Berita  

Cuaca Ekstrem Terjang Raas Sumenep: Rumah Warga Karopoh Ambruk, Pemdes Dinilai Tutup Mata

SUMENEP (SBINews.id) – Cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang disertai angin kencang kembali memakan korban materi di wilayah Kabupaten Sumenep. Sebuah rumah milik Mashadi (46), warga Desa Karopoh, Kecamatan Raas, dilaporkan ambruk hingga rata dengan tanah pada Selasa (13/1/2026) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.

Meski kerusakan bangunan tergolong parah, musibah ini tidak sampai memakan korban jiwa. Hal tersebut dikonfirmasi oleh Abd. Bari, seorang aktivis kemanusiaan yang berada di lokasi kejadian. Ia menjelaskan bahwa saat kejadian, rumah dalam kondisi kosong.

“Pada saat kejadian, penghuni rumah kebetulan sedang beraktivitas di luar. Istri Pak Mashadi, Ibu Mardiana, bahkan sedang berada di sawah untuk menanam padi,” ujar Bari kepada awak media, Kamis (15/1/2026).

Dampak dari terjangan angin kencang tersebut tidak hanya merobohkan atap, tetapi juga menghancurkan hampir seluruh perabot rumah tangga di dalamnya. Berdasarkan inventarisasi sementara, kerugian material yang diderita keluarga Mashadi ditaksir mencapai Rp50 juta hingga Rp70 juta.

Bagi keluarga Mashadi yang kondisi ekonominya tergolong kurang mampu, angka tersebut tentu sangat membebani. Kini, mereka hanya bisa menatap puing-puing bangunan yang selama ini menjadi tempat berteduh.

Di tengah duka yang menyelimuti keluarga korban, muncul sorotan tajam terhadap respons pemerintah setempat. Abd. Bari menyayangkan sikap Pemerintah Desa Karopoh yang dinilai lamban dan tidak peka terhadap penderitaan warganya.

“Anehnya, sampai saat ini tidak ada pihak pemerintah desa yang datang ke lokasi untuk membantu. Seolah-olah pemerintah desa setempat tutup mata terhadap musibah ini,” tegas Bari dengan nada kecewa.

Mengingat kondisi cuaca yang masih tidak menentu dan keterbatasan biaya, Mashadi sangat berharap adanya uluran tangan dari pemerintah pusat maupun daerah. Sebagai aktivis, Bari juga mendesak pihak Kecamatan Raas hingga Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk segera turun tangan.

Baca Juga:
Pandangan Presiden NKI tentang Bacabup Rio PKB dan Bacawabup Ulfiyah PPP

“Kami berharap BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) dan Dinas Sosial segera memberikan bantuan. Keluarga Pak Mashadi saat ini sangat kebingungan dan hanya bisa pasrah menghadapi nasib karena tidak tahu harus berbuat apa untuk memperbaiki rumah mereka,” pungkasnya.

Penulis: AkhmadiEditor: Hamzah
error: