SITUBONDO – Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Kabupaten Situbondo menggelar Pengukuhan Kepengurusan sekaligus Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) untuk masa bakti 2026–2031, Minggu (4/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di EdHotel Lotus, Jalan Gunung Arjuno Nomor 17, Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo, tersebut menjadi momentum konsolidasi internal sekaligus penyusunan langkah strategis PKB Situbondo dalam menghadapi dinamika politik dan kebutuhan masyarakat ke depan.
Sejumlah jajaran PKB Jawa Timur dan Kabupaten Situbondo turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Wakil Ketua DPW PKB Jawa Timur Nur Faizin, M.A., Hj. Siti Nafsiyah, S.IP., Wakil Sekretaris Dewan Tanfidz H. Thoriqul Haq, Wakil Ketua Dewan Tanfidz, serta Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo.
Ketua DPC PKB Kabupaten Situbondo, H. Ali Yafie, dalam sambutannya menegaskan bahwa Situbondo memiliki sejarah panjang sebagai salah satu basis PKB. Menurutnya, perjalanan politik PKB di Situbondo telah menunjukkan dinamika sejak Pemilu 1999.
“Kabupaten Situbondo tidak pernah kalah. Mulai sejak tahun 1999 hingga 2004, PKB masih menang. Bahkan pada waktu itu kita hampir meraih setengah kuorum, lebih dari 29 kursi bisa kita hadirkan di Kabupaten Situbondo,” ujar Ali Yafie.
Ia mengakui, perjalanan PKB Situbondo sempat mengalami penurunan pada Pemilu 2009. Saat itu, PKB hanya memperoleh empat kursi di DPRD Kabupaten Situbondo.
Namun, kondisi tersebut kemudian berbalik. Pada Pemilu 2014, PKB berhasil meningkatkan perolehan menjadi 11 kursi. Tren tersebut, kata Ali Yafie, berlanjut pada Pemilu 2019 dan 2024 dengan PKB mempertahankan 13 kursi di DPRD Kabupaten Situbondo.
“Mudah-mudahan kita terus diberi kekuatan oleh Allah SWT. Sejarah ini tidak akan pernah meleset lagi di Situbondo, dan PKB betul-betul dimenangkan oleh Allah SWT,” katanya.
Ali Yafie menambahkan, pengukuhan kepengurusan periode 2026–2031 tidak boleh dimaknai sebatas seremoni organisasi. Menurutnya, pengukuhan merupakan momentum untuk memperbarui komitmen dan amanah seluruh jajaran partai, mulai dari tingkat cabang hingga struktur terbawah.
“Pengukuhan ini bukan hanya sekadar seremoni formal, melainkan bentuk pengukuhan amanah dan ikrar untuk terus memperjuangkan aspirasi serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Situbondo,” tegasnya.
Politik Kehadiran dan Pelayanan
Sementara itu, sambutan Ketua DPW PKB Jawa Timur Abdul Halim Iskandar yang dibacakan H. Thoriqul Haq menekankan pentingnya membangun kepercayaan masyarakat melalui kerja nyata.
Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa kemenangan politik tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses panjang membangun kepercayaan masyarakat.
“Kemenangan adalah buah dari kepercayaan, dan kepercayaan tidak tumbuh dari baliho. Kepercayaan dibangun dari kehadiran setiap waktu, kepercayaan dibentuk dari kerja nyata,” kata Thoriqul Haq membacakan sambutan Abdul Halim Iskandar.
Karena itu, jajaran PKB diminta tidak hanya hadir ketika momentum Pemilu tiba. Kehadiran kader dan struktur partai, menurut pesan tersebut, harus dirasakan masyarakat dalam berbagai persoalan kehidupan sehari-hari.
“Jangan datang kepada rakyat hanya ketika Pemilu. Datanglah ketika rakyat membutuhkan. Ketika petani kesulitan pupuk dan bibit, kita harus bantu. Ketika UMKM membutuhkan penguatan, harus kita advokasi. Ketika warga membutuhkan akses kesehatan, harus kita layani. Ketika anak-anak membutuhkan pendidikan, kita penuhi,” ujarnya.
Ia melanjutkan, ketika masyarakat menghadapi persoalan, kader PKB diharapkan berada di tengah-tengah mereka.
“Ketika rakyat menghadapi kesulitan, kita berdiri di tengah mereka. Itulah politik kehadiran, itulah politik pelayanan, dan itulah khidmah PKB,” kata Thoriqul Haq.
Struktur Partai Diminta Segera Bergerak
Dalam kesempatan tersebut, jajaran pengurus DPC PKB Situbondo yang baru dikukuhkan juga diminta segera melakukan konsolidasi organisasi.
Sejumlah agenda yang ditekankan meliputi penuntasan struktur partai hingga tingkat anak ranting, melengkapi struktur lembaga dan badan partai, menyusun program kerja serta kalender kegiatan organisasi.
Seluruh keputusan yang dihasilkan melalui Mukercab juga diminta segera diterjemahkan menjadi program kerja yang dapat dijalankan di lapangan.
“Jalankan keputusan Musyawarah Kerja Cabang, pastikan tidak ada struktur yang tidur, tidak ada kader yang kehilangan arah, tidak ada ruang yang sunyi dari pelayanan dan pengabdian,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan optimisme terhadap kekuatan struktur PKB di Jawa Timur. Berdasarkan sambutan tersebut, terdapat 1.877 pengurus DPC PKB se-Jawa Timur yang diharapkan dapat menjadi bagian dari konsolidasi organisasi dan penguatan pelayanan kepada masyarakat.
“Bersama 1.877 orang pengurus DPC PKB se-Jawa Timur, PKB di Jawa Timur akan dengan mudah melipatgandakan kemenangan,” pungkasnya.
Pengukuhan kepengurusan dan Mukercab DPC PKB Situbondo masa bakti 2026–2031 selanjutnya menjadi titik awal bagi jajaran pengurus baru untuk menerjemahkan agenda organisasi ke dalam kerja nyata di tengah masyarakat. Konsolidasi struktur, pelayanan publik, serta penguatan hubungan dengan masyarakat menjadi sejumlah pesan utama yang mengemuka dalam forum tersebut.












