SITUBONDO (SBINews.id) – Setelah 13 hari dinyatakan hilang dalam belantara Hutan Baluran, teka-teki keberadaan Suwardi (68), warga Banyuputih, akhirnya terjawab. Pria lansia yang dilaporkan hilang sejak 4 April 2026 tersebut ditemukan dalam kondisi sudah menjadi kerangka di area Accem Raje, sebelah selatan Aing Taber, kawasan Taman Nasional Baluran, Kamis (16/4/26).
Penemuan Tak Sengaja oleh Pencari Madu
Penemuan jasad Suwardi berawal saat Pak Yuli dan rekannya, Pak Nabela, tengah menyisir hutan untuk mencari madu hutan. Sekitar pukul 14.00 WIB, perhatian mereka teralih oleh sebuah tas hitam yang tergeletak di tengah semak.
“Awalnya teman saya yang melihat tas itu. Begitu kami dekati, tercium bau busuk yang sangat menyengat. Setelah kami cermati lebih dekat, ternyata ada kerangka manusia di sana,” ujar Pak Yuli saat memberikan keterangan.
Menyadari temuan tersebut, Yuli segera menghubungi kerabatnya di Karang Tekok dan seorang aktivis pecinta alam bernama Fauzi. Kabar ini kemudian diteruskan secara berantai hingga petugas Taman Nasional dan pihak kepolisian tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi.
Identitas Terkonfirmasi
Meski kondisi tubuh sudah tidak utuh, barang-barang milik korban ditemukan masih dalam keadaan lengkap. Tas, baju, jaket, hingga sepatu yang dikenakan Suwardi menjadi petunjuk kuat bagi pihak berwenang.
Perwakilan keluarga, Pak Hermanto, telah mengonfirmasi bahwa kerangka tersebut adalah benar Suwardi. Ia mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam kepada para saksi yang menemukan korban, mengingat segala upaya pencarian—baik secara teknis maupun melalui bantuan spiritual—telah dilakukan selama hampir dua minggu terakhir.

Evakuasi dan Kepulangan Sapi
Proses evakuasi melibatkan tim gabungan yang terdiri dari:
- BPBD Situbondo dan Tim Tagana
- Petugas Polsek dan Koramil Banyuputih
- Petugas Taman Nasional Baluran
- Tim Medis Puskesmas Banyuputih
- Perangkat Kecamatan dan warga setempat
Ironisnya, Suwardi dinyatakan hilang saat sedang mencari sapinya yang lepas ke dalam hutan. Namun, menurut penuturan keluarga, sapi yang dicari justru telah kembali sendiri ke kandangnya empat hari yang lalu.
Pemakaman
Jenazah korban langsung dibawa ke RSUD Asembagus menggunakan ambulans untuk proses pembersihan dan pengafanan. Setelah seluruh prosedur selesai, pihak keluarga berencana untuk mengebumikan jenazah Suwardi pada malam ini juga di pemakaman umum setempat.
Pewarta: Sumakki – Editor: Redaksi












