Mengapa Ruang Terbuka Hijau Penting untuk Kesehatan Kota?

Ruang Terbuka Hijau
Ruang Terbuka Hijau Kota (Ilustrasi)

Ruang terbuka hijau (RTH) adalah salah satu elemen penting dalam pembangunan kota yang sehat dan berkelanjutan. Di tengah kepadatan penduduk dan maraknya pembangunan beton, keberadaan taman kota, jalur hijau, serta area penghijauan lainnya menjadi paru-paru kehidupan bagi masyarakat perkotaan. Selain berfungsi sebagai estetika, ruang terbuka hijau juga berperan besar dalam menjaga kualitas udara, mengatur suhu, hingga mendukung kesejahteraan mental warga kota. Tak heran, banyak pemerintah daerah seperti DLH Lhokseumawe, kini mulai menaruh perhatian lebih pada peningkatan area hijau sebagai bagian dari strategi peningkatan kualitas hidup perkotaan.

Ruang Terbuka Hijau dan Keseimbangan Lingkungan

Dalam konteks tata ruang, ruang terbuka hijau bukan sekadar pelengkap kota, melainkan sistem alami yang menyeimbangkan fungsi ekologis dan sosial. Di kota-kota besar, aktivitas manusia dan kendaraan bermotor menghasilkan polusi udara yang tinggi. Pohon dan tanaman yang ada di ruang terbuka hijau membantu menyerap karbon dioksida, menurunkan kadar polutan, serta meningkatkan kadar oksigen di udara.

Selain itu, vegetasi juga membantu mengatur suhu lingkungan. Daun dan pepohonan menyerap panas matahari dan melepaskan uap air, menciptakan efek pendinginan alami yang sangat dibutuhkan di tengah suhu perkotaan yang cenderung tinggi. Kota yang memiliki banyak taman dan area hijau biasanya memiliki suhu udara lebih sejuk dibandingkan dengan kawasan yang minim pohon.

Ruang terbuka hijau juga berperan dalam mengendalikan air hujan. Tanah yang tertutup tanaman mampu menyerap air dan mencegah terjadinya banjir. Ini penting mengingat banyak kota di Indonesia menghadapi masalah genangan akibat berkurangnya daerah resapan air. Dengan kata lain, ruang terbuka hijau menjadi benteng alami terhadap kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh urbanisasi.

Baca Juga:
Ditraktir Sembako, Buruh Tani Sebut Mas Rio Ganteng dan Layak Jadi Bupati

Manfaat Ruang Terbuka Hijau bagi Kesehatan Fisik

Bagi masyarakat kota yang sering terjebak dalam rutinitas padat, ruang terbuka hijau menjadi tempat ideal untuk beraktivitas fisik. Jalan kaki di taman, bersepeda, atau sekadar duduk menikmati udara segar dapat membantu tubuh tetap bugar.

Penelitian menunjukkan bahwa aktivitas di ruang terbuka hijau dapat menurunkan risiko penyakit jantung, obesitas, dan hipertensi. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya aktivitas fisik serta berkurangnya stres. Dengan berolahraga di ruang hijau, tubuh tidak hanya bergerak aktif, tetapi juga mendapat paparan udara bersih yang memperkuat sistem pernapasan.

Selain itu, bagi anak-anak, taman kota menjadi ruang bermain yang mendukung perkembangan motorik dan sosial. Bermain di luar ruangan membantu mereka mengenal lingkungan secara langsung, belajar bersosialisasi, dan mengembangkan kreativitas.

Dampak Positif terhadap Kesehatan Mental

Tidak hanya kesehatan fisik, keberadaan ruang terbuka hijau juga berdampak besar terhadap kesehatan mental. Suasana hijau dengan pepohonan, suara burung, dan angin sepoi-sepoi terbukti mampu menenangkan pikiran dan mengurangi tingkat stres.

Banyak penelitian psikologi lingkungan menyebutkan bahwa interaksi dengan alam dapat menurunkan hormon kortisol (penyebab stres) dan meningkatkan perasaan bahagia. Bahkan, berjalan sebentar di taman bisa membantu seseorang merasa lebih segar dan fokus kembali setelah seharian bekerja.

Ruang terbuka hijau juga menjadi tempat interaksi sosial yang sehat. Masyarakat dari berbagai kalangan dapat bertemu, berkomunikasi, dan beraktivitas bersama di taman kota tanpa batasan sosial. Ini membantu membangun rasa kebersamaan dan solidaritas di tengah masyarakat perkotaan yang sering kali individualistis.

Ruang Terbuka Hijau sebagai Investasi Kesehatan Kota

Investasi dalam pengembangan ruang terbuka hijau bukan sekadar soal mempercantik kota, tetapi juga strategi jangka panjang untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Kota yang memiliki rasio RTH ideal cenderung memiliki tingkat polusi lebih rendah, kasus penyakit pernapasan lebih sedikit, dan kualitas hidup yang lebih tinggi.

Baca Juga:
Gerakan Hijau Wujudkan Kota Ramah Lingkungan

Selain manfaat langsung bagi kesehatan, ruang terbuka hijau juga berdampak pada sektor ekonomi. Taman kota yang terawat dapat menarik wisatawan, meningkatkan nilai properti di sekitarnya, serta menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar. Dengan demikian, investasi pada ruang hijau memberikan efek ganda: memperbaiki lingkungan dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Kota-kota seperti Bandung, Surabaya, dan Semarang telah menunjukkan komitmen mereka dengan mengembangkan taman tematik dan jalur hijau di berbagai sudut kota. Upaya ini membuktikan bahwa ruang terbuka hijau dapat menjadi aset strategis dalam menciptakan kota yang sehat dan berkelanjutan.

Tantangan dalam Pembangunan Ruang Terbuka Hijau

Meski manfaatnya sangat besar, realisasi pembangunan ruang terbuka hijau di kota-kota Indonesia masih menghadapi banyak tantangan. Salah satu yang paling krusial adalah keterbatasan lahan. Pertumbuhan penduduk dan kebutuhan perumahan sering kali mengorbankan area hijau untuk pembangunan komersial.

Selain itu, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga taman dan ruang publik masih rendah. Tidak jarang taman kota yang baru dibangun justru rusak karena perilaku pengunjung yang tidak bertanggung jawab, seperti membuang sampah sembarangan atau merusak fasilitas umum.

Aspek perawatan juga menjadi persoalan. Banyak ruang hijau yang akhirnya terbengkalai karena kurangnya anggaran dan pengelolaan. Padahal, keberlanjutan RTH tidak hanya bergantung pada pembangunannya, tetapi juga pemeliharaan jangka panjang yang konsisten.

Strategi Meningkatkan Ruang Terbuka Hijau

Untuk menciptakan kota yang sehat dan ramah lingkungan, diperlukan strategi terpadu antara pemerintah, swasta, dan masyarakat. Pemerintah daerah perlu menetapkan kebijakan yang mendukung peningkatan proporsi RTH sesuai amanat Undang-Undang Penataan Ruang, yakni minimal 30% dari luas wilayah kota.

Selain pembangunan taman baru, optimalisasi ruang yang sudah ada juga penting. Misalnya, menjadikan lahan kosong, atap gedung, atau tepi jalan sebagai area penghijauan vertikal. Pendekatan seperti ini dapat menjadi solusi bagi kota yang kekurangan lahan.

Baca Juga:
Prof Haris Dekan Fakultas Syari'ah Daftarkan Diri sebagai Calon Rektor UIN KHAS Jember 2023, Ini Profilnya

Keterlibatan masyarakat juga memegang peran penting. Program seperti adopsi taman, komunitas penanaman pohon, atau kegiatan bersih-bersih lingkungan bisa meningkatkan rasa memiliki warga terhadap ruang hijau di sekitarnya. Partisipasi aktif ini memastikan bahwa taman tidak hanya menjadi fasilitas publik, tetapi juga bagian dari kehidupan sosial masyarakat.

Ruang Hijau sebagai Identitas Kota Berkelanjutan

Kota yang sehat tidak hanya diukur dari infrastrukturnya, tetapi juga dari bagaimana warganya berinteraksi dengan alam. Ruang terbuka hijau mencerminkan kualitas perencanaan kota dan kesadaran ekologis masyarakatnya.

Keberadaan taman yang asri, pepohonan rindang di jalanan, serta area hijau di lingkungan perumahan menunjukkan komitmen terhadap kehidupan yang seimbang antara manusia dan alam. Lebih dari itu, ruang terbuka hijau menjadi simbol identitas kota yang peduli terhadap masa depan dan keberlanjutan.

Kesehatan kota sejatinya tidak bisa dipisahkan dari kesehatan lingkungannya. Dengan memperbanyak ruang hijau, kita tidak hanya menciptakan tempat yang indah untuk dinikmati, tetapi juga memastikan generasi mendatang dapat hidup di lingkungan yang lebih bersih, segar, dan penuh kehidupan.

error: