Berita  

PWI Situbondo Periode 2026–2029 Resmi Dilantik, Diana Dinar Ajak Wartawan Jaga Integritas dan Perkuat Kolaborasi

SITUBONDO (SBINews.id) | Kepengurusan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Situbondo periode 2026–2029 resmi dilantik dalam sebuah prosesi yang berlangsung khidmat di Situbondo, Jumat (24/7/26) malam. Pelantikan tersebut menandai dimulainya kepemimpinan baru di bawah nahkoda Diana Dinar sebagai Ketua PWI Kabupaten Situbondo.

Acara pelantikan dihadiri berbagai unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran pemerintah daerah, serta tokoh-tokoh penting yang selama ini menjadi mitra strategis insan pers di Situbondo.

Turut hadir Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo atau yang akrab disapa Mas Rio, jajaran Forkopimda, Kepala OJK Cabang Jember Aris Budiman, Wakil Ketua DPRD Situbondo H. Abd. Rahman, S.H., M.H., Ketua PWI Jawa Timur H. Lutfil Hakim atau Cak Item, sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta tokoh masyarakat.

Prosesi pelantikan berlangsung dengan penuh khidmat. Setelah pembacaan surat keputusan kepengurusan, pengurus PWI Kabupaten Situbondo periode 2026–2029 resmi dikukuhkan, dilanjutkan dengan penyampaian sambutan dari para tamu undangan.

Dalam pidato perdananya sebagai Ketua PWI Situbondo, Diana Dinar menegaskan bahwa tantangan dunia jurnalistik saat ini semakin kompleks seiring derasnya arus informasi digital yang berkembang sangat cepat. Karena itu, menurutnya, integritas profesi menjadi fondasi utama yang tidak boleh ditinggalkan oleh setiap wartawan.

Ia menegaskan bahwa profesionalitas seorang jurnalis harus senantiasa dijaga dengan berpedoman pada Undang-Undang Pers, Kode Etik Jurnalistik, serta komitmen menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan memberikan nilai edukasi kepada masyarakat.

“Profesionalitas seorang jurnalis harus tetap kita jaga. Berpedoman pada Undang-Undang Pers, Kode Etik Jurnalistik, serta menyajikan informasi yang edukatif bagi masyarakat, itu harga mati,” tegas Diana.

Lebih lanjut, Diana menyampaikan bahwa kepengurusan PWI yang baru tidak ingin hanya menjadi organisasi profesi semata, tetapi juga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, maupun berbagai elemen masyarakat.

Baca Juga:
Putus Rantai Bantuan Tak Tepat Sasaran, Pemkab Situbondo Mutakhirkan Data Kesejahteraan Penduduk

Menurutnya, PWI harus mampu mengambil peran sebagai mitra strategis pembangunan daerah. Tidak hanya hadir untuk melaporkan berbagai peristiwa, tetapi juga ikut memberikan gagasan, solusi, serta kontribusi nyata bagi kemajuan Kabupaten Situbondo.

“Membangun sinergi, bukan sekadar memberitakan, tetapi juga ikut memberi kontribusi nyata bagi Situbondo,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PWI Jawa Timur H. Lutfil Hakim atau Cak Item menyoroti perubahan besar yang sedang terjadi dalam industri media. Ia mengakui bahwa perkembangan media sosial dan menjamurnya konten kreator telah mengubah lanskap penyebaran informasi secara signifikan.

Menurutnya, saat ini banyak konten kreator yang mampu memperoleh pendapatan sangat besar dalam waktu singkat. Ia bahkan mencontohkan fenomena kreator digital seperti Willy Salim yang memiliki daya jangkau dan nilai ekonomi sangat tinggi.

“Konten kreator dalam sebulan bisa meraih ratusan juta. Sementara media besar sekalipun belum tentu mampu menyamai,” ungkapnya.

Meski demikian, Cak Item mengingatkan bahwa kondisi tersebut tidak boleh membuat insan pers kehilangan optimisme. Ia menegaskan bahwa profesi jurnalis tetap memiliki nilai yang tidak dapat digantikan, yakni menjaga kebenaran informasi melalui proses verifikasi, konfirmasi, serta tanggung jawab etik kepada publik.

“Jangan berkecil hati, karena jurnalis adalah profesi yang bermartabat. Tugas kita adalah menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat,” pesannya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus PWI Kabupaten Situbondo yang baru dilantik. Ia berharap kepengurusan baru mampu membawa organisasi semakin profesional sekaligus menjadi mitra pembangunan daerah.

Mas Rio menilai pers memiliki posisi yang sangat strategis sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat. Melalui pemberitaan yang objektif dan berimbang, masyarakat dapat memperoleh informasi yang benar sekaligus memahami berbagai kebijakan yang dijalankan pemerintah daerah.

Baca Juga:
Setahun Rio-Ulfi: Menepis Ragu dengan Prestasi, Membawa Situbondo NAIK KELAS

Ia juga berharap PWI mampu menghadirkan kritik yang membangun demi perbaikan pelayanan publik. Menurutnya, kritik yang disampaikan secara profesional justru menjadi bagian penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik.

“Kami berharap PWI di bawah kepemimpinan Ibu Diana mampu menjadi penghubung yang baik. Sampaikan kritik yang konstruktif, hadirkan informasi yang mendidik, serta lawan hoaks,” ujar Mas Rio.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Situbondo menyatakan komitmennya untuk mendukung berbagai program PWI ke depan, terutama yang berkaitan dengan peningkatan kompetensi wartawan, penguatan profesionalisme insan pers, serta pengembangan literasi media di tengah masyarakat.

Dukungan tersebut dinilai penting mengingat tantangan penyebaran hoaks dan disinformasi masih menjadi persoalan serius di era digital. Kehadiran media yang profesional diharapkan mampu menjadi rujukan masyarakat dalam memperoleh informasi yang kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan.

Rangkaian pelantikan ditutup dengan penandatanganan berita acara sebagai simbol pengesahan kepengurusan PWI Kabupaten Situbondo periode 2026–2029, dilanjutkan dengan sesi foto bersama seluruh tamu undangan dan jajaran pengurus yang baru dilantik.

Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi PWI Kabupaten Situbondo untuk memperkuat eksistensinya sebagai organisasi profesi wartawan yang menjunjung tinggi independensi, integritas, dan profesionalisme, sekaligus mempererat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan daerah melalui penyajian informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan masyarakat.

Penulis: HamzahEditor: Redaksi
error: