Berita  

PCNU Situbondo Matangkan Persiapan Puncak Hari Santri Nasional, Hadirkan Pimpinan PBNU

SITUBONDO | Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Situbondo mematangkan persiapan pelaksanaan puncak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 27 Oktober 2026. Persiapan tersebut dibahas melalui rapat panitia yang digelar sehari menjelang pelaksanaan acara.

Ketua Tanfidziyah PCNU Situbondo, dr. KH. Muhyiddin Khatib, M.HI., mengatakan, peringatan puncak HSN tahun ini tidak hanya menjadi momentum untuk memperingati peran santri dalam perjalanan bangsa, tetapi juga dirangkaikan dengan peresmian gedung NU dan fasilitas aula yang berada di kompleks tersebut.

Menurutnya, persiapan kegiatan secara keseluruhan telah mencapai sekitar 90 persen. Sejumlah pekerjaan teknis masih terus diselesaikan agar seluruh rangkaian acara dapat berjalan sesuai rencana.

“Alhamdulillah, insyaallah sudah 90 persen. Hal-hal teknis masih dibicarakan dan kami terus berbenah untuk menyambut acara besok,” ujar KH. Muhyiddin Khatib saat diwawancarai.

Dua Gedung Diabadikan untuk Tokoh NU Situbondo

Dalam kesempatan tersebut, KH. Muhyiddin menjelaskan, gedung dan fasilitas baru yang akan diresmikan diberi nama untuk mengabadikan dua tokoh yang memiliki peran penting dalam sejarah perjalanan Nahdlatul Ulama di Situbondo.

Gedung aula diberi nama Gedung Aula KHR As’ad Syamsul Arifin, sedangkan ruang rapat atau meeting room menggunakan nama Gedung KHR Ahmad Sufyan Miftahul Arifin.

Pemberian nama tersebut, menurutnya, merupakan bentuk penghormatan sekaligus simbol keteladanan atas jasa para tokoh yang menjadi panutan masyarakat Situbondo dalam perjalanan organisasi NU.

Ia menegaskan, pemilihan kedua nama tersebut bukan berarti mengesampingkan jasa tokoh-tokoh lainnya. Penamaan itu dimaksudkan sebagai bentuk penghargaan terhadap figur yang dinilai memiliki arti penting dalam sejarah NU di Situbondo.

Pimpinan PBNU Dijadwalkan Hadir

Puncak HSN di Situbondo tersebut dijadwalkan dihadiri sejumlah pimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). KH. Muhyiddin menyebutkan, di antara tokoh yang direncanakan hadir ialah Rais Aam PBNU, Katib Aam PBNU, Ketua Umum PBNU KH. Miftachul Akhyar atau Gus Kikin, serta sejumlah pengurus lainnya, termasuk Sekretaris Umum dan bendahara.

Baca Juga:
Pelabuhan Somor Tasek Rusak Parah, Warga Harap Perhatian Pemkab Sumenep

Menurutnya, kehadiran sejumlah pimpinan PBNU dalam satu kegiatan di tingkat cabang merupakan momentum yang tidak mudah diperoleh. Karena itu, PCNU Situbondo berharap kesempatan tersebut dapat memberikan manfaat bagi penguatan organisasi dan keberlanjutan gerakan NU di daerah.

“Bagi saya, ini luar biasa. Menghadirkan sejumlah pimpinan dalam waktu dan tempat yang sama, di tingkat cabang, bukan sesuatu yang mudah. Karena itu, momentum ini sangat baik bagi pergerakan dan keberlangsungan PCNU Situbondo,” ungkapnya.

PCNU Situbondo juga mengundang jajaran Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) dan pengurus ranting untuk terlibat dalam kegiatan tersebut. Pelibatan struktur organisasi hingga tingkat bawah itu, kata dia, merupakan bagian dari kebiasaan PCNU dalam menyelenggarakan kegiatan bersama warga NU.

Libatkan Banser, Ansor, dan Pagar Nusa

Dari sisi pengamanan, PCNU Situbondo telah berkoordinasi dengan sejumlah badan otonom NU, yakni Barisan Ansor Serbaguna (Banser), Gerakan Pemuda Ansor, dan Pagar Nusa. Koordinasi juga dilakukan dengan pihak kepolisian untuk mendukung pengamanan selama kegiatan berlangsung.

KH. Muhyiddin menjelaskan, area gedung hingga ruang pelaksanaan acara akan menjadi bagian dari pengaturan pengamanan internal. Sementara untuk kelancaran lalu lintas di sekitar lokasi, PCNU mengajukan permohonan dukungan kepada Dinas Perhubungan dan kepolisian.

Pengaturan lalu lintas direncanakan mencakup kawasan Jalan Madura, terutama di sekitar pertigaan menuju kawasan Tanjung dan akses yang dilalui kendaraan menuju lokasi kegiatan.

Jalur menuju tempat acara direncanakan dikosongkan dari lalu lintas umum, dengan pengecualian bagi kendaraan pengurus atau pihak yang berkepentingan langsung dengan pelaksanaan kegiatan. Pengaturan teknis di lapangan akan dikoordinasikan bersama instansi terkait.

Perwakilan 170 Ranting dan 18 MWC NU

Terkait jumlah peserta, KH. Muhyiddin memperkirakan kehadiran perwakilan pengurus MWCNU dan ranting mencapai sekitar 600 hingga 650 orang. Perkiraan tersebut mengacu pada pengalaman kegiatan sebelumnya, termasuk acara Maulid yang telah diselenggarakan PCNU Situbondo.

Baca Juga:
Semaikan Benih Kepedulian, SDN 2 Kotakan Situbondo Maniskan Perjalanan Pengendara dengan Ratusan Takjil

Jumlah itu merupakan perwakilan, bukan keseluruhan anggota dari sekitar 170 ranting dan 18 MWCNU yang ada di lingkungan PCNU Situbondo.

Selain unsur MWCNU dan ranting, kegiatan juga diharapkan dihadiri jajaran PWNU, perwakilan PCNU dari daerah sekitar, unsur pemerintah, Kementerian Agama, serta sejumlah partai politik yang turut diundang.

Kehadiran berbagai unsur tersebut diharapkan memperluas silaturahmi sekaligus memperkuat komunikasi antara organisasi keagamaan, pemerintah, dan elemen masyarakat.

HSN sebagai Momentum Penguatan Santri dan NKRI

Lebih jauh, KH. Muhyiddin menegaskan bahwa Hari Santri Nasional harus dimaknai sebagai momentum untuk meningkatkan kapasitas santri dalam menjawab kebutuhan zaman, termasuk menghadapi perkembangan teknologi digital.

Menurutnya, santri tidak boleh tertinggal dalam penguasaan teknologi dan digitalisasi. Kemampuan tersebut diperlukan agar santri dapat berkontribusi lebih luas dalam pembangunan bangsa tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan tradisi pesantren.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kesinambungan perjuangan para ulama, santri, dan pendiri bangsa dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Pancasila.

“Santri harus mampu meningkatkan kemampuannya sesuai kebutuhan saat ini. Kalau sekarang sudah memasuki masa digital, santri tidak boleh tertinggal dalam digitalisasi,” tuturnya.

Ia menambahkan, NKRI dan Pancasila merupakan bagian dari warisan perjuangan para ulama, syuhada, dan pendiri bangsa yang telah membangun Indonesia melalui perjuangan panjang.

Karena itu, menurutnya, kekurangan yang masih ada perlu diperbaiki bersama tanpa harus meninggalkan landasan berbangsa dan bernegara yang telah diwariskan para pendahulu.

Ajak Masyarakat Berkontribusi untuk Situbondo

Menjelang pelaksanaan puncak HSN, KH. Muhyiddin menyampaikan apresiasi kepada insan pers yang telah membantu menyebarluaskan informasi mengenai kegiatan tersebut kepada masyarakat.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan acara dan menjadikan kehadiran jajaran pimpinan PBNU sebagai momentum yang memberikan dampak positif bagi Kabupaten Situbondo.

Baca Juga:
Semarak SITUBONDO PANTURA ASRI, Kecamatan Situbondo Gelar Kerja Bakti Lintas Sektor di Jalur Protokol

Menurutnya, keberhasilan membangun daerah tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kerja sama antarpemangku kepentingan.

Sementara bagi internal NU, kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat organisasi agar ke depan semakin baik, solid, dan mampu memberikan kenyamanan serta manfaat bagi masyarakat.

Terkait visi dan arah gerakan PCNU Situbondo ke depan, KH. Muhyiddin menjelaskan bahwa organisasi di tingkat cabang tetap mengacu pada arah kebijakan PBNU. Namun, pelaksanaannya di tingkat lokal perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat Situbondo.

Ia mengatakan, perumusan arah gerakan berikutnya akan mempertimbangkan kebutuhan daerah serta membangun sinergi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Dengan persiapan yang disebut telah mencapai 90 persen, PCNU Situbondo berharap puncak peringatan HSN 2026 sekaligus peresmian fasilitas gedung NU dapat berjalan lancar dan menjadi momentum penguatan peran santri, ulama, serta organisasi NU dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

Penulis: HamzahEditor: Redaksi
error: