Berita  

Membasuh Luka, Mengetuk Pintu Berkah: Saat Pendopo Kecamatan Situbondo Menjadi Rumah Hangat bagi Anak Yatim

SITUBONDO (SBINews.id) – Suasana khidmat menyelimuti Pendopo Kecamatan Situbondo Kota pada Kamis sore (5/3/26). Di bawah tema besar “Kebersamaan Membawa Keberkahan, Indahnya Berbagi“, puluhan anak yatim berkumpul tidak sekadar untuk membatalkan puasa, melainkan untuk merasakan hangatnya kepedulian dari para pemangku kebijakan di Kabupaten Situbondo.

Acara buka bersama dan santunan ini merupakan kolaborasi apik antara Pemerintah Kecamatan Situbondo dengan Yayasan Dana Sosial Al-Falah (YDSF). Kehadiran kelompok Jamiatul Hadrah menambah syahdu suasana sore hari ke-15 Ramadan tersebut, sementara dukungan dari Lapak UMKM Klinik 116 mempertegas semangat pemberdayaan lokal dalam bingkai filantropi.

Mewakili Bupati Situbondo, Sekretaris Daerah Drs. Akhmad Yulianto, M.Si., hadir memberikan sambutan yang menyentuh. Di hadapan 70 anak yatim jenjang SD hingga SMP, Sekda Yulianto memuji keteguhan mereka dalam menjalankan ibadah di pertengahan bulan suci ini.

“Alhamdulillah, di hari ke-15 ini adik-adik masih kuat berpuasa. Tidak ada yang mokel (buka sebelum waktunya), ya? Semoga istiqomah,” ujar Yulianto disambut senyum malu-malu para peserta.

Yulianto menekankan bahwa pemerintah daerah sangat mengapresiasi terhadap inisiatif Camat Situbondo dalam menghidupkan marwah Ramadan melalui aksi nyata.

“Bapak dan Ibu yang di depan ini ingin membagi kebahagiaan. Kita berdoa agar semua pengurus diberikan rezeki lancar dan barokah, sehingga tahun-tahun berikutnya kita bisa berbagi kembali,” tambahnya.

Di balik seremoni penyerahan uang saku dan alat sekolah, Camat Situbondo Kota, Rosy Rosaindratna, S.Sos., mengungkapkan misi yang lebih strategis. Bagi Camat Rosy, kegiatan ini adalah momen “jemput bola” untuk memetakan data kesejahteraan anak-anak yatim non-panti yang selama ini tinggal bersama keluarga dengan ekonomi terbatas.

“Kalau anak di panti asuhan, kesejahteraannya relatif lebih terjamin. Kami sengaja mengundang mereka yang di lingkungan keluarga namun kekurangan ekonomi agar mereka merasa diperhatikan dan tidak minder,” jelas Camat Rosy.

Baca Juga:
Lompati Margin Politik, Nasim Khan Gandeng Investor Bantu Korban Banjir Situbondo

Camat yang baru menjabat tiga bulan ini bergerak cepat. Momentum buka bersama dimanfaatkan untuk memvalidasi data kemiskinan agar anak-anak tersebut masuk dalam desil yang tepat untuk menerima bantuan sosial seperti BPNT atau PKH.

Tidak berhenti di situ, rencana intervensi jangka panjang pun telah disusun:

  • Pendidikan: Anak berprestasi diusulkan mendapat beasiswa “Satu Penuh Cerdas”, sementara yang rentan putus sekolah akan didorong masuk program ATS.
  • Kesehatan & Hunian: Melibatkan Puskesmas untuk pantauan kesehatan dan menjembatani renovasi rumah melalui Baznas jika ditemukan kondisi hunian yang tidak layak.

Target ambisius juga dipatok oleh Camat Rosy, yakni membentuk Forum Anak di tingkat kecamatan dengan memprioritaskan anak yatim sebagai pengurusnya. Tujuannya jelas: membangun kepercayaan diri dan kemampuan berorganisasi sejak dini.

Sinergi dengan YDSF pun telah diperkuat melalui program Jumat Barokah, di mana pegawai kecamatan dan desa rutin menyisihkan sedekah. Ke depan, kerja sama ini akan dikembangkan ke arah pemberdayaan ekonomi masyarakat yang lebih luas.

Menutup rangkaian acara, Camat Rosy menitipkan pesan emosional bagi anak-anak perempuan dan laki-laki yang hadir sore itu: “Jangan karena yatim atau miskin lalu menjadi pesimis. Kalian harus semangat, tidak boleh minder. Terutama untuk anak-anak perempuan, harus lebih percaya diri dalam menatap masa depan!” pungkasnya tegas.

Hadir dalam kegiatan tersebut: Camat Situbondo, Pj. Sekda Situbondo, Kapolsek dan perwakilan Koramil Situbondo Kota, Pj. Kadinsos, Kepala KUA, serta para Kepala Desa (Kalibagor, Kotakan, Talkandang) dan Lurah (Patokan, Dawuhan) beserta jajaran perangkat kecamatan.

Penulis: HamzahEditor: Hamzah
error: