Berita  

KSOP Panarukan Tunda Sementara Keberangkatan Kapal ke Kepulauan Madura Akibat Cuaca Buruk

SITUBONDO (SBINews.id) | Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Panarukan memberlakukan penundaan sementara keberangkatan kapal menuju wilayah kepulauan di Madura sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi cuaca buruk di perairan. Kebijakan tersebut diambil demi mengutamakan keselamatan dan keamanan pelayaran serta meminimalkan risiko kecelakaan laut akibat gelombang tinggi dan angin kencang.

Kebijakan penundaan ini merupakan tindak lanjut atas Surat Imbauan Kewaspadaan terhadap Kondisi Cuaca Buruk di Laut yang diterbitkan Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran pada 23 Juli 2026. Surat tersebut menginstruksikan seluruh penyelenggara pelayaran untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca yang berpotensi membahayakan aktivitas pelayaran di sejumlah wilayah perairan Indonesia, termasuk kawasan Madura.

Dasar penerapan kebijakan tersebut juga mengacu pada Prakiraan Cuaca Maritim yang diterbitkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Maritim Perak Surabaya pada 22 Juli 2026. Dalam prakiraan tersebut disebutkan adanya potensi peningkatan kecepatan angin disertai gelombang tinggi di Perairan Kepulauan Sapudi bagian selatan dan Perairan Kepulauan Kangean bagian selatan selama periode 23 hingga 26 Juli 2026.

BMKG memperkirakan tinggi gelombang di wilayah perairan Madura dan sekitarnya mencapai 1,10 hingga 2,0 meter. Kondisi tersebut dinilai cukup berbahaya, terutama bagi kapal penumpang, kapal nelayan, serta kapal-kapal berukuran kecil yang lebih rentan terhadap pengaruh cuaca ekstrem.

Kepala Kantor KSOP Kelas IV Panarukan, Herland Aprilyanto, menegaskan bahwa keputusan penundaan keberangkatan merupakan langkah preventif yang harus dipatuhi seluruh pemilik kapal, operator kapal, maupun nakhoda demi keselamatan bersama.

“Keselamatan dan keamanan pelayaran merupakan prioritas utama. Mengingat adanya potensi peningkatan tinggi gelombang dan kecepatan angin, kami mengimbau seluruh pemilik kapal, operator, dan nakhoda agar menunda keberangkatan hingga kondisi cuaca kembali kondusif,” ujar Herland.

Baca Juga:
Hindari Polarisasi di Desa, Bupati Rio Imbau Panitia PAW Desa Jaga Kondusivitas

Selain mengimbau penundaan keberangkatan, KSOP Panarukan juga meminta seluruh operator kapal untuk terus memantau informasi terkini mengenai perkembangan cuaca maritim yang dikeluarkan BMKG. Pembaruan informasi cuaca tersebut diharapkan selalu diperiksa, terutama paling lambat dua jam sebelum jadwal keberangkatan kapal.

Herland juga mengingatkan bahwa apabila selama pelayaran terjadi perubahan kondisi cuaca yang semakin memburuk, nakhoda wajib segera berkoordinasi dengan Syahbandar terdekat. Langkah tersebut penting agar kapal dapat memperoleh arahan maupun tindakan penanganan yang diperlukan demi menjaga keselamatan penumpang, awak kapal, dan muatan.

Menurutnya, kepatuhan terhadap informasi cuaca menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan pelayaran yang aman. Karena itu, setiap keputusan berlayar harus mempertimbangkan kondisi cuaca terkini, bukan semata-mata mengejar jadwal operasional.

Penundaan sementara keberangkatan kapal ini merupakan bagian dari upaya mitigasi risiko yang dilakukan pemerintah untuk mencegah terjadinya kecelakaan laut akibat cuaca ekstrem. Keselamatan jiwa manusia tetap menjadi prioritas utama dibandingkan kepentingan operasional pelayaran.

KSOP Kelas IV Panarukan berharap seluruh pemangku kepentingan di sektor transportasi laut dapat mendukung kebijakan tersebut dengan mematuhi seluruh ketentuan yang telah ditetapkan. Kerja sama antara regulator, operator kapal, nakhoda, dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam menjaga keselamatan pelayaran.

Dengan meningkatnya kewaspadaan terhadap potensi cuaca buruk selama beberapa hari ke depan, masyarakat yang akan melakukan perjalanan laut menuju wilayah kepulauan Madura diimbau untuk menyesuaikan rencana keberangkatan serta terus mengikuti informasi resmi dari BMKG dan KSOP Panarukan hingga kondisi perairan kembali dinyatakan aman untuk dilayari.

Penulis: Hamzah - TimEditor: Redaksi
error: