Berita  

Bentengi Generasi Muda dari Dampak Medsos, Dina Lorenza Perkuat Nilai 4 Pilar di Situbondo

SITUBONDO (SBINews.id) – Di tengah gempuran arus digitalisasi yang mulai mengikis sekat-sekat etika dan karakter bangsa, anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Dina Lorenza Audria, S.I.P., turun langsung menemui konstituennya di Desa Sumber Kolak, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, pada hari Selasa, 3 Februari 2026.

Kehadiran legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur III yang meliputi Banyuwangi, Situbondo, dan Bondowoso ini bertujuan untuk melaksanakan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI. Kegiatan ini menjadi krusial sebagai upaya memperkuat identitas nasional dan persatuan bangsa di level akar rumput.

Dalam sambutannya, Dina Lorenza menyoroti fenomena sosial yang kian memprihatinkan. Ia menekankan bahwa meskipun infrastruktur dan regulasi sudah ada, angka kriminalitas seperti pembegalan masih marak terjadi. Menurutnya, hal ini menjadi sinyal kuat bahwa nilai-nilai luhur bangsa mulai meluntur.

“Tantangan besar kita saat ini ada di dalam rumah sendiri. Pengaruh media sosial seperti Instagram dan TikTok telah mengubah perilaku anak-anak kita,” ujar Dina dengan nada prihatin.

Ia mengisahkan perubahan drastis sopan santun generasi muda. Jika dahulu anak pulang sekolah terbiasa mengucapkan salam dan mencium tangan orang tua, kini banyak yang justru langsung mengurung diri di kamar dengan gawai mereka. Kondisi inilah yang mendorongnya untuk terus mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam membimbing anak berdasarkan nilai-nilai Pancasila.

Sesuai dengan amanat UU No. 17 Tahun 2014, Dina membedah esensi dari empat pilar yang menjadi penyangga keutuhan Indonesia:

  1. Pancasila: Sebagai ideologi dan pandangan hidup yang memandu arah bangsa.
  2. UUD NRI 1945: Sebagai konstitusi dan landasan hukum tertinggi di tanah air.
  3. NKRI: Bentuk negara final yang menjadi harga mati demi menjamin persatuan.
  4. Bhinneka Tunggal Ika: Semboyan yang merawat keberagaman suku, ras, dan agama sebagai kekayaan nasional.
Baca Juga:
Nasim Soroti Fenomena Panic Buying LPG 3 Kg dan Ingatkan Dapur MBG Tak Gunakan Gas Bersubsidi

“Mari kita mulai dari hal yang paling sederhana, yaitu mengamalkan Sila Pertama. Selain beribadah sesuai keyakinan, kita wajib menghormati perbedaan enam agama yang ada. Begitu juga Sila Kedua, yang mengajarkan kita untuk tetap beradab dan menjaga hubungan baik antar sesama manusia,” tambah Dina yang juga fokus pada bidang perindustrian, UMKM, dan pariwisata ini.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan masyarakat Desa Sumber Kolak, khususnya generasi muda, dapat kembali membumikan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari, demi menjaga keharmonisan di tengah keberagaman bangsa yang luar biasa.

Penulis: HamzahEditor: Hamzah
error: