Berita  

Menjelang Idul Adha 1447 H, Bang Ahmad kirim Sapi Qurban Raksasa ke Ponpes Walisongo 

SITUBONDO (SBINews.id) – Geliat menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 H / 2026 M, mulai terasa hangat di Pondok Pesantren Wali Songo, Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, Situbondo. Suasana pesantren mendadak ramai ketika sebuah truk membawa “tamu istimewa” berupa seekor sapi qurban berukuran jumbo dengan bobot fantastis mencapai 0,8 ton.

Sapi jantan sehat kekar berusia 2,5 tahun yang dijuluki Si Bagong tersebut berasal dari Desa Semiring, milik peternak sapi kawakan bernama Jaelani (Kak Lani). Sapi tersebut dibeli dengan harga sekitar 50 juta yang kemudian dikirim langsung oleh H. Ahmad Mujiono, Direktur CV Lintang Timur Jaya ke Ponpes Walisongo.

Pengusaha yang akrab disapa Bang Ahmad ini menyerahkan sapi tersebut sebagai bentuk kontribusi nyata dan kepedulian sosial terhadap lembaga pendidikan Islam serta masyarakat di sekitar pesisir Situbondo.

Proses penurunan sapi berbobot raksasa ini sempat menjadi tontonan tersendiri bagi para santri dan warga sekitar. Dengan postur yang tegap dan padat, sapi ini dipastikan telah memenuhi syarat syar’i untuk menjadi hewan qurban terbaik pada perayaan Idul Adha tahun ini.

Bagi H. Ahmad Mujiono, momentum Idul Adha kali ini merupakan saat yang tepat untuk merefleksikan rasa syukur atas kelancaran usaha tambang yang dipimpinnya, sekaligus memperkuat tali silaturahmi antara pelaku usaha dan dunia pesantren.

“Alhamdulillah, tahun ini kami di CV Lintang Timur Jaya masih diberi kelapangan rezeki untuk ikut berbagi. Sapi seberat 0,8 ton ini sengaja kami pilih yang terbaik, usianya sudah masuk 2,5 tahun dan sangat sehat. Ini adalah bentuk totalitas rasa syukur kami. Kami percayakan ke Ponpes Wali Songo karena kami tahu manajemen qurban di sini sangat amanah dalam menyalurkannya kepada para santri dan warga yang berhak,” ungkap Bang Ahmad.

Baca Juga:
Sambut Ramadhan, K2 Fest 2026 Resmi Dibuka di Pendopo Kecamatan Kapongan

Kak Lani sendiri merasa sangat bersyukur karena sapi peliharaannya bisa disumbangkan sebagai hewan qurban.

“Saya sangat bersyukur karena sapi saya dibeli oleh Bang Ahmad dan dijadikan hewan qurban. Ke depannya, kami peternak berharap kepada para pengusaha dan juga pemerintah agar bersedia membeli hewan ternak langsung kepada kami para peternak,” ujar Kak Lani.

Aksi filantropi yang ditunjukkan oleh pimpinan CV Lintang Timur Jaya ini diharapkan mampu menjadi pemantik bagi para pengusaha lain di Situbondo. Di tengah momentum sosial-ekonomi tahun 2026 yang terus berkembang, sinergi antara sektor swasta dan pondok pesantren dinilai menjadi pilar penting dalam menjaga ketahanan pangan dan kebahagiaan masyarakat di hari raya.

Penulis: HamzahEditor: Redaksi
error: