Berita  

Cegah Phishing dan Pinjol Ilegal, Nasim Khan Bersama BRI Edukasi Ratusan Warga Situbondo

SITUBONDO (SBINews.id) | Maraknya penipuan berbasis digital menjadi perhatian serius Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PKB, HM. Nasim Khan. Bersama Bank Rakyat Indonesia (BRI), Nasim Khan menggelar Sosialisasi Kemitraan BUMN untuk mengedukasi masyarakat dengan pengetahuan mengenai keamanan transaksi digital, Jumat (7/8/26).

Bertempat di Aula SMAN 2 Situbondo, kegiatan tersebut diikuti ratusan peserta. Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya Habib Husein, KH. Alma’i Sufyan, Anggota DPRD Situbondo Fraksi PKB Zulfikar Purnama Rahman dan Yazid Hasyim, Direktur Nasim Khan Indonesia (NKI) Aurangzeb, jajaran BRI, serta tamu undangan lainnya.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diperkenalkan dengan berbagai modus penipuan digital yang saat ini semakin berkembang. Mulai dari phishing, vishing, scam, hingga modus yang menawarkan keuntungan atau imbal hasil tinggi dan berujung pada perjudian maupun pinjaman online ilegal.

Nasim Khan mengatakan, masyarakat harus semakin berhati-hati karena pelaku kejahatan digital terus mencari cara baru untuk memperoleh data maupun uang korban.

“Peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kerahasiaan data pribadi, kode OTP, PIN, password, serta informasi perbankan lainnya,” ujar Nasim Khan.

Ia menjelaskan, phishing menjadi salah satu modus yang patut diwaspadai. Pelaku biasanya mengirimkan pesan atau tautan yang dibuat seolah-olah berasal dari lembaga resmi. Ketika korban membuka tautan tersebut dan memasukkan data, informasi penting dapat jatuh ke tangan pelaku.

Nasim Khan menilai peningkatan penggunaan layanan perbankan digital harus diikuti dengan peningkatan literasi masyarakat.

“Literasi digital dan keuangan menjadi semakin penting seiring meningkatnya penggunaan layanan perbankan digital di tengah masyarakat. Edukasi secara langsung diharapkan dapat membuat masyarakat lebih berhati-hati sebelum memberikan informasi atau melakukan transaksi,” jelasnya.

Menurutnya, jangan sampai masyarakat menjadi korban hanya karena kurang memahami cara mengenali modus penipuan digital.

Baca Juga:
DBHCHT Perkuat Sektor Pertanian Situbondo, Dispertangan Kelola Anggaran Lebih dari Rp.16 Miliar untuk Sarana, Prasarana, dan Penyuluhan

Karena itu, Nasim Khan menegaskan bahwa edukasi semacam ini perlu terus dilakukan secara berkelanjutan. Ia berharap masyarakat tidak hanya mengetahui bahaya kejahatan digital, tetapi juga mampu mengambil langkah pencegahan ketika menerima pesan atau tawaran mencurigakan.

Nasim Khan turut memberikan apresiasi kepada BRI Cabang Situbondo yang dinilai konsisten memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk dalam mendampingi pelaku UMKM.

“Saya apresiasi yang mendalam kepada jajaran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Situbondo beserta seluruh staf atas pelayanan yang konsisten dan dedikasinya dalam melayani masyarakat,” katanya.

Ia menilai BRI merupakan salah satu mitra strategis yang memiliki kedekatan dengan masyarakat, terutama dalam mendukung aktivitas ekonomi dan pengembangan UMKM.

Nasim Khan juga menyampaikan apresiasi atas kolaborasi dalam pelaksanaan Sosialisasi Kemitraan BUMN tersebut. Menurutnya, sinergi antara DPR RI, perbankan, dan masyarakat diperlukan untuk membangun ekosistem digital yang lebih aman.

Sementara itu, Manager Bisnis Mikro BRI Kristianto mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pesan yang mengatasnamakan bank.

“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pesan yang mengatasnamakan bank, terutama yang meminta data pribadi atau mengarahkan penerima untuk mengakses tautan tertentu,” tegasnya.

Kristianto meminta masyarakat selalu melakukan verifikasi apabila menerima informasi mencurigakan. Menurutnya, masyarakat harus menggunakan kanal resmi BRI apabila membutuhkan informasi maupun layanan perbankan.

Bagi pelaku UMKM, kata Kristianto, pemahaman tersebut semakin penting karena aktivitas bisnis saat ini banyak memanfaatkan transaksi digital. Keamanan transaksi menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan usaha.

Sosialisasi juga menjadi ruang dialog bagi para pelaku usaha untuk menyampaikan berbagai persoalan, aspirasi, dan pertanyaan terkait pengembangan bisnis mereka.

Materi sosialisasi disampaikan oleh Marini Andriyani, Bagus Setiawan Pramudianto, dan Azhar Datuk dari BRI. Para peserta mendapatkan penjelasan mengenai berbagai ancaman digital sekaligus langkah yang dapat dilakukan untuk menghindarinya.

Baca Juga:
Pesan Langit Lora Ma’i untuk Pemimpin Baru Situbondo: Maharnya adalah Sholawat Nariyah

Nasim Khan berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan kewaspadaan masyarakat Situbondo terhadap kejahatan digital.

Ia menegaskan, keamanan transaksi bukan hanya menjadi tanggung jawab lembaga perbankan, tetapi juga membutuhkan kesadaran pengguna untuk menjaga data dan tidak sembarangan mengikuti instruksi dari pihak yang tidak dapat diverifikasi.

Dengan meningkatnya literasi digital dan keuangan, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan teknologi perbankan secara lebih aman, sekaligus terhindar dari kerugian akibat phishing, scam, pinjaman online ilegal, maupun bentuk kejahatan digital lainnya.

Penulis: HamzahEditor: Redaksi
error: