Berita  

21 Nelayan Tonduk Terseret Badai hingga Perairan Australia, Keluarga Berharap Pemerintah Turun Tangan

Dok.Foto: Sahuri (dalam lingkaran), salah satu ABK Kapal nelayan yang terdampar di perairan Autralia.

SUMENEP — Sebanyak 21 nelayan asal Desa Tonduk, Kecamatan Raas, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, dilaporkan terdampar hingga memasuki wilayah perairan yang berada di perbatasan laut Australia. Mereka sebelumnya berlayar dari Desa Tonduk menuju wilayah Pulau Rote dan Pulau Sabu dengan tujuan akhir Pulau Pasir untuk bekerja sebagai penyelam mencari teripang.

Para nelayan tersebut berangkat menggunakan dua perahu. Perahu pertama bernama Bulalo, yang dinakhodai Muhdani dengan membawa delapan orang anak buah kapal (ABK). Sementara perahu kedua bernama Rukun Desa, yang membawa 13 orang nelayan.

Namun, perjalanan mereka berubah menjadi musibah setelah kedua perahu tersebut diterjang badai ketika para nelayan mulai melakukan aktivitas pekerjaan. Cuaca buruk dan kuatnya arus laut menyebabkan kedua perahu terhanyut hingga masuk ke wilayah perairan yang berbatasan dengan Australia.

Dalam kondisi tersebut, 21 nelayan asal Desa Tonduk kemudian diamankan oleh pihak keamanan pemerintah Australia. Mereka hingga kini masih berada dalam penanganan dan menjalani karantina sesuai prosedur yang diterapkan oleh otoritas setempat.

Informasi mengenai kondisi para nelayan tersebut disampaikan salah seorang ABK, Sahuri, kepada pihak keluarga melalui sambungan telepon seluler. Ia menceritakan bahwa perahu Bulalo dan Rukun Desa yang ditumpangi dirinya bersama rekan-rekannya diterjang badai hingga akhirnya terseret arus dan mencapai wilayah perbatasan laut Australia.

Hingga saat ini, sebanyak 21 nelayan tersebut masih berada dalam penanganan pemerintah Australia. Keluarga di kampung halaman pun masih menunggu kepastian mengenai proses kepulangan mereka ke Indonesia.

Abd. Bari, keluarga Sahuri yang tinggal di Desa Karopoh, Kecamatan Raas, kemudian menghubungi awak media dan menyampaikan kondisi yang dialami Sahuri bersama rekan-rekannya. Bari mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima keluarga, seluruh nelayan dalam kondisi sehat dan mendapat penanganan dari pihak keamanan pemerintah Australia.

Baca Juga:
Kemenhan RI Salurkan Ratusan Ternak Bantuan Tahap Kedua bagi Buruh Tani Situbondo: Harapan Baru di Balik Alih Fungsi Lahan

“Alhamdulillah, ke-21 orang nelayan Tonduk ini kondisinya sehat dan dalam penanganan pihak keamanan pemerintah Australia. Namun, sampai sekarang belum ada kepastian kapan mereka bisa pulang,” ungkap Bari, Rabu (7/10/2026).

Keluarga berharap pemerintah Indonesia segera memberikan perhatian dan mengambil langkah penanganan terhadap persoalan tersebut. Mereka berharap ada bantuan untuk proses pemulangan 21 nelayan tersebut dari Australia ke kampung halaman.

Menurut Bari, kepastian mengenai nasib para nelayan sangat dinantikan keluarga. Pasalnya, hingga kini pihak keluarga masih menunggu informasi resmi mengenai langkah yang akan dilakukan pemerintah Indonesia.

Kades Tonduk Benarkan 21 Warganya Diamankan di Australia

Kabar mengenai 21 nelayan Desa Tonduk tersebut juga dibenarkan Kepala Desa Tonduk, Hj. Ija. Ia membenarkan bahwa terdapat 21 warganya yang berangkat mencari teripang di wilayah Pulau Pasir, namun kemudian mengalami musibah setelah perahu mereka terseret arus dan melewati batas wilayah perairan Australia.

“Memang ada warga kami sebanyak 21 orang yang sedang mencari teripang di Pulau Pasir. Mereka kemudian terseret arus sampai melewati area batas laut Negara Australia,” ujar Hj. Ija.

Pemerintah Desa Tonduk, kata dia, saat ini juga berupaya mencari jalan keluar agar seluruh warganya dapat segera kembali ke Indonesia. Menurutnya, proses pemulangan 21 nelayan tersebut membutuhkan koordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kabupaten Sumenep, Pemerintah Provinsi Jawa Timur hingga pemerintah pusat.

Selain itu, komunikasi dan koordinasi juga diharapkan dapat dilakukan melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Australia, sehingga keberadaan dan kondisi para nelayan dapat segera mendapatkan penanganan dari pemerintah Indonesia.

“Semoga cepat ada kabar kepastian penanganan dari Pemerintah Republik Indonesia, kapan mereka dipulangkan. Kasihan sanak keluarga,” harapnya.

Baca Juga:
Laskar Muda Situbondo Dominasi Kapolres Cup Situbondo 2026 Kategori SSB U-10

Keluarga dan Pemerintah Desa Tonduk kini berharap pemerintah Indonesia segera memastikan kondisi, status, serta proses pemulangan ke-21 nelayan tersebut. Mereka juga berharap koordinasi antara pemerintah Indonesia dan otoritas Australia dapat segera dilakukan agar para nelayan bisa kembali berkumpul dengan keluarga masing-masing.

Penulis: AkhmadiEditor: Redaksi
error: