SITUBONDO (SBINews.id) – Menghadapi ancaman kemarau panjang yang diprediksi menjadi yang terlama dalam tiga dekade terakhir, Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo (Mas Rio), melakukan langkah strategis untuk mengamankan pasokan listrik di wilayahnya. Pada Senin malam (20/04/26), Mas Rio menerima kunjungan jajaran PLN UPT Probolinggo di Pendopo Rakyat Situbondo untuk membahas mitigasi gangguan jaringan transmisi.
Pertemuan yang berlangsung hangat ini dihadiri langsung oleh Manager PLN UPT Probolinggo, Budi Santoso, serta didampingi Kepala Dinas Perhubungan Situbondo, Drs. Nugroho, M.Si.
Bahaya ‘Pangambek’ dan Kawat Layangan
Salah satu poin krusial yang dibahas adalah kebiasaan lokal menyegat layangan putus menggunakan kawat atau yang dikenal dengan istilah “pangambek“. Sebagai sosok yang juga gemar bermain layangan, Mas Rio memberikan peringatan keras terhadap aktivitas tersebut.
“Saya pemain layangan, tapi saya melarang keras adanya pangambek. Ini membahayakan jaringan transmisi. Kalau kawat itu mengenai kabel, dampaknya bukan cuma Situbondo, tapi Bali dan Banyuwangi bisa gelap total. Ekonomi pasti lumpuh,” tegas Mas Rio.
Ia menjelaskan bahwa fokus penindakan bukan pada pemain layangannya, melainkan pada penggunaan benang kawat untuk menyegat layangan putus. Mas Rio memastikan akan melakukan operasi rutin untuk menegakkan Peraturan Daerah (Perda) yang sudah ada.
Mitigasi Kebakaran Lahan di Jalur Transmisi
Selain masalah layangan, risiko kebakaran lahan di bawah jalur transmisi tegangan tinggi menjadi perhatian serius. Berkaca pada insiden kebakaran di tahun 2024, Mas Rio berencana melakukan kajian pemetaan desa-desa yang berada di jalur transmisi.
“Kami akan berembuk dengan camat dan kepala desa untuk mengedukasi warga agar tidak sembarangan membuang puntung rokok atau membakar sampah di area tersebut, terutama saat semua tanaman sudah kering di musim kemarau,” tambahnya.
Sinergi dan Apresiasi PLN
Manager PLN UPT Probolinggo, Budi Santoso, menyatakan rasa puasnya atas respon cepat dan keterbukaan Bupati Situbondo. Menurutnya, koordinasi ini sangat krusial karena wilayah Situbondo merupakan jalur vital yang mengalirkan energi dari pembangkit Paiton menuju wilayah timur Jawa hingga Bali.
“Apresiasi setinggi-tingginya untuk Mas Rio. Respon beliau luar biasa, bahkan di luar ekspektasi saya. Jika skalanya 1 sampai 10, saya beri nilai 10,” ujar Budi disambut tawa akrab Mas Rio.
Struktur Pengawasan Jaringan
Tenaga Lapangan Gardu Induk Situbondo, Arif, menjelaskan bahwa pihaknya fokus pada pengamanan transmisi tegangan tinggi di wilayah Situbondo yang berada di bawah komando UPT Probolinggo dan wilayah kerja Jember.
“Kami menangani di sisi tegangan tingginya agar distribusi listrik ke konsumen tetap andal. Kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten ini sangat membantu kami dalam menjaga aset negara yang vital ini,” pungkas Arif.
Dengan adanya langkah mitigasi ini, diharapkan pelayanan listrik kepada masyarakat tetap stabil meski tantangan cuaca ekstrem melanda dalam beberapa bulan ke depan.
Pewarta: Hamzah – Editor: Redaksi












