SITUBONDO (SBINews.id) – Rombongan Brunei Darussalam–Indonesia Friendship Association (BRUDIFA) melakukan lawatan hormat ke Sampean Green Farm (SGF) yang berlokasi di Desa Kotakan, Kecamatan Situbondo Kota, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Kunjungan ini menjadi bagian dari agenda diplomasi persahabatan sekaligus penjajakan potensi kerja sama ekonomi dan pariwisata berbasis pertanian antara Brunei Darussalam dan Situbondo.
Sampean Green Farm merupakan lahan pertanian seluas sekitar 1,4 hektare yang sebelumnya dikenal sebagai tanah kurang produktif dan kerap terdampak banjir. Melalui inovasi dan perencanaan matang, lahan tersebut kini disulap menjadi kebun buah produktif yang mengusung konsep Agrowisata dan Agropreneurship, sekaligus menjadi destinasi edukatif bagi masyarakat.
Di kawasan SGF, berbagai komoditas buah unggulan dibudidayakan secara terencana, di antaranya alpukat dengan beragam varietas seperti Markus, Miki, Aligator, dan Kelut, kemudian melon premium, durian, serta pisang. Seluruh tanaman dikelola dengan sistem tanam yang teratur dan dikemas sebagai daya tarik wisata berbasis pengalaman langsung di kebun.

Konsep utama yang menjadi ciri khas Sampean Green Farm adalah pengalaman ‘petik sendiri’. Pengunjung diberi kesempatan memetik buah langsung dari pohonnya, kemudian menimbang dan membayar sesuai berat hasil panen. Pengalaman ini memberikan sensasi berbeda dibandingkan membeli buah di pasar tradisional atau supermarket, sekaligus meningkatkan nilai tambah produk pertanian lokal.
Selain sebagai destinasi wisata keluarga, Sampean Green Farm juga menjadi contoh nyata inisiatif agropreneur lokal yang mampu membuka peluang kerja, meningkatkan pendapatan petani, serta memberikan edukasi tentang pertanian berkelanjutan. Kehadiran SGF dinilai sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ekonomi lokal berbasis potensi desa.
Akses menuju lokasi SGF relatif mudah dan ramah bagi pengunjung. Umumnya, wisatawan dapat masuk secara gratis, sementara biaya hanya dikenakan ketika membeli buah hasil petik langsung. Pada musim panen, kawasan ini ramai dikunjungi wisatawan yang ingin menikmati alpukat, melon, dan buah segar lainnya langsung dari kebun.
Rombongan BRUDIFA yang hadir berjumlah sekitar 30 peserta, terdiri dari sejumlah tokoh penting dan pengusaha dari Brunei Darussalam dan kawasan regional. Tamu VIP dalam lawatan ini antara lain:
- Haji Muhammad Hafiy Bin Abdullah Fung selaku Ketua Lawatan Kunjung Hormat sekaligus Sekretaris BRUDIFA;
- Hajah Azamah Sulaiman selaku Confidential Secretary Servant of Brunei Darussalam;
- Haji Nordin bin Saban selaku Director Axes Sdn Brunei Darussalam;
- Haji Yahya Idris selaku Bendahari Agung BRUDIFA:
- Haji Naim Shaleh mantan pejabat Kementerian Hal Ehwal Luar Negeri Brunei Darussalam, serta;
- Kenny Goh, observer peniaga dari Malaysia.
Dalam keterangannya, Haji Muhammad Hafiy Bin Abdullah Fung menyampaikan apresiasi atas konsep dan pengalaman yang ditawarkan Sampean Green Farm. Ia mengaku terkesan dengan pengalaman memetik buah langsung di kebun yang menurutnya memberikan nilai tambah tersendiri.

“Bagus sekali, kita mendapatkan pengalaman untuk memetik buah di Situ Bondo ini. Mengenai maklumat berkaitan kegiatan, saranan saya semoga suatu masa nanti Brunei dan Situbondo melalui persatuan BRUDIFA dapat berhubung untuk mengekspor buah-buahan alpukat dan juga durian Musang King serta Black Thorn,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Situbondo Kota, Rosy Rosaindratna, S.Sos., menegaskan bahwa kunjungan ini menjadi momentum penting dalam mempererat silaturahmi antara Situbondo dan Brunei Darussalam, sekaligus membuka peluang kerja sama ke depan.
“Hari ini kita menyambut kedatangan tamu dari Brunei, baik pejabat, pengusaha, maupun perwakilan organisasi. Ini dalam rangka mempererat silaturahmi antara Situbondo dan Brunei Darussalam, serta membuka prospek kerja sama selanjutnya,” katanya.
Rosy menjelaskan, Sampean Green Farm memiliki potensi besar yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan. Saat ini terdapat sekitar 350 pohon alpukat, 100 pohon durian, serta sekitar 1.100 pohon melon. Dalam kurun waktu tiga tahun ke depan, durian di kawasan tersebut diproyeksikan mulai memasuki masa produktif penuh.

Ia juga menambahkan bahwa pengunjung dari Brunei memiliki ketertarikan khusus terhadap alpukat. “Biasanya mereka senang dengan alpukat, karena alpukat itu sering dikonsumsi saat sarapan pagi. Sarapan mereka biasanya alpukat, bukan nasi,” ungkapnya.
Selain mengunjungi Sampean Green Farm, rombongan BRUDIFA juga dijadwalkan mendatangi sejumlah lokasi strategis lainnya di Situbondo, antara lain Peresmian Alun-Alun Besuki, Taman Nasional Baluran, serta Wisata Pantai Pasir Putih. Rangkaian kunjungan ini diharapkan dapat memperkenalkan potensi Situbondo secara lebih luas, baik dari sisi pariwisata, pertanian, maupun peluang investasi.
Lawatan hormat ini menjadi simbol penguatan hubungan persahabatan lintas negara, sekaligus membuka harapan baru bagi pengembangan kerja sama ekonomi berbasis potensi lokal Situbondo di tingkat regional dan internasional.












