Berita  

Resmi Dilantik, Pengurus PC Fatayat NU Situbondo Periode 2026–2031 Siap Perkuat Kaderisasi dan Pemberdayaan Perempuan

SITUBONDO | Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Situbondo menggelar pelantikan pengurus sekaligus rapat kerja (raker), Sabtu (24/10/2026), di Kantor PC Fatayat NU Situbondo. Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo (Mas Rio), Wakil Bupati Ulfiyah (Mbak Ulfi), Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Fatayat NU Jawa Timur Siti Maulida, serta ratusan anggota Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU se-Kabupaten Situbondo.

Pelantikan tersebut menjadi momentum awal bagi kepengurusan baru PC Fatayat NU Situbondo untuk memperkuat kaderisasi, meningkatkan pemberdayaan perempuan, serta memperluas kontribusi organisasi dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.

Dalam sambutannya, Bupati Situbondo Mas Rio menekankan pentingnya membangun sistem organisasi yang kuat agar roda kepengurusan dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan. Ia mengutip pemikiran Gino Wickman dalam buku Traction, yang membahas penerapan Entrepreneurial Operating System (EOS) sebagai pendekatan untuk membangun sistem kerja organisasi.

Menurut Mas Rio, seorang pemimpin tidak seharusnya terjebak dalam urusan teknis dan detail pekerjaan yang semestinya dapat ditangani oleh anggota atau pengurus sesuai bidang masing-masing. Pemimpin harus mampu membangun sistem, membagi tanggung jawab, memberikan kepercayaan, serta melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program.

“Setiap pemimpin harus membuat sistem dalam organisasinya. Percayakan kepada anak buahnya, tinggal laporan dan kontrol. Bukan mendetailkan semuanya,” ujar Mas Rio.

Ia menjelaskan, organisasi yang terlalu bergantung pada satu figur akan rentan mengalami hambatan ketika pemimpinnya berhalangan menjalankan tugas. Sebaliknya, organisasi yang memiliki sistem kerja jelas dapat terus bergerak karena setiap bagian memahami tanggung jawab dan kewenangannya.

Mas Rio mencontohkan, dalam kepengurusan Fatayat NU, ketua harus memberikan kepercayaan kepada pengurus dan panitia untuk menjalankan tugas masing-masing. Dengan demikian, pemimpin dapat berfokus pada arah kebijakan dan pengembangan organisasi tanpa harus mengambil alih seluruh pekerjaan teknis.

Pesan tersebut, lanjutnya, diharapkan menjadi bekal bagi Ketua PC Fatayat NU Situbondo Selina Effendi beserta seluruh jajaran pengurus yang baru dilantik dalam menjalankan amanah organisasi.

Baca Juga:
Oknum Sekdes Peleyan Disorot: Surat Perjanjian Warga Hilang, Dugaan Pungli Mencuat

Mas Rio juga menyampaikan apresiasi atas peran Fatayat NU dan berharap organisasi perempuan muda Nahdlatul Ulama itu terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Situbondo. Ia turut menyampaikan salam dari istrinya, Husna Laili Rio Prayogo atau Mbak Una, yang berhalangan hadir karena sedang menjalani bimbingan untuk persiapan ujian tesis.

Dalam kesempatan tersebut, Mas Rio juga menyampaikan harapan agar berbagai program Fatayat NU dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Ia menegaskan pentingnya keberlanjutan organisasi melalui pembagian tugas dan pengelolaan yang terstruktur.

PW Fatayat NU Jatim Dorong Penguatan Kaderisasi

Sementara itu, Ketua PW Fatayat NU Jawa Timur Siti Maulida mengucapkan selamat kepada Selina Effendi dan seluruh pengurus PC maupun PAC Fatayat NU Situbondo yang telah dilantik.

Ia menilai Situbondo memiliki potensi kader perempuan yang dapat berkontribusi di berbagai bidang, termasuk pemerintahan, legislatif, pendidikan, sosial, dan pemberdayaan ekonomi. Kehadiran Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah serta kader perempuan yang menempati posisi strategis dinilai menjadi salah satu gambaran pentingnya proses kaderisasi.

Siti Maulida menegaskan bahwa kaderisasi harus menjadi perhatian utama kepengurusan baru. Menurutnya, sumber daya manusia merupakan penggerak organisasi sehingga kemampuan, pengetahuan, keterampilan, dan kualitas kader harus terus ditingkatkan.

“Kaderisasi tidak boleh mengalami stagnasi. Regenerasi merupakan bagian penting dalam menjalankan roda organisasi. Sumber daya manusia adalah bahan bakar yang menggerakkan organisasi,” ujarnya.

Ia mendorong PC Fatayat NU Situbondo untuk mengembangkan kaderisasi melalui jalur formal maupun nonformal. Selain kegiatan kaderisasi seperti Latihan Kader Dasar (LKD), pengembangan potensi juga dapat dilakukan melalui kegiatan sosial, kebencanaan, kemanusiaan, dan berbagai aktivitas yang sesuai dengan minat serta kemampuan kader.

Salah satu program yang diperkenalkan PW Fatayat NU Jawa Timur adalah GARFA atau Garda Fatayat Nahdlatul Ulama. Program tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk menjaring dan mengembangkan kader potensial, khususnya mereka yang memiliki kepedulian terhadap kegiatan sosial dan kemanusiaan.

Baca Juga:
Raih Predikat 'Kota Menuju Bersih' Nasional, Mas Rio Siapkan Roadmap Situbondo Bebas Sampah

Siti Maulida juga mengajak pengurus baru menyusun rencana strategis dan program kerja yang terukur dengan memanfaatkan jaringan organisasi, para pembina, pemerintah daerah, serta unsur legislatif.

Menurutnya, pemberdayaan ekonomi perempuan dapat menjadi salah satu prioritas program. Gedung PC Fatayat NU Situbondo, misalnya, dapat dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan produktif, termasuk sanggar senam perempuan yang berpotensi mendukung kesehatan masyarakat sekaligus membuka peluang pendapatan bagi organisasi.

Selain itu, ia meminta pengurus PC dan PAC menghidupkan kembali peran ranting-ranting Fatayat NU di tingkat desa. Kegiatan rutin seperti pengajian dan yasinan perlu dipertahankan serta dikelola secara berkelanjutan agar keberadaan organisasi semakin dirasakan masyarakat.

Ia juga mendorong kader perempuan untuk terus meningkatkan kapasitas dan mengambil peran strategis dalam pembangunan, baik melalui lembaga pemerintahan maupun legislatif.

“Jangan sampai kita hanya bersemangat ketika dilantik, tetapi kemudian tertidur dan tidak bergerak menjalankan amanah organisasi,” tegasnya.

Selina Effendi Siap Perkuat Pemberdayaan Perempuan

Ketua PC Fatayat NU Situbondo Selina Effendi, S.Pd.I., menyampaikan bahwa pelantikan tersebut merupakan awal pengabdian untuk meneruskan perjuangan dan program para pendahulu, sekaligus membawa organisasi menjadi lebih baik.

Ia menegaskan komitmennya untuk menggerakkan kader Fatayat NU di seluruh tingkatan, mulai dari PC, PAC hingga ranting, guna menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah dan marwah Nahdlatul Ulama.

Menurut Selina, organisasi juga harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat serta membangun sinergi dengan pemerintah daerah.

Dok.Foto: Selina Efendi, S.Pd.I., Ketua PC Fatayat NU terpilih.

“Ini merupakan langkah awal bagi kami untuk menjalankan amanah dengan tulus dan ikhlas, menyiarkan Nahdlatul Ulama, serta meneruskan program para pembina terdahulu. Kami ingin menggerakkan seluruh sahabat, bukan hanya di tingkat PC, tetapi juga PAC dan ranting,” ujarnya.

Baca Juga:
Harapan Baru di Balik Deru Pembangunan KASA: 150 Buruh Tani Situbondo Terima Bantuan Ternak

Selina menambahkan, salah satu visi utama kepengurusannya adalah mendorong perempuan muda di Situbondo agar semakin berdaya, tidak hanya dalam bidang ekonomi, tetapi juga dalam mengembangkan potensi diri di berbagai sektor.

Ia menilai setiap potensi harus diasah, dikembangkan, dan diwujudkan melalui tindakan nyata agar memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun masyarakat.

Karena itu, ia mengajak seluruh kader untuk menjaga semangat pengabdian, tidak mudah menyerah menghadapi tantangan, serta terus memperjuangkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah dan meneruskan perjuangan para ulama.

“Kami berharap PC Fatayat NU Situbondo ke depan semakin maju, semakin eksis, dan semakin banyak memberikan manfaat kepada seluruh masyarakat,” katanya.

Pelantikan LKP3A Periode 2026–2031

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, PC Fatayat NU Situbondo juga membacakan Surat Keputusan tentang susunan pengurus Lembaga Konsultasi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (LKP3A) Fatayat NU Situbondo periode 2026–2031.

Berdasarkan surat keputusan yang dibacakan, kepengurusan LKP3A bertugas menjalankan fungsi organisasi sesuai jabatan masing-masing serta menaati peraturan organisasi Fatayat NU.

Adapun susunan pengurus LKP3A Fatayat NU Situbondo periode 2026–2031 terdiri atas Selina Effendi, S.Pd.I., sebagai penanggung jawab selaku Ketua PC Fatayat NU Situbondo; Kuntisiana, S.H.I., sebagai penanggung jawab dari unsur Ketua III PC Fatayat NU Situbondo; Nur Amal Yarani, S.H., M.H., sebagai ketua; Nur Aziza, S.H., sebagai sekretaris; serta Bela Dwi Indah Sari, S.A.P., Ati Kristiana, S.H., M.H., dan Nabila Inaya Putri, S.Psi., sebagai anggota.

Melalui pelantikan dan rapat kerja tersebut, PC Fatayat NU Situbondo diharapkan mampu memperkuat tata kelola organisasi, menjaga kesinambungan kaderisasi, serta memperluas program pemberdayaan perempuan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Sinergi antara pengurus, para pembina, kader di seluruh tingkatan, dan pemerintah daerah menjadi salah satu modal penting untuk mewujudkan Fatayat NU yang aktif, mandiri, dan berkelanjutan dalam menjalankan pengabdian sosial kemasyarakatan.

Penulis: HamzahEditor: Redaksi
error: