JAKARTA (SBINews.id) – Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, kembali menorehkan prestasi di level nasional. Kota di ujung timur Pulau Jawa ini resmi menyandang predikat Kota Menuju Bersih dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Penghargaan tersebut diserahkan langsung dalam rangkaian Rapat Koordinasi Nasional Pengelolaan Sampah yang digelar di Jakarta, Rabu (25/2/26).
Situbondo terpilih sebagai salah satu dari 22 kabupaten dan 12 kota di Indonesia yang dinilai memiliki komitmen nyata dalam transformasi pengelolaan lingkungan. Selain sertifikat penghargaan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo juga membawa pulang dukungan operasional berupa tiga unit sepeda motor untuk memperkuat armada pengelolaan sampah di lapangan.
Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, atau yang akrab disapa Mas Rio, menerima langsung penghargaan tersebut dengan penuh syukur. Menurutnya, capaian ini bukanlah hasil kerja individu, melainkan buah dari sinergi antara pemerintah dan kesadaran masyarakat.
“Predikat Kota Menuju Bersih ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperbaiki tata kelola persampahan di Situbondo. Ini adalah kerja kolektif,” ujar Mas Rio di sela-sela acara.
Secara nasional, Situbondo mencatatkan nilai kinerja sebesar 62,16, yang menempatkannya di peringkat ke-24. Meski menunjukkan progres positif, Mas Rio menegaskan bahwa angka tersebut adalah pengingat bahwa perjalanan menuju tata kelola sampah yang ideal masih panjang.
Dalam upayanya, Pemkab Situbondo kini tengah memperkuat sistem pengelolaan sampah secara komprehensif. Fokus utama Mas Rio meliputi:
- Edukasi Masif: Mengajak masyarakat memilah sampah dari rumah tangga.
- Infrastruktur: Peningkatan fasilitas di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
- Kolaborasi: Memperluas kerja sama dengan pemerintah desa, komunitas lingkungan, dan sektor swasta.
“Kami memperkuat sistem dari hulu ke hilir. Pengurangan sampah plastik sekali pakai dan penguatan bank sampah di tingkat desa menjadi kunci ekonomi sirkular yang ingin kita bangun,” tambahnya.
Langkah Situbondo ini sejalan dengan arahan Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq. Dalam sambutannya, Menteri Hanif mengungkapkan tantangan besar nasional, di mana baru sekitar 34% TPA di Indonesia yang meninggalkan praktik open dumping (pembuangan terbuka).
Menteri Hanif mendorong seluruh daerah bertransformasi menuju sistem controlled landfill hingga sanitary landfill demi mengendalikan gas metana dan cairan lindi yang berbahaya bagi lingkungan.
Menanggapi hal tersebut, Mas Rio berkomitmen menyiapkan roadmap khusus untuk modernisasi TPA di Situbondo. “Kami ingin TPA kita lebih ramah lingkungan. Ini bukan sekadar membuang sampah, tapi mengelolanya agar tidak mencemari tanah dan air,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Situbondo kini membidik target yang lebih tinggi: peningkatan indeks kebersihan melalui pembangunan fasilitas pengolahan sampah terpadu dan peningkatan kapasitas para petugas kebersihan sebagai garda terdepan.
“Ini bukan akhir, melainkan langkah awal. Kami mengapresiasi masyarakat yang mulai terbiasa memilah sampah. Perubahan perilaku adalah kunci utama Situbondo yang lebih bersih dan sehat,” tutup Mas Rio optimis.












