Duka di Tengah Badai: Atap Asrama Putri di Besuki Ambruk, Satu Santri Meninggal Dunia

SITUBONDO (SBINews.id) – Musibah tragis menimpa Pondok Pesantren (PP) Salafiyah Syafi’iyah Syekh Abdur Qodir Jailani Ra, di Desa Blimbing, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, setelah atap salah satu ruangan asrama putri ambruk pada dini hari tadi.

Peristiwa ini terjadi di tengah guyuran hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah tersebut, diperkirakan sekitar pukul 01.00 WIB. Insiden ini merenggut satu korban jiwa dan menyebabkan belasan santriwati lainnya mengalami luka-luka.

Saat kejadian, dilaporkan terdapat 19 orang santri putri yang berada di dalam asrama. Di antara mereka, satu orang santriwati dikonfirmasi meninggal dunia.

Korban meninggal dunia adalah seorang santriwati bernama Putri, warga Dusun Rawan, Desa Besuki. Ia sempat dilarikan ke RSIA Jatimed untuk mendapatkan perawatan intensif namun tak tertolong.

Pihak rumah sakit menyatakan Putri meninggal dunia sekitar pukul 06.00 WIB. Jenazah korban telah dikebumikan oleh pihak keluarga pada pukul 08.00 WIB pagi ini.

Selain korban meninggal, musibah ini juga menyebabkan 11 orang santriwati mengalami luka-luka dengan rincian penanganan medis yang berbeda:

Puskesmas Besuki: Enam (6) orang (santriwati)

  • Para korban sempat menjalani perawatan jalan di Puskesmas Besuki, namun seluruhnya dilaporkan sudah diperbolehkan pulang.

RSUD Besuki: Empat (4) orang

  • Dua (2) orang di antaranya hanya menjalani rawat jalan dan sudah meninggalkan rumah sakit.
  • Dua (2) orang lainnya memerlukan penanganan medis lebih lanjut dan butuh dilakukan tindakan operasi.

RSIA Jatimed: Dua (2) orang (santriwati)

  • Satu (1) orang adalah korban meninggal dunia (a.n. Putri).
  • Satu (1) orang lainnya masih menjalani rawat inap untuk pemulihan.

Pihak kepolisian, melalui Tim Inafis Polres Situbondo, telah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Pemasangan garis polisi (police line) juga dilakukan untuk mengamankan lokasi dan menyelidiki penyebab pasti ambruknya atap asrama tersebut. Dugaan sementara, kuatnya terpaan angin dan derasnya hujan menjadi faktor utama pemicu insiden.

Baca Juga:
Seribu Massa KOMPAK Siap Kepung KPK, Desak Penahanan Dua Politisi PPP

Pihak pondok pesantren dan pemerintah daerah setempat berupaya maksimal dalam penanganan korban luka dan memastikan proses belajar mengajar tetap kondusif pasca-kejadian. Musibah ini menjadi pengingat akan pentingnya mitigasi bencana, terutama pada bangunan yang sudah berusia, di tengah cuaca ekstrem.

(DUMM)

Penulis: HamzahEditor: Hamzah
error: