SITUBONDO (SBINews.id) – Suasana sejuk dan hamparan hijau menyambut kedatangan Slamet Yantoko, S.Sos., M.M., atau yang akrab disapa Kang Selamet, saat menginjakkan kaki di Agro Wisata Sampean Green Farm (SGF), Desa Kotakan, Situbondo. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bondowoso tersebut hadir bersama keluarga besarnya untuk melihat langsung transformasi lahan yang kini tengah viral di media sosial.
SGF berdiri di atas lahan seluas 1,5 hektar yang awalnya merupakan area terdampak banjir bandang. Namun, di tangan dingin pengelolanya, “lahan mati” tersebut disulap menjadi kebun produktif yang memanjakan mata. Pengunjung dapat menemukan varietas alpukat unggulan seperti Micky, Markus, hingga Aligator, serta perkebunan melon hidroponik yang dikelola secara modern.
Bagi Kang Selamet, kunjungan ini bukan sekadar perjalanan wisata biasa. Sebagai birokrat asal Situbondo yang memiliki karier moncer —pernah menjabat Camat Wonosari hingga Kasatpol PP Bondowoso— ia melihat potensi ekonomi kerakyatan yang besar dari pemanfaatan lahan.

“Alhamdulillah, kami melihat informasi dari TikTok dan langsung tertarik ke sini. Tempat yang asalnya bekas banjir ini ternyata bisa diolah menjadi wisata agrobis yang luar biasa. Ini bukti bahwa tidak ada lahan yang tidak bermanfaat jika dikelola oleh tenaga profesional,” ujar Kang Selamet dengan antusias.
Saking terkesannya, Kang Selamet bahkan memborong sejumlah buah alpukat dan bibit pohonnya untuk ditanam di pekarangan pribadinya, baik yang ada di Bondowoso maupun Situbondo. Ia berharap langkah ini menjadi edukasi bagi masyarakat luas untuk lebih produktif dalam memanfaatkan lahan pekarangan.
Kehadiran pejabat teras dari kabupaten tetangga ini disambut hangat oleh Humas SGF, Suhermanto, yang akrab disapa Om Herman. Sosok pengusaha sukses yang membangun bisnisnya dari bawah ini mengapresiasi kunjungan tersebut sebagai bentuk dukungan moral bagi pegiat agrowisata lokal.

Sebagai catatan, SPBU Watu Lungguh Kotakan, SPBU Panarukan, Homestay Watu Lungguh, Hotel Panarukan (bintang 1) saat ini dikelola dan beraktivitas di bawah pengelolaan tangan dingin Om Herman. Pria berkumis itu juga terlibat di berbagai lembaga kemasyarakatan dan juga media pemberitaan sebagai pembina.
“Kami sangat berterima kasih kepada Mas Selamet atas kunjungannya. Harapan kami, ke depan akan ada kerja sama yang lebih erat antar-kabupaten untuk memajukan potensi agrowisata di Situbondo,” tutur Om Herman.
Selain area perkebunan, SGF juga dilengkapi dengan kantin terbuka yang menawarkan pemandangan langsung ke arah kebun. Pengunjung dapat menikmati jus buah segar sambil menghirup udara bersih, menjadikan tempat ini destinasi wisata edukasi yang menjanjikan di jantung Kabupaten Situbondo.












