Berita  

Nestapa dari Jatibanteng: Jeritan Ratna Ningsih di Kawasan Tanah Konflik Arab Saudi

SITUBONDO – Sebuah video singkat yang menyayat hati menjadi pemantik harapan bagi keluarga di Dusun Krajan, Desa Semambung. Dalam rekaman yang viral di jagat maya tersebut, Ratna Ningsih (39), seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Situbondo, memohon pertolongan kepada Presiden Prabowo Subianto dan anggota DPR RI, Nasim Khan, untuk dipulangkan dari Arab Saudi.

Merespons jeritan tersebut, Tim Nasim Khan Indonesia (NKI) bergerak cepat melakukan penelusuran. Pada Senin (2/3/26), tim menyambangi rumah sederhana di Kecamatan Jatibanteng tersebut untuk mengurai benang kusut yang menjerat Ratna.

Di depan pintu rumahnya, Fira (20), putri sulung Ratna, menyambut tim dengan mata sembab. Setiap kata yang keluar dari bibirnya bergetar, menceritakan komunikasi sembunyi-sembunyi yang ia lakukan dengan sang ibu di tanah rantau.

“Ibu menghubungi saya sembunyi-sembunyi di kamar mandi, biasanya jam 2 atau 3 dini hari karena takut ketahuan majikan,” ungkap Fira terisak.

Ratna, yang baru tiga hari bekerja, mengaku mengalami perlakuan yang jauh dari kata manusiawi. Isak tangis menjadi latar belakang tetap setiap kali suara Ratna terdengar di seberang telepon. Ia merasa terjebak dalam situasi yang tidak ia bayangkan sebelumnya.

Kepedihan Fira kian berlipat saat pihak penyalur atau sponsor meminta uang tebusan yang fantastis jika ingin ibunya pulang. Angka Rp.60 juta hingga Rp.65 juta dipasang sebagai harga kebebasan Ratna.

“Kami tidak punya uang sebanyak itu. Saya di sini sendirian mengurus anak, bapak sudah cerai dengan ibu. Ibu seperti diperjualbelikan di sana,” ucap Fira lirih.

Perwakilan Tim NKI, Agung Hariyanto, mencium adanya aroma kriminal dalam kasus ini. Berdasarkan penelusuran awal, kuat dugaan bahwa Ratna diberangkatkan secara nonprosedural atau ilegal.

Baca Juga:
Misteri Hilangnya Pencari Sapi Berakhir: Suwardi Ditemukan di Hutan Baluran Dalam Keadaan Telah Jadi Kerangka

“Kami menduga Ratna merupakan korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) berkedok pengiriman tenaga kerja. Jika benar ia berangkat secara ilegal, ini adalah pelanggaran hukum serius yang harus diusut tuntas,” tegas Agung.

Kasus Ratna Ningsih kembali memotret potret buram perlindungan pekerja migran Indonesia. Demi impian ekonomi, jalur-jalur berisiko seringkali ditempuh tanpa menyadari bahaya yang mengintai di negara penempatan.

Agung memastikan bahwa seluruh temuan di lapangan akan segera dilaporkan kepada Nasim Khan di Jakarta untuk dikoordinasikan dengan otoritas terkait. Meski prosedur lintas negara tidaklah sederhana, Tim NKI berkomitmen mencari jalan keluar terbaik.

Kini, di sebuah sudut desa di Situbondo, Fira hanya bisa memeluk harapannya erat-erat. Ia menunggu kepastian bahwa ibunya bukan sekadar angka dalam statistik pekerja migran, melainkan nyawa yang harus segera diselamatkan dan dipulangkan ke pelukannya.

Penulis: Hamzah - TimEditor: Hamzah
error: