SITUBONDO (SBINews.id) | Keinginan dokter spesialis muda asal Bali siap mengabdi di Situbondo mendapat sambutan positif dari Pemerintah Kabupaten Situbondo. Komitmen tersebut disampaikan saat dr. Yogi Sastrawan, Sp.PD., bertemu Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo (Mas Rio), didampingi Anggota Komisi IV DPRD Situbondo dari Partai NasDem, Hari Budi Prasetya atau yang akrab disapa Mas Pras. Jumat (17/7/26).
Dalam pertemuan itu, dr. Yogi memperkenalkan dirinya sebagai dokter spesialis penyakit dalam (internis) yang baru menyelesaikan pendidikan spesialis. Ia menegaskan bahwa keinginannya mengabdi di Situbondo bukan sekadar mencari tempat bekerja, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab moral atas rekomendasi yang pernah diberikan Pemerintah Kabupaten Situbondo.
Menurut dr. Yogi, saat menempuh pendidikan spesialis pada 2022 lalu, salah satu syarat yang ia penuhi adalah memperoleh rekomendasi dari Pemkab Situbondo dengan komitmen untuk kembali mengabdi setelah lulus.
“Ini merupakan bentuk iktikad baik saya. Jika Situbondo masih membutuhkan tenaga dokter spesialis penyakit dalam, tentu saya berkewajiban untuk kembali dan mengabdi,” ujarnya.
Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti apakah ada dokter spesialis lain yang lulus bersamaan dengannya, mengingat dirinya menempuh pendidikan di Universitas Udayana. Namun, ia berharap semakin banyak dokter muda asal Situbondo yang bersedia kembali membangun pelayanan kesehatan di daerah kelahirannya.
Dr. Yogi juga mengajak para dokter spesialis yang baru lulus agar tidak ragu meniti karier di Situbondo. Menurutnya, kebutuhan tenaga kesehatan spesialis yang masih tinggi menjadi peluang besar sekaligus ladang pengabdian bagi para lulusan baru.
“Saya siap mengabdi di Situbondo. Saya rasa sekarang Situbondo menjadi daerah yang layak diminati oleh para tenaga spesialis untuk membangun karier sekaligus memberikan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menyampaikan apresiasi atas komitmen para dokter muda yang memilih kembali ke daerah setelah menyelesaikan pendidikan spesialis.
Mas Rio menjelaskan bahwa para dokter tersebut memang memperoleh rekomendasi pendidikan dari Pemerintah Kabupaten Situbondo, sehingga memiliki tanggung jawab moral untuk kembali memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Mereka mendapat rekomendasi sekolah dari Pemkab Situbondo. Karena itu mereka memiliki kesadaran dan tanggung jawab untuk kembali mengabdi di Situbondo,” ujar Mas Rio.
Pemerintah daerah, lanjutnya, siap memfasilitasi penempatan para dokter spesialis sesuai kebutuhan layanan kesehatan di berbagai rumah sakit milik pemerintah.
“Nanti akan kami carikan penempatan, bisa di RSUD Besuki, RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo maupun rumah sakit di wilayah Asembagus, sesuai kebutuhan pelayanan,” jelasnya.
Mas Rio juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini Kabupaten Situbondo masih mengalami kekurangan tenaga dokter spesialis dalam jumlah yang cukup besar.
“Saat ini Situbondo masih membutuhkan sekitar 37 dokter spesialis,” tegasnya.
Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Situbondo Hari Budi Prasetya mengatakan pihaknya terus mengawal upaya pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan, khususnya dokter spesialis, melalui komunikasi dengan pemerintah daerah dan para lulusan yang sebelumnya memperoleh rekomendasi pendidikan.
Menurut Mas Pras, DPRD ingin memastikan para dokter spesialis asal Situbondo yang telah difasilitasi pemerintah dapat kembali mengabdikan ilmunya kepada masyarakat.
“Kami berharap siapa pun dokter spesialis yang pernah memperoleh rekomendasi dari Kabupaten Situbondo memiliki iktikad baik untuk kembali dan mengabdi kepada masyarakat Situbondo,” katanya.
Ia menambahkan, Komisi IV DPRD akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk memetakan kebutuhan setiap bidang spesialis sekaligus menelusuri data para dokter yang pernah menerima rekomendasi pendidikan.
“Data kebutuhan dokter spesialis akan kami sinkronkan dengan data dokter yang pernah direkomendasikan Kabupaten Situbondo. Selanjutnya akan kami komunikasikan agar mereka dapat kembali dan berkontribusi di daerah,” ujarnya.
Mas Pras juga mengajak para dokter spesialis yang baru lulus untuk melihat Situbondo sebagai daerah yang memiliki prospek karier sekaligus ruang pengabdian yang luas.
“Dengan kebutuhan sekitar 37 dokter spesialis, ini merupakan peluang besar bagi para fresh graduate untuk membangun karier sekaligus memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat Situbondo,” pungkasnya.












