SITUBONDO (SBINews.id) – Setahun sudah duet kepemimpinan Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo (Mas Rio) dan Wakil Bupati Ulfiyah (Mbak Ulfi) menahkodai Kabupaten Situbondo. Di tengah terjangan tantangan fiskal dan ujian alam, tahun pertama ini bukan sekadar masa transisi, melainkan fase “lari kencang” dalam mewujudkan janji politik menjadi aksi nyata yang menyentuh akar rumput.
Tahun 2025 menjadi saksi ketangguhan ekonomi Situbondo. Meski dibayangi kebijakan efisiensi anggaran, tangan dingin Mas Rio dan Mbak Ulfi justru berhasil memicu lonjakan kepercayaan pasar. Angka bicara fakta: realisasi investasi meroket tajam ke angka Rp.1,04 triliun, hampir dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Ini merupakan rekor tertinggi dalam lima tahun terakhir.
Suntikan modal ini linear dengan denyut nadi ekonomi warga. Pertumbuhan ekonomi daerah tercatat melesat di angka 5,28%, diikuti dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang menembus Rp.320,97 miliar. Dampaknya? Angka kemiskinan dan pengangguran berhasil ditekan hingga ke level terendah dalam setengah dekade terakhir.
Perjalanan satu tahun ini tidaklah mulus. Ujian datang melalui bencana banjir bandang yang sempat melumpuhkan sebagian wilayah. Namun, di sinilah ketangkasan kepemimpinan diuji. Pemerintah daerah dengan cepat mengalihkan fokus pada pemulihan infrastruktur dan bantuan sosial, memastikan stabilitas warga tetap terjaga.
“Di tengah tantangan pemangkasan anggaran, saya berterima kasih kepada seluruh ASN yang tetap menjadi pelayan terbaik bagi masyarakat,” ujar Mas Rio dalam suasana hangat di Alun-Alun Situbondo. Ia menegaskan bahwa kolaborasi adalah kunci untuk membawa Situbondo ke level yang lebih tinggi.
Narasi “Situbondo Naik Kelas” bukan sekadar jargon. Hal ini dibuktikan melalui 11 program prioritas yang progresif:
- SDM & Pendidikan: Pemberian beasiswa pemuda, insentif bagi guru agama, hingga pengangkatan ribuan tenaga honorer menjadi PPPK Paruh Waktu.
- Kesehatan & Sosial: Layanan kesehatan gratis dan pembangunan rumah layak huni bagi warga prasejahtera.
- Ekonomi Rakyat: Penguatan desa, modernisasi sektor pertanian dan perikanan, serta pengembangan kawasan wisata dan bandara sebagai motor pertumbuhan jangka panjang.
Prestasi ini pun mendapat pengakuan luas. Sebanyak 29 penghargaan tingkat nasional dan provinsi berhasil diboyong pulang. Meski demikian, bagi Mas Rio dan Mbak Ulfi, piagam-piagam tersebut hanyalah bonus.
“Penghargaan tertinggi bagi kami tetaplah kepercayaan masyarakat,” tegas Mas Rio.
Menutup tahun pertama, suasana kebersamaan tampak kental dalam acara buka puasa bersama di Alun-Alun Situbondo. Di bawah pendar lampu kota, Mbak Ulfi kembali menegaskan komitmennya untuk tetap membumi.
“Kami siap melayani masyarakat lewat penyerapan aspirasi, baik melalui media sosial maupun hadir langsung di pelosok. Doakan kami agar tetap sehat untuk membawa Situbondo makin sejahtera,” tutur Mbak Ulfi.
Satu tahun memang belum cukup untuk menyempurnakan segalanya, namun Mas Rio dan Mbak Ulfi telah meletakkan fondasi yang kokoh. Dengan semangat gotong royong, Situbondo kini tak lagi sekadar berjalan, tapi sedang melangkah pasti menuju masa depan yang lebih makmur dan berdaya saing.












