Berita  

Nasim Khan dan BRI Edukasi Muslimat NU tentang Keamanan Transaksi Digital dan Akses Permodalan UMKM

SITUBONDO (SBINews.id) | Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKB, HM. Nasim Khan, bersama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), menggelar Sosialisasi Kemitraan BUMN dengan fokus pada edukasi keamanan transaksi digital dan penguatan akses permodalan bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM, Sabtu (8/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula SMAN 2 Situbondo tersebut diikuti ratusan peserta dari Muslimat NU. Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya Ummi Salamah, Nyai Mas’uda, Beti selaku Supervisor Operasional BRI beserta jajaran, Anggota DPRD Situbondo Fraksi PKB Zulfikar Purnama Rahman, Penasihat Hukum Nasim Khan Indonesia (NKI) Dr. H. Supriyono, S.H., M.Hum., Direktur NKI Aurangzeb, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Sosialisasi tersebut merupakan hari kedua pelaksanaan kegiatan serupa. Sehari sebelumnya, kegiatan juga digelar dengan menghadirkan peserta dari kalangan masyarakat umum.

Dalam kegiatan itu, peserta mendapatkan pemahaman mengenai berbagai modus penipuan digital yang semakin berkembang seiring meningkatnya penggunaan layanan transaksi berbasis teknologi. Edukasi mencakup modus phishing, vishing, scam, hingga berbagai tawaran keuntungan atau imbal hasil tinggi yang dapat berujung pada praktik perjudian maupun pinjaman online ilegal.

Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kerahasiaan data pribadi dan informasi perbankan saat melakukan transaksi digital. Masyarakat diingatkan agar tidak mudah percaya terhadap tautan, pesan, maupun tawaran yang mengatasnamakan lembaga resmi dan menjanjikan keuntungan secara cepat.

Selain aspek keamanan digital, sosialisasi juga menjadi ruang edukasi bagi masyarakat mengenai tata cara pengajuan permodalan untuk mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dalam sambutannya, Nasim Khan menegaskan bahwa politik tidak semata-mata harus dipandang sebagai perebutan kekuasaan, melainkan sebagai sarana memperjuangkan kepentingan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, perjuangan politik harus diwujudkan melalui program nyata yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Baca Juga:
Pesan Langit Lora Ma’i untuk Pemimpin Baru Situbondo: Maharnya adalah Sholawat Nariyah

“Pembangunan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Pemerintah, DPR, BUMN, perbankan, dunia usaha, koperasi, media, dan masyarakat harus bekerja bersama,” tegas Nasim.

Ia mengatakan, salah satu fokus utama yang perlu terus diperkuat adalah pemberdayaan ekonomi umat dan masyarakat. Pelaku UMKM maupun generasi muda membutuhkan dukungan berupa akses permodalan, pendampingan usaha, kesempatan berusaha, hingga akses pasar.

Nasim berharap BUMN, khususnya sektor perbankan seperti BRI, tidak hanya berperan sebagai penyedia layanan keuangan, tetapi juga menjadi mitra strategis dalam pengembangan usaha masyarakat. Program pembiayaan dan pemberdayaan, menurutnya, harus dipastikan benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dari tingkat paling bawah.

“Pembangunan ekonomi harus dimulai dari bawah, dari desa, kecamatan, kabupaten, provinsi hingga nasional. Potensi daerah dan produk masyarakat harus dikembangkan agar memiliki nilai ekonomi dan pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Nasim juga mengingatkan agar masyarakat tidak hanya diarahkan untuk mampu menghasilkan produk, tetapi juga mendapatkan dukungan dalam hal pemasaran.

“Jangan sampai masyarakat hanya mampu menghasilkan produk tetapi kesulitan memasarkannya. Pemerintah, BUMN, koperasi dan dunia usaha perlu membuka akses pasar bagi produk lokal,” katanya.

Menurut Nasim, investasi di daerah juga perlu terus didorong. Namun, investasi tersebut harus memberikan dampak nyata terhadap masyarakat setempat. Masyarakat, kata dia, jangan sampai hanya menjadi penonton ketika potensi daerah dikembangkan.

Sebagai anggota Komisi VI DPR RI, Nasim menegaskan dirinya memiliki komitmen untuk mendorong berbagai kebijakan dan program yang berkaitan dengan sektor BUMN, perdagangan, koperasi, investasi, serta sejumlah sektor ekonomi strategis agar memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.

“Jangan berhenti pada wacana. Program dan pembicaraan harus diwujudkan dalam tindakan konkret. Persoalan masyarakat harus dicarikan solusi, termasuk akses modal, pendampingan usaha, dan kesempatan kerja,” tegasnya.

Baca Juga:
Mas Rio Ajak Pelaku Usaha Bangun Situbondo Jadikan Daerah Ramah Investasi

Dalam kesempatan tersebut, Nasim juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran BRI Cabang Situbondo atas pelayanan kepada masyarakat.

“Saya apresiasi yang mendalam kepada jajaran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Situbondo beserta seluruh staf atas pelayanan yang konsisten dan dedikasinya dalam melayani masyarakat,” kata Nasim Khan.

Ia menilai BRI merupakan salah satu mitra strategis yang memiliki kedekatan dengan masyarakat, terutama dalam mendukung aktivitas ekonomi dan pengembangan UMKM.

Nasim juga mengapresiasi kolaborasi antara DPR RI dan BRI dalam pelaksanaan Sosialisasi Kemitraan BUMN tersebut. Menurutnya, sinergi antara lembaga legislatif, perbankan, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem transaksi digital yang aman sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya semakin waspada terhadap berbagai modus kejahatan digital, tetapi juga memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai layanan perbankan, akses pembiayaan, serta peluang pengembangan usaha.

Bagi Nasim, literasi digital dan pemberdayaan ekonomi merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Masyarakat yang semakin aktif menggunakan layanan digital harus dibarengi dengan pengetahuan mengenai keamanan transaksi, sementara pelaku UMKM perlu mendapatkan akses pembiayaan dan pasar agar mampu tumbuh serta meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Penulis: HamzahEditor: Redaksi
error: