Berita  

Rapat Formatur PBNU Tuai Polemik, Gus Lilur Dukung Penyusunan Kepengurusan yang Egaliter

SITUBONDO (SBINews.id) — Rapat formatur pertama dalam proses penyusunan kepengurusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode mendatang disebut memunculkan kekecewaan dan polemik di internal organisasi. Salah satu isu yang berkembang bahkan dikaitkan dengan narasi “PKB come back”.

Pernyataan tersebut disampaikan HRM. Khalilur R. Abdullah Sahlawiy, warga NU dan kyai kampung, yang menilai proses penyusunan kepengurusan PBNU semestinya mengedepankan prinsip profesionalisme, kapasitas serta keterwakilan wilayah.

Menurut Gus Lilur -sebutan akrabnya-, terdapat dua pertimbangan obyektif dan egaliter yang perlu menjadi pijakan dalam menyusun struktur PBNU, yakni profesionalitas dan kemampuan pengurus serta keterwakilan wilayah.

Ia juga menyoroti munculnya nama Lukman Edy sebagai salah satu figur yang disebut-sebut akan mengisi posisi Sekretaris Jenderal PBNU. Lukman Edy diketahui pernah menjabat sebagai Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal dan Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Khalilur menilai pengalaman Lukman Edy menjadi salah satu pertimbangan yang dapat mendukung kapasitasnya dalam mengemban tugas sebagai Sekretaris Jenderal PBNU.

Ia juga mempertanyakan narasi yang mengaitkan masuknya Lukman Edy dalam struktur PBNU dengan kembalinya kepentingan PKB.

“Padahal semua orang di NU tahu bahwa LE atau Lukman Edy merupakan operator lapangan Gus Kikin dan memiliki pengalaman yang mumpuni untuk memangku serta mengampu posisi Sekjen PBNU,” ujar Gus Lilur dalam pernyataannya.

Ia kemudian menyampaikan dukungannya terhadap Ketua Umum PBNU terpilih Gus Kikin dalam menyusun kepengurusan organisasi.

Menurutnya, PBNU merupakan organisasi tingkat nasional sehingga komposisi kepengurusannya harus mencerminkan keberagaman Indonesia, bukan dominasi satu wilayah tertentu.

Ia menyoroti posisi Rais Aam dan Ketua Umum PBNU yang sama-sama berasal dari Jawa Timur. Karena itu, menurutnya, pengisian posisi strategis lainnya perlu mempertimbangkan keterwakilan dari berbagai wilayah Indonesia.

Baca Juga:
Pencarian Penggembala Sapi yang Hilang di Hutan Baluran Masuki Hari Keempat, Tim Gabungan Perluas Radius Sisir

“PBNU memang bukan PWNU Jatim. Masa jabatan lainnya diisi orang Jawa Timur semua?” katanya.

Gus Lilur berharap Gus Kikin tetap melanjutkan proses penyusunan kepengurusan dengan mengedepankan profesionalitas, kapasitas dan prinsip egaliter.

“Saya dan rasanya semua jamaah NU mendukung Gus Kikin menyusun pengurus PBNU yang Indonesia, bukan PBNU ala PWNU Jawa Timur,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan dukungannya agar Gus Kikin tetap maju dalam menjalankan amanah organisasi.

“Terus maju Gus Kikin. Semoga para muassis membersamai panjenengan. Bismillah,” pungkasnya.

Terus maju Gus Kikin !!!
Semoga Para Muassis membersamai Panjenengan.
Bismillah.

Salam Amar Makruf Nahiy Mungkar.
HRM. Khalilur R Ab. SahlawiyWarga NU, Kyai Kampung.

Penulis: HamzahEditor: Redaksi
error: