SITUBONDO (sbinews.id) – Keresahan menyelimuti para pedagang di kompleks Pasar Mimbaan Baru, Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji. Pasalnya, aksi pencurian kembali marak terjadi di area pasar yang seharusnya terjaga ketat. Sebuah warung milik warga dilaporkan kembali dibobol maling pada Selasa malam, menandai kali ketiga insiden serupa menimpa korban yang sama dalam kurun waktu singkat.
Kronologi Tiga Kali Pembobolan
Farida, pemilik warung yang menjadi korban, harus mengelus dada mendapati tempat usahanya diacak-acak orang tak dikenal. Dalam tiga bulan terakhir, ia telah mengalami tiga kali pembobolan dengan pola yang beragam:
- Insiden Pertama (3 Bulan Lalu): Pelaku menjebol dinding belakang warung dan menggasak persediaan rokok. Uniknya, pelaku tampak sangat santai; mereka sempat memasak mie instan di dalam warung dan membawa lari sejumlah kopi sasetan.
- Insiden Kedua: Pelaku merusak bagian samping warung. Meski dagangan diacak-acak, pelaku diduga gagal menemukan barang berharga sehingga tidak ada barang besar yang hilang.
- Insiden Ketiga (Semalam): Pencuri kembali merusak dinding belakang warung. Kali ini, dua buah tabung gas elpiji 3 kg (melon) raib dibawa kabur.
Total kerugian yang dialami Farida dari rentetan kejadian tersebut ditaksir mencapai Rp2 juta.
Keluhan Pedagang dan Kinerja Pengamanan
Ironisnya, meski pasar tersebut memiliki petugas keamanan resmi, aksi kriminalitas justru terjadi berulang kali. Hal ini memicu pertanyaan besar dari para pedagang mengenai efektivitas patroli dan pengawasan di lapangan.
Farida mengungkapkan kekecewaannya karena merasa kewajibannya sebagai pedagang telah dipenuhi, namun hak atas rasa aman tidak ia dapatkan.
“Padahal saya sudah bayar karcis (retribusi) setiap harinya. Tapi saya kok malah sering kemalingan,” keluh Farida dengan nada kecewa.
Fenomena Gunung Es
Informasi yang dihimpun di lapangan menunjukkan bahwa Farida bukan satu-satunya korban. Beberapa pemilik warung lain dikabarkan pernah mengalami nasib serupa. Namun, mayoritas korban memilih untuk diam dan tidak melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib karena merasa pesimis.
Hingga saat ini, para korban hanya bisa mengeluh tanpa kepastian hukum. Situasi ini menjadi sinyal merah bagi manajemen pengelola Pasar Mimbaan Baru. Publik menilai perlu adanya evaluasi total terhadap kinerja pengelola pasar, khususnya di bidang keamanan, guna menjamin ketertiban dan kenyamanan para pedagang yang selama ini telah patuh membayar retribusi. Hingga berita ini diterbitkan, belum didapat keterangan resmi dari pihak pengelola pasar.
Pewarta: Hamzah – Editor: Redaksi


