Berita  

Disparpora Situbondo Cetak Bibit Sineas Muda, 30 Pelajar Ikuti Pelatihan Pembuatan Film

SITUBONDO (SBINews.id) | Pemerintah Kabupaten Situbondo terus memperkuat pengembangan sektor ekonomi kreatif dengan menyiapkan sumber daya manusia muda yang kompeten di bidang perfilman. Melalui Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora), pelatihan pembuatan film bagi pelajar tingkat SMA, SMK, dan MA se-Kabupaten Situbondo resmi digelar selama dua hari, Rabu-Kamis (29-30/7/2026), di TradiSea Rooms & Resto.

Kegiatan yang diinisiasi Bidang Ekonomi Kreatif dan Pengembangan SDM tersebut merupakan bagian dari Program Pengembangan dan Pembinaan Sektor Ekonomi Kreatif yang dibiayai melalui APBD Kabupaten Situbondo Tahun Anggaran 2026. Pelatihan ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam membangun ekosistem industri kreatif berbasis talenta muda.

Sebanyak 30 siswa dan siswi terpilih dari berbagai SMA, SMK, dan MA negeri maupun swasta mengikuti pelatihan tersebut. Mereka mendapatkan pembekalan mengenai dasar-dasar produksi film, mulai dari tahap pra-produksi, proses pengambilan gambar, hingga teknik penyuntingan video pada tahap pasca-produksi.

Selain membekali kemampuan teknis, pelatihan ini juga dirancang untuk memberikan pemahaman mengenai ekosistem subsektor Film, Animasi, dan Video sehingga para peserta mampu memahami peluang industri kreatif yang terus berkembang.

Dok.Foto: Mas Rio hadir di tengah para peserta untuk memberi dukungan.

Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo atau yang akrab disapa Mas Rio hadir memberikan motivasi kepada para peserta. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa sebuah karya film tidak cukup hanya mengandalkan visual yang menarik, tetapi juga harus memiliki tujuan dan pesan yang jelas.

Menurut Mas Rio, setiap produksi film harus memiliki misi yang mampu memberikan nilai bagi masyarakat. Film, katanya, harus menjadi media untuk menerjemahkan realitas kehidupan ke dalam bahasa sinematografi sehingga mampu menyampaikan cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Ia juga mengajak para peserta untuk memahami kebutuhan dan selera masyarakat sebagai penikmat film. Dengan demikian, karya yang dihasilkan tidak hanya menarik secara artistik, tetapi juga mampu diterima oleh publik secara luas.

Baca Juga:
Rombongan BRUDIFA Kunjungi Sampean Green Farm, Jajaki Kerja Sama Agro dan Wisata Situbondo–Brunei

“Film harus menjadi jembatan informasi sekaligus media edukasi bagi masyarakat. Kreativitas perlu diarahkan agar mampu memberikan manfaat dan membawa pesan positif,” pesan Mas Rio kepada para peserta.

Selama pelatihan berlangsung, peserta dibimbing langsung oleh praktisi yang telah berpengalaman di bidang sinematografi dan videografi. Hadir sebagai narasumber Anwar dari Tim Kreatif Kabupaten Situbondo serta Hariri dari Universitas Jember (UNEJ).

Selain penyampaian materi di dalam kelas, para peserta juga dijadwalkan mengikuti sesi praktik lapangan pada hari kedua. Pada sesi tersebut mereka akan mempraktikkan seluruh tahapan produksi film, mulai dari penyusunan konsep cerita, teknik pengambilan gambar, hingga proses penyuntingan hasil rekaman.

Praktisi film sekaligus narasumber, Anwar, mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Situbondo yang dinilai serius memberikan ruang bagi generasi muda sebagai support system untuk mengembangkan minat di bidang perfilman.

Menurutnya, tingginya animo pelajar menjadi bukti bahwa pelatihan semacam ini sangat dibutuhkan. Bahkan, hanya dalam waktu tiga hari masa pendaftaran, jumlah pendaftar mencapai 93 orang.

“Dari 93 pendaftar tersebut, kami hanya dapat menerima 30 peserta sesuai kuota yang tersedia. Ini menunjukkan bahwa minat siswa terhadap dunia film sangat tinggi dan kegiatan seperti ini memang dinantikan,” ujarnya.

Anwar menilai tingginya jumlah pendaftar menjadi sinyal positif bagi perkembangan subsektor film di Situbondo. Potensi tersebut, menurutnya, perlu terus difasilitasi melalui pelatihan yang berkelanjutan agar lahir kreator-kreator muda yang mampu menghasilkan karya berkualitas.

Ia berharap pelatihan ini menjadi awal terbentuknya komunitas sineas muda Situbondo yang mampu mengangkat potensi daerah melalui karya audio visual, baik untuk promosi pariwisata, budaya, maupun berbagai potensi lokal lainnya.

Melalui kegiatan ini, Disparpora Situbondo berharap lahir generasi kreatif yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis memproduksi film, tetapi juga mampu menjadikan karya sinematografi sebagai media edukasi, promosi pariwisata, sekaligus penggerak industri ekonomi kreatif di Kabupaten Situbondo.

Baca Juga:
Kakanwil Ditjen PAS Jatim Tinjau SAE Rutan Situbondo, Dorong Pembinaan Warga Binaan yang Produktif dan Mandiri
Penulis: HamzahEditor: Redaksi
error: