SITUBONDO (SBINews.id) – Dalam upaya memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat dan menumbuhkan sumber kesejahteraan sosial keluarga, Dinas Sosial Kabupaten Situbondo melaksanakan kegiatan Pengembangan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial melalui sub kegiatan Peningkatan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial Keluarga dengan tajuk “Pelatihan Keterampilan Salon pada The Cuts Community Situbondo”.
Pusat Pelatihan Cazzanova Training Center Situbondo ditunjuk menjadi tempat penyelenggaraan program sebagai bentuk kerja sama. Pelatihan ini sendiri dilaksanakan selama 15 hari, terhitung sejak 27 Oktober 2025 hingga 10 November 2025.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari realisasi DPA Kegiatan Pengembangan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial Daerah Kabupaten/Kota Tahun Anggaran 2025, berlandaskan pada sejumlah regulasi, di antaranya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial, Peraturan Menteri Sosial Nomor 08 Tahun 2012, serta Peraturan Bupati Situbondo Nomor 7 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial.

Sebanyak 10 peserta yang tergabung dalam The Cuts Community Situbondo menjadi peserta pelatihan. Mereka mendapat bimbingan langsung dari tim instruktur profesional Cazzanova Training Center, yaitu Mohammad Hazan (Hazan Cazzanova) dan Ratu Maulika Balqis, dengan dukungan dua asisten instruktur, Bintang Mustika Ratu dan Moh. Fengki.
Pelatihan dilaksanakan dengan metode kombinasi antara teori dan praktik langsung. Dalam pelatihan ini, peserta tidak hanya mempelajari teknik potong rambut wanita, tetapi juga memahami pentingnya etika pelayanan, penampilan profesional, komunikasi efektif, hingga manajemen waktu dalam memberikan layanan kepada pelanggan.
Pada sesi pembukaan materi, Hazan Cazzanova memaparkan tentang Etika Pelayanan Pelanggan Salon Potong Rambut Wanita sebagai fondasi penting bagi peserta sebelum terjun ke dunia kerja atau membuka usaha mandiri.
Dalam penjelasannya, Hazan menegaskan bahwa etika pelayanan merupakan kunci utama dalam industri kecantikan. “Pelanggan tidak hanya datang untuk potong rambut, tetapi juga mencari pengalaman pelayanan yang nyaman, sopan, dan memuaskan,” ujarnya.
Ia memaparkan beberapa prinsip dasar etika pelayanan yang harus dikuasai oleh calon profesional salon, yakni keramahan dan kesopanan, penampilan profesional, komunikasi efektif, ketepatan waktu dan kedisiplinan, kerahasiaan pelanggan, serta kualitas layanan yang konsisten.

Selain itu, peserta juga diajarkan pentingnya menjaga kebersihan area kerja, memastikan alat salon dalam kondisi steril sebelum dan sesudah digunakan, serta menyesuaikan model potongan dengan bentuk wajah dan tipe rambut pelanggan.
Melalui sesi simulasi pelayanan, peserta berlatih langsung cara menyambut pelanggan, melakukan konsultasi model rambut, serta menyelesaikan potongan dengan hasil yang memuaskan. Hazan menekankan bahwa komunikasi yang baik menjadi jembatan untuk membangun kepercayaan dan loyalitas pelanggan.
“Pelanggan akan kembali bukan hanya karena hasil potongannya bagus, tapi karena merasa dihargai dan dilayani dengan hati,” tambahnya.
Sementara itu, Ratu Maulika Balqis, salah satu instruktur, memberikan pelatihan lanjutan tentang penampilan profesional dan manajemen waktu kerja. Ia menegaskan pentingnya menjaga kebersihan diri, berpakaian rapi, serta disiplin dalam melayani sesuai jadwal.
Selama pelatihan berlangsung, para peserta terlihat antusias mengikuti setiap sesi, baik teori maupun praktik. Mereka saling bekerja sama, berbagi pengalaman, dan menjaga suasana belajar yang kondusif sebagaimana diatur dalam etika pelatihan.
Dalam sesi praktik, peserta dibimbing menggunakan berbagai alat salon seperti Gunting, Sisir, Hair Clipper, hingga Hair Dryer dengan standar profesional. Semua kegiatan dipantau langsung oleh tim instruktur untuk memastikan teknik dan kebersihan sesuai prosedur.
Setiap akhir sesi, dilakukan evaluasi pemahaman peserta, meliputi tes tulis tentang teori etika pelayanan, simulasi praktik pelayanan pelanggan, serta observasi sikap kerja untuk menilai keramahan, kerapian, dan komunikasi peserta selama memberikan layanan.
Pemerintah Kabupaten Situbondo melalui Dinas Sosial berkomitmen bahwa pelatihan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bagian dari upaya nyata meningkatkan kesejahteraan sosial keluarga.
Peserta yang menyelesaikan pelatihan hingga akhir akan menerima paket bantuan peralatan potong rambut wanita untuk mendukung langkah awal membuka usaha mandiri.

“Dengan keterampilan yang diperoleh, kami harap para peserta bisa berkontribusi pada perekonomian keluarga dan masyarakat sekitar,” kata Erwan Ari Triono, salah satu Pejabat Teras di Dinas Sosial Kabupaten Situbondo, melalui pesan WhatsApp.
Sebagai penanggung jawab kegiatan, Erwan Ari Triono menjelaskan bahwa program pelatihan keterampilan salon ini dirancang untuk menumbuhkan potensi lokal dan membuka peluang ekonomi keluarga.
“Kami ingin masyarakat, khususnya perempuan, memiliki keahlian nyata yang bisa dikembangkan menjadi usaha mandiri,” ujarnya.
Melalui program ini, Dinas Sosial Situbondo berharap terbentuk komunitas wirausaha baru di bidang salon kecantikan yang berdaya saing dan beretika.
Selain itu, rencana keberlanjutan pelatihan di tahun berikutnya juga tengah disusun dengan memperluas bidang keterampilan seperti Tata Rias, SPA, dan Perawatan Rambut Profesional.
Para peserta pun menyambut baik inisiatif tersebut. Salah satu peserta, Cinta Cantika, menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan berharga ini.
“Saya tidak hanya belajar potong rambut, tapi juga cara bersikap profesional dan melayani dengan baik. Ini sangat bermanfaat untuk membuka usaha sendiri,” ujarnya penuh semangat.
Pelatihan keterampilan salon ini menjadi contoh konkret sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga pelatihan swasta dalam mengembangkan potensi sumber kesejahteraan sosial keluarga di Situbondo.
Program ini diharapkan mampu melahirkan tenaga kerja terampil, beretika, dan mandiri, sekaligus memperkuat peran keluarga sebagai basis utama kesejahteraan sosial masyarakat.












