SITUBONDO (SBINews.id) – Kecamatan Situbondo Kota kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kebersihan lingkungan dengan menggelar gerakan “Situbondo Pantura Asri” jilid kedua. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (5/6/26) ini menyasar sepanjang jalur Pantura, mulai dari perempatan Rumah Sakit Elizabeth hingga kawasan Geladak Macan, yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Panji.
Camat Situbondo, Rosy Rosaindratna, S.Sos., memimpin langsung aksi gotong royong ini dengan melibatkan kolaborasi lintas sektor yang masif. Aksi bersih-bersih ini diikuti oleh berbagai instansi, mulai dari pihak Rumah Sakit Elizabeth, Bapenda, jajaran Polri (Polres), TNI (Kodim), Sekretariat Daerah, hingga instansi perbankan seperti Bank Mandiri dan BRI. Selain itu, partisipasi juga datang dari kantor pos, pengadaian, pondok pesantren, dinas terkait, serta pelaku usaha di sepanjang jalur tersebut.
Dalam pelaksanaannya, Camat Rosy mengambil langkah persuasif dengan mendatangi satu per satu perkantoran, toko, hingga pemukiman warga yang belum optimal dalam menjaga kebersihan area trotoar di depan bangunan mereka.
Rosy menekankan pentingnya manajemen sampah yang tepat bagi para pelaku usaha dan pemilik bangunan. Ia mengimbau agar mereka tidak lagi menumpuk sampah rumah tangga di bawah pohon atau di bawah trotoar, meski lokasi tersebut nantinya akan dibersihkan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
“Kami mengarahkan agar setiap titik menyediakan tempat sampah mandiri. Nantinya, sampah tersebut akan diangkut oleh DLH, sehingga tidak ada lagi tumpukan sampah di pinggir jalan raya,” jelas Rosy.
Upaya jemput bola ini dilakukan bukan tanpa alasan. Rosy berharap gerakan ini tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial hari Jumat, melainkan menjadi budaya rutin masyarakat. Ia memberikan apresiasi tinggi bagi pihak-pihak yang telah berkomitmen untuk melakukan pembersihan secara mandiri setiap minggunya.
Menatap ke depan, gerakan “Situbondo Pantura Asri” diproyeksikan menjadi agenda rutin bulanan setiap Jumat minggu keempat. Namun, Rosy optimistis bahwa frekuensi tersebut dapat ditingkatkan menjadi mingguan seiring dengan meningkatnya kesadaran kolektif.
Selain pembersihan rutin, Kecamatan Situbondo juga telah merancang langkah lanjutan untuk menjaga estetika dan keamanan kota:
- Koordinasi Pemeliharaan: Pihak kecamatan akan berkoordinasi dengan DLH untuk penataan taman di titik-titik krusial, seperti area perempatan RS Elizabeth (Tugu Jam) dan kawasan alun-alun.
- Perluasan Area: Gerakan ini akan diperluas ke jalur Pantura lainnya, termasuk Jalan Wijaya Kusuma.
- Pemangkasan Pohon: Kecamatan akan bersurat secara resmi kepada DLH untuk memfasilitasi pemangkasan pohon-pohon besar yang dinilai mengganggu kabel PLN dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Melalui langkah-langkah kolaboratif ini, Pemerintah Kecamatan Situbondo berharap wajah jalur Pantura tidak hanya terlihat lebih asri dan nyaman, tetapi juga menjadi cerminan budaya sadar lingkungan yang tertanam kuat di masyarakat.












