Wujud Solidaritas Antardaerah, APKASI Salurkan Bantuan dan Donasi Rp300 Juta untuk Korban Banjir Situbondo

SITUBONDO (SBINews.id) – Semangat persaudaraan antarpemerintah kabupaten di Indonesia terpancar nyata di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Di bawah guyuran empati bagi sesama kepala daerah, Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) periode 2025–2030, Bursah Zarnubi, memimpin langsung penyaluran bantuan bagi warga terdampak banjir pada Rabu (11/2/26).

Langkah ini bukan sekadar kunjungan kerja formal, melainkan simbol kuat kemanusiaan dari 416 kabupaten yang bernaung di bawah bendera APKASI.

Bursah Zarnubi, yang juga menjabat sebagai Bupati Lahat, tidak datang sendirian. Ia didampingi oleh dua kolega strategisnya di jajaran pengurus pusat APKASI: H. Aep Syaepuloh, S.E. (Bupati Karawang sekaligus Ketua Bidang BUMN dan BUMD) serta Dr. H. M. Dadang Supriatna, S.I.P., M.Si. (Bupati Bandung sekaligus Ketua Harian APKASI).

Pertemuan yang berlangsung di Pendopo Pate Alos Besuki tersebut disaksikan langsung oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Situbondo. Suasana penuh kekeluargaan menyelimuti prosesi penyerahan bantuan yang ditujukan untuk meringankan beban warga yang terpukul oleh bencana hidrometeorologi tersebut.

Bantuan yang diserahkan terdiri dari berbagai kebutuhan mendesak, mulai dari paket sembako, peralatan dapur, perlengkapan rumah tangga, hingga alat tulis dan kebutuhan anak sekolah. Namun, yang paling menyita perhatian adalah donasi tunai yang dikumpulkan secara spontan sebagai bentuk kepedulian pribadi dan instansi.

Ketiga bupati tersebut masing-masing menyumbangkan Rp100 juta, sehingga total dana segar yang terkumpul mencapai Rp300 juta.

“Bantuan ini adalah wujud solidaritas 416 pemerintah kabupaten. Kami ini satu badan. Kalau satu bagian sakit, semua ikut merasakan. Inilah semangat kepedulian yang kami bangun bagi sahabat-sahabat yang sedang mengalami musibah,” tegas Bursah Zarnubi dalam sambutannya.

Bursah juga menambahkan bahwa aksi serupa sebelumnya telah dilakukan APKASI untuk daerah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dengan total nilai bantuan mencapai miliaran rupiah. Meski penanganan di daerah lain belum sepenuhnya usai, APKASI memutuskan segera bergerak ke Situbondo setelah mendengar besarnya dampak kerugian di wilayah tersebut.

Baca Juga:
Puting Beliung Terjang Besuki Situbondo: Puluhan Rumah dan Dapur MBG Rusak, Warga Gotong Royong Perbaiki Mandiri

Bagi Bursah, inisiatif ini bukan sekadar menjalankan tupoksi jabatan. Ia menekankan adanya panggilan moral dan nilai-nilai religius di dalamnya.

“Perintah agama saya jelas, kita harus peduli kepada saudara yang kesusahan. Kebetulan saya dipercaya sebagai Ketua Umum, maka semangat ini saya tularkan ke seluruh kabupaten,” ujarnya.

Selain itu, hubungan personal yang erat dengan Bupati Situbondo, Wahyu Rio Yusuf Prayogo (Mas Rio), menjadi alasan emosional kehadirannya.

“Saya merasa berdosa kalau tidak datang. Beberapa minggu lalu beliau tertimpa musibah. Jadi, ini urusan persahabatan dan kemanusiaan,” tambah Bursah.

Menerima dukungan tersebut, Mas Rio (Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan di APKASI) menyampaikan apresiasi mendalam. Ia mengaku tidak menyangka jajaran pimpinan pusat APKASI akan hadir secara lengkap membawa bantuan logistik dan dana yang signifikan.

Mas Rio mengungkapkan bahwa kondisi di lapangan memang memerlukan intervensi besar. Salah satu titik terparah berada di Kecamatan Jatibanteng, di mana kerusakan infrastruktur menyebabkan jembatan penghubung terputus.

“Dampaknya luar biasa. Di Jatibanteng, sekitar 1.500 warga sempat terisolasi karena jembatan rusak dan belum bisa difungsikan. Kami sedang mendorong percepatan perbaikan agar mobilitas warga kembali normal,” ungkap Mas Rio.

Selain bantuan darurat, Pemkab Situbondo kini tengah menyusun usulan strategis kepada pemerintah provinsi dan pusat. Fokus utama adalah perbaikan infrastruktur permanen, sektor pertanian, dan fasilitas publik yang rusak total.

Dukungan APKASI diharapkan mampu menjadi penguat suara daerah di tingkat nasional agar pemerintah pusat memberikan kebijakan afirmatif, baik dalam bentuk pembangunan fisik langsung maupun transfer anggaran pemulihan pascabencana.

“Yang terpenting adalah masyarakat bisa kembali beraktivitas. Jalan, jembatan, rumah ibadah, hingga pesantren harus segera pulih,” pungkas Mas Rio optimis.

Baca Juga:
Puting Beliung Terjang Besuki Situbondo: Puluhan Rumah dan Dapur MBG Rusak, Warga Gotong Royong Perbaiki Mandiri

Sebagai informasi tambahan, APKASI terus berkomitmen menjadi wadah koordinasi bagi 416 kabupaten di Indonesia untuk memperkuat kerja sama strategis, mulai dari urusan birokrasi hingga aksi solidaritas bencana seperti yang ditunjukkan di Situbondo.

Penulis: HamzahEditor: Hamzah
error: