SITUBONDO (SBINews.id) | Sebanyak 20 wartawan dari berbagai media di Kabupaten Situbondo menggelar silaturahmi sekaligus diskusi santai bersama Ketua Satgas Anti Premanisme Kabupaten Situbondo, Syaiful Bahri atau yang akrab disapa Bang Ipoel, di Rumah Makan Ayah Bunda, Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, Jumat (31/7/26) pukul 20.00 WIB.
Pertemuan yang dikemas dalam suasana ngopi bareng tersebut menjadi wadah bagi para insan pers untuk menyampaikan berbagai aspirasi, pengalaman, curhat, hingga keluh kesah mengenai peran wartawan dalam pembangunan daerah yang dinilai masih belum mendapat ruang keterlibatan secara nyata.
Dalam dialog yang berlangsung hangat dan penuh keterbukaan, para wartawan menyampaikan bahwa selama ini mereka lebih banyak menjadi saksi berbagai program pembangunan. Peran pers sering kali sebatas meliput dan menyampaikan informasi kepada publik, namun belum banyak dilibatkan sebagai mitra strategis dalam memberikan masukan maupun membangun komunikasi dengan berbagai pihak.
Menanggapi hal tersebut, Bang Ipoel menegaskan bahwa wartawan memiliki posisi yang sangat penting dalam kehidupan demokrasi dan pembangunan. Menurutnya, keberadaan insan pers tidak boleh dipandang hanya sebagai pelengkap demokrasi, melainkan sebagai aset daerah yang memiliki fungsi strategis.
“Wartawan itu aset, bukan sekadar kelengkapan demokrasi. Mereka memiliki peran penting dalam mengawal pembangunan, menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat, sekaligus menjadi jembatan antara pemerintah dan rakyat,” tegas Bang Ipoel.
Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas Anti Premanisme Kabupaten Situbondo serta pembina berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang telah memiliki Surat Keterangan Pelaporan (SKP) itu menilai, sudah saatnya pola hubungan antara pemerintah, dunia usaha, dan media dibangun dalam semangat kolaborasi.
Menurutnya, wartawan memiliki kemampuan untuk menyampaikan kritik yang konstruktif, memberikan edukasi kepada masyarakat, sekaligus mengawal jalannya pembangunan agar berlangsung secara transparan dan berpihak kepada kepentingan publik.
Karena itu, Bang Ipoel menyatakan komitmennya untuk membangun jembatan komunikasi antara insan pers dengan seluruh pemangku kepentingan, baik dari unsur pemerintah maupun sektor swasta. Ia berharap komunikasi yang lebih terbuka dapat melahirkan sinergi yang memberikan manfaat nyata bagi pembangunan Kabupaten Situbondo.
“Kita ingin wartawan tidak hanya menjadi penonton atau saksi pembangunan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembangunan itu sendiri melalui keterlibatan aktif, fungsi kontrol sosial, edukasi, dan penyebaran informasi yang objektif,” ujarnya.
Selain membahas peran media, forum tersebut juga menjadi ruang bertukar pikiran mengenai tantangan dunia jurnalistik di era digital, pentingnya menjaga independensi pers, serta perlunya membangun hubungan yang sehat antara media dengan berbagai institusi.
Para wartawan yang hadir menyambut baik gagasan tersebut. Mereka berharap forum komunikasi seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkala sebagai sarana mempererat silaturahmi sekaligus membangun sinergi antara insan pers dengan pemerintah, dunia usaha, maupun organisasi kemasyarakatan.
Melalui pertemuan tersebut, diharapkan tercipta kemitraan yang lebih kuat sehingga wartawan tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga menjadi mitra strategis yang mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung kemajuan dan pembangunan Kabupaten Situbondo.












