Berita  

Puluhan Ribu Jamaah Sudah Membludak Sejak Malam Hari Padati Alun-alun Situbondo Sehari Jelang Haul Masyayikh Nusantara

SITUBONDO (SBINews.id) | Sehari menjelang pelaksanaan Haul Masyayikh Nusantara yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (19/7/2026), Alun-alun Situbondo telah dipadati puluhan ribu jamaah dari berbagai daerah di Indonesia. Antusiasme para pecinta ulama dan majelis shalawat itu terlihat sejak Sabtu malam, bahkan jauh sebelum rangkaian acara utama dimulai.

Pantauan di lokasi pada Sabtu (18/7/2026) pukul 23.47 WIB menunjukkan lautan manusia telah memenuhi hampir seluruh kawasan Alun-alun Situbondo. Diperkirakan lebih dari 35 ribu jamaah telah tiba secara bertahap dari Kabupaten Jember, Bondowoso, Banyuwangi, Probolinggo, Pulau Madura, Bali, hingga berbagai kecamatan di Kabupaten Situbondo.

Jumlah tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah hingga menjelang pelaksanaan acara pada Minggu pagi. Selain yang telah berada di alun-alun, ribuan jamaah lainnya diketahui masih berada di sejumlah titik transit, termasuk di Pondok Pesantren Walisongo Situbondo.

Berdasarkan pantauan panitia, sejak pukul 20.00 WIB saja telah terdata rombongan jamaah yang datang menggunakan sekitar 40 bus, belum termasuk kendaraan pribadi, minibus, elf, maupun sepeda motor yang terus berdatangan.

Sejumlah tokoh juga telah hadir lebih awal di lokasi kegiatan, di antaranya Bupati Blora, Jawa Tengah, Dr. H. Arief Rohman, S.IP., M.Si., Wakil Bupati Bondowoso H. As’ad Yahya Syafi’i, S.E., serta Ketua DPRD Kabupaten Bondowoso H. Ahmad Dhafir, S.H.

Kehadiran para tamu kehormatan tersebut disambut langsung oleh Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo atau yang akrab disapa Mas Rio. Didampingi Bupati Blora, Mas Rio menyempatkan diri berkeliling menemui para jamaah yang telah memenuhi alun-alun.

Kehadiran orang nomor satu di Situbondo itu langsung disambut riuh oleh ribuan jamaah. Teriakan takbir, shalawat, hingga panggilan “Mas Rio” bergema dari berbagai sudut alun-alun. Banyak jamaah berusaha mendekat untuk bersalaman dan mengabadikan momen melalui swafoto bersama.

Baca Juga:
Transisi KUHP dan KUHAP Baru, Polres Situbondo Gelar Coffee Morning Lintas Aparat Penegak Hukum

Panitia penyelenggara juga telah menyiapkan berbagai kebutuhan dasar bagi para jamaah yang datang dari luar daerah. Mulai dari tempat bermalam, titik-titik istirahat, hingga konsumsi yang sebagian besar berasal dari gotong royong masyarakat Situbondo.

Ratusan ribu nasi gulung yang merupakan sumbangan warga telah disebar di berbagai pos pelayanan. Selain itu, air mineral dan kopi disediakan dalam jumlah sangat besar untuk memastikan kebutuhan konsumsi jamaah selama mengikuti rangkaian haul dapat terpenuhi.

Bupati Blora, Arief Rohman, mengaku terkesan dengan antusiasme masyarakat yang telah memadati lokasi sejak sehari sebelum acara dimulai.

“Luar biasa, luar biasa. Saya baru kali ini melihat acara seperti ini. Acaranya baru besok pagi, tetapi jamaahnya sudah datang berbondong-bondong sejak tadi.”

Ia berharap syiar Shalawat Nariyah yang menjadi bagian dari kegiatan tersebut semakin luas dan membawa manfaat bagi umat.

“Semoga syiar Shalawat Nariyah ini terus menyebar, tidak hanya di Indonesia tetapi juga sampai ke dunia. Insya Allah nanti juga bisa berkembang di daerah kami, di Blora.”

Sementara itu, Koordinator Jamaah Bondowoso, Zuhri, mengaku bahagia dapat menjadi bagian dari momentum yang dinilainya sangat langka.

“Perasaan saya bahagia sekali. Ini benar-benar fenomenal. Dakwah dari guru seperti ini mungkin paling tidak terjadi sepuluh tahun sekali. Jadi kami sangat bahagia bisa hadir.”

Ia menyebut rombongan dari Bondowoso mencapai hampir 500 jamaah yang seluruhnya berangkat secara sukarela dengan biaya mandiri.

“Sekitar hampir 500 jamaah dari Bondowoso. Semuanya datang dengan biaya sendiri, ikhlas demi para masyayikh.”

Menurutnya, seluruh rombongan memilih bermalam di kawasan Alun-alun Situbondo sebagai bentuk perjuangan untuk mengikuti haul sejak awal.

“Teman-teman sekarang berdiam di tengah alun-alun dan di pos-pos masing-masing. Ini bagian dari perjuangan kami.”

Baca Juga:
Percepat Pengentasan Kemiskinan Ekstrem, Pemprov Jatim dan Pemkab Situbondo Salurkan Bantuan Modal Usaha

Zuhri berharap seluruh rangkaian Haul Masyayikh Nusantara dapat berjalan lancar serta membawa keberkahan bagi seluruh jamaah.

“Semoga acaranya sukses, tidak ada kendala apa pun, serta membawa barokah dan manfaat bagi semuanya.”

Koordinator Jamaah Jember, Santoso, juga menyampaikan bahwa rombongannya telah mempersiapkan keberangkatan jauh-jauh hari karena tingginya minat masyarakat mengikuti haul tersebut.

“Alhamdulillah jamaah dari Jember sangat antusias. Kami datang dengan niat mencari berkah, mempererat ukhuwah, sekaligus mengikuti syiar para masyayikh. Semoga acara ini menjadi pemersatu umat dan membawa keberkahan bagi Situbondo.”

Hal senada disampaikan Koordinator Jamaah Bali, Sandi Agung, yang menilai perjalanan lintas pulau bukan menjadi penghalang untuk menghadiri kegiatan tersebut.

“Kami menempuh perjalanan cukup panjang dari Bali, tetapi semua terasa ringan karena niatnya ibadah. Semoga kegiatan ini menjadi inspirasi bahwa kecintaan kepada ulama mampu menyatukan jamaah dari berbagai daerah.”

Dari Banyuwangi, Koordinator Jamaah Suprapto mengatakan besarnya antusiasme masyarakat menunjukkan kuatnya kecintaan kepada para masyayikh.

“Sejak beberapa hari lalu jamaah sudah mendaftarkan diri. Alhamdulillah kami bisa hadir bersama-sama. Semoga seluruh rangkaian haul berlangsung khidmat, aman, dan penuh keberkahan.”

Sementara itu, Koordinator Jamaah Sumenep, Madura, Adnan, berharap momentum Haul Masyayikh Nusantara dapat mempererat persaudaraan antar umat Islam di berbagai daerah.

“Kami datang dari Madura membawa semangat persaudaraan. Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi wasilah memperkuat ukhuwah, menambah kecintaan kepada para ulama, dan membawa keberkahan bagi seluruh bangsa.”

Dok.Foto: TNI dan POLRI bersama beberapa komunitas Pemuda Kultur bahu-membahu mengawal dan menertibkan acara.

Dengan terus berdatangannya jamaah hingga larut malam, Haul Masyayikh Nusantara 2026 diperkirakan menjadi salah satu kegiatan keagamaan terbesar yang pernah digelar di Kabupaten Situbondo. Panitia pun mengimbau seluruh jamaah untuk menjaga ketertiban, kebersihan, serta mengikuti arahan petugas demi kelancaran seluruh rangkaian acara.

Baca Juga:
Nestapa dari Jatibanteng: Jeritan Ratna Ningsih di Kawasan Tanah Konflik Arab Saudi
Penulis: HamzahEditor: Redaksi
error: