SITUBONDO (SBINews.id) | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo bersama Yayasan John Foirset kembali menggelar bakti sosial operasi katarak massal sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat sekaligus upaya menekan angka kebutaan akibat katarak di Kabupaten Situbondo. Kegiatan tersebut resmi dimulai pada Selasa (21/7/2026) dan dipusatkan di GOR Kota Situbondo.
Program kemanusiaan yang berlangsung selama empat hari itu menjadi salah satu agenda pelayanan kesehatan unggulan Pemkab Situbondo. Sasaran kegiatan tidak hanya masyarakat yang berada di wilayah perkotaan, tetapi juga warga di pelosok desa agar layanan kesehatan mata dapat dinikmati secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
Pemkab Situbondo menegaskan bahwa pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan dasar yang harus terus dipenuhi. Karena itu, program operasi katarak massal akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Pemerintah daerah juga memastikan pelayanan kesehatan tidak boleh bergantung pada pergantian kepemimpinan. Program yang telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat tersebut diharapkan tetap berlanjut sebagai bentuk pelayanan publik yang berkesinambungan.
Pada pelaksanaan tahun ini, panitia melibatkan sebanyak 30 tenaga paramedis serta enam dokter spesialis mata yang berasal dari Situbondo maupun perwakilan dari berbagai daerah di Jawa Timur. Tim medis tersebut bertugas memberikan pelayanan mulai dari pemeriksaan kesehatan mata, tindakan operasi katarak, hingga edukasi kepada para pasien.
Keterlibatan tenaga medis berpengalaman diharapkan mampu memberikan pelayanan yang maksimal sehingga pasien memperoleh penanganan yang aman, cepat, dan sesuai standar medis.
Jumlah penerima manfaat pada tahun ini juga mengalami peningkatan. Jika pada tahun-tahun sebelumnya operasi katarak rata-rata melayani sekitar 200 pasien, kali ini panitia menargetkan sebanyak 240 pasien dapat menjalani tindakan operasi selama kegiatan berlangsung.
Selain tindakan operasi, tim kesehatan juga menargetkan pemeriksaan atau skrining kesehatan mata terhadap sekitar 2.000 warga. Pemeriksaan tersebut menjadi langkah awal untuk mendeteksi berbagai gangguan penglihatan, termasuk katarak, sehingga dapat segera ditangani.
Pelaksanaan skrining dilakukan melalui kerja sama dengan seluruh puskesmas di Kabupaten Situbondo. Hasil penjaringan menunjukkan terdapat 446 warga yang teridentifikasi mengalami katarak dan membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Meningkatnya jumlah temuan kasus bukan semata menunjukkan bertambahnya penderita, melainkan menjadi indikator bahwa sosialisasi dan upaya penjangkauan hingga ke desa-desa berjalan semakin efektif. Kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kesehatan mata juga dinilai terus meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Tidak hanya menyasar masyarakat umum, pada hari terakhir kegiatan tim kesehatan juga dijadwalkan melakukan pemeriksaan kesehatan mata terhadap siswa sekolah dasar di dua sekolah. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya deteksi dini gangguan penglihatan pada anak agar dapat segera ditangani sebelum memengaruhi proses belajar.
Panitia menilai pemeriksaan sejak usia dini sangat penting karena berbagai gangguan mata sering kali tidak disadari oleh anak maupun orang tua. Dengan pemeriksaan rutin, potensi gangguan penglihatan dapat diketahui lebih cepat sehingga penanganannya menjadi lebih efektif.
Selain melakukan tindakan operasi, tim medis juga memberikan edukasi kepada seluruh pasien sebelum dan sesudah menjalani operasi. Edukasi tersebut mencakup tata cara perawatan mata pascaoperasi, penggunaan obat sesuai anjuran, hingga langkah-langkah menjaga kesehatan mata agar proses pemulihan berlangsung optimal.
Melalui edukasi tersebut, masyarakat diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya menjaga kesehatan mata serta tidak menunda pemeriksaan ketika mulai merasakan gangguan penglihatan.
Pemkab Situbondo menilai kolaborasi dengan Yayasan John Foirset menjadi salah satu bentuk sinergi yang mampu memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Kerja sama tersebut telah memberikan manfaat nyata bagi ratusan warga yang sebelumnya mengalami keterbatasan penglihatan akibat katarak.
Ke depan, Pemkab Situbondo bersama Yayasan John Foirset berencana meningkatkan intensitas pelaksanaan operasi katarak massal menjadi dua hingga tiga kali dalam setahun. Pelaksanaan program akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah serta dukungan dari berbagai pihak.
Melalui program yang berkelanjutan tersebut, pemerintah berharap angka kebutaan akibat katarak di Kabupaten Situbondo dapat terus ditekan. Di sisi lain, kualitas kesehatan masyarakat diharapkan semakin meningkat sehingga warga dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dengan produktif dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.












