh perangkat pendukung kegiatan telah bergerak sesuai tugas masing-masing, mulai dari rekayasa lalu lintas, pemanfaatan kawasan alun-alun, hingga koordinasi dengan aparat keamanan.

Pemerintah daerah juga telah menjalin koordinasi dengan jajaran kepolisian serta pihak pengelola hotel dan penginapan di Situbondo untuk mengantisipasi kedatangan tamu dari luar daerah.

Baca Juga:
Situbondo "Naik Kelas": Unair Lirik Kepemimpinan Kolaboratif Mas Rio untuk Jadi Model Nasional

Menurut Mas Rio, sejumlah penginapan telah dipesan untuk menampung para tamu dan kiai yang hadir dalam kegiatan tersebut. Pembiayaan akomodasi dilakukan secara gotong royong melalui kontribusi panitia dan para jamaah.

Berbeda dengan kegiatan berskala besar lainnya, panitia tidak menyiapkan dapur umum. Setiap peserta, khususnya dari kalangan santri, dianjurkan membawa bekal berupa nasi gulung dengan porsi dilebihkan. Tujuannya agar bisa dibagikan kepada santri-santri yang lain. Anjuran ini sebagai bagian dari tradisi kesederhanaan yang selama ini melekat dalam kegiatan-kegiatan pesantren.

Meski demikian, panitia tetap membuka ruang partisipasi masyarakat yang ingin ikut berkontribusi dalam menyukseskan acara tersebut.

“Kalau ada masyarakat yang ingin menyumbang tentu dipersilakan. Karena kegiatan ini dibangun dengan semangat gotong royong, para kiai menyumbang, jamaah menyumbang, dan semuanya ikut berpartisipasi melalui rekening Ittisholana,” ujar Mas Rio.

Dengan dukungan penuh pemerintah daerah, aparat keamanan, serta partisipasi masyarakat, Haul Masyayikh se-Nusantara diharapkan tidak hanya menjadi ajang doa bersama, tetapi juga memperkuat identitas Situbondo sebagai daerah yang dikenal dengan tradisi pesantren dan kehidupan keagamaan yang kuat.

error: