SURABAYA (SBINews.id) – Merespons cepat keluhan mogok massal kendaraan di Jawa Timur, Pertamina Patra Niaga bersama Kementerian ESDM melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) dan Lemigas telah bergerak cepat melakukan peninjauan dan uji laboratorium di sejumlah lokasi terdampak.
Hasil Uji Laboratorium Awal: Pertalite Dinyatakan “Baik”?
Hasil investigasi awal dan uji laboratorium menjadi poin penting dalam pernyataan resmi pemerintah dan Pertamina:
- Bebas Kandungan Air: Dirjen Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengonfirmasi bahwa berdasarkan uji kualitas BBM di Terminal BBM Tuban dan Surabaya, serta sampel di beberapa SPBU (termasuk di Gresik dan Surabaya), tidak ditemukan adanya kandungan air dalam BBM jenis Pertalite.
- Sesuai Standar Mutu: Laode Sulaeman menyatakan, “Dari hasil pengujian, seluruh sampel menunjukkan kondisi baik dan memenuhi standar.” Prosedur uji kualitas ini diklaim rutin dilakukan di setiap SPBU sebelum operasional.
- Menteri ESDM Sidak: Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, juga turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa SPBU, salah satunya di Malang, dan memastikan kualitas Pertalite di sana sesuai standar.
Komitmen Pertamina dan Investigasi Lanjutan
Meskipun hasil uji awal BBM dari Terminal BBM dinyatakan baik, Pertamina Patra Niaga menyampaikan permohonan maaf dan berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap laporan:
- Permohonan Maaf: Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh konsumen yang mengalami ketidaknyamanan.
- Investigasi Tingkat SPBU: Pertamina menyatakan akan tetap melakukan investigasi lanjutan secara menyeluruh di tingkat SPBU untuk memastikan kualitas pada jalur distribusi, tangki penimbunan, hingga proses penyaluran ke kendaraan.
- Faktor Non-Kualitas BBM: Beberapa ahli teknis mesin menduga, selain masalah kualitas bahan yang tidak konsisten, faktor penyebab motor ‘brebet’ dan mogok juga dapat diakibatkan oleh proses oksidasi atau penyimpanan yang tidak sesuai standar di tangki SPBU, terutama jika terpapar panas dan udara dalam waktu lama.
Pembukaan Posko Pengaduan dan Klaim Ganti Rugi
Sebagai langkah nyata menanggapi kerugian konsumen, Pertamina telah membuka posko layanan dan menjamin penanganan laporan:
- Posko Pengaduan: Pertamina telah membuka 15 titik posko pengaduan di wilayah-wilayah terdampak seperti Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Bojonegoro, dan Tuban, untuk memudahkan masyarakat menyampaikan laporan dan keluhan.
- Mekanisme Laporan: Masyarakat diimbau untuk melapor ke SPBU tempat pembelian terakhir atau melalui kanal resmi Pertamina Contact Center 135.
- Ganti Rugi: Pertamina memastikan bahwa seluruh laporan akan ditangani secara bertanggung jawab dan komprehensif, termasuk penanganan kasus dengan menunjuk bengkel untuk perbaikan bagi kendaraan yang terbukti mengalami kerusakan akibat masalah BBM di SPBU terkait. Beberapa laporan konsumen juga menyebut, motor kembali normal setelah bensin dikuras dan diganti dengan Pertamax.
Respons Keras DPR Berlanjut
Meskipun ada hasil uji laboratorium yang menyatakan Pertalite “baik,” desakan dari DPR RI tidak mereda. Utamanya adalah anggota Komisi VI DPR-RI Nasim Khan. Ia tetap menegur keras Pertamina dan meminta agar tidak hanya berpegangan pada hasil uji awal, namun harus transparan dan melakukan audit mutu yang lebih mendalam untuk mengetahui penyebab masalah di tingkat SPBU yang sangat meresahkan konsumen.
(Sumber: dari berbagai sumber)












