Mas Rio Racik SUPER TEAM Situbondo: Dari Filosofi Ronaldo hingga Komitmen Tanpa Lobi
SITUBONDO – Suasana khidmat menyelimuti Pendopo Rakyat Situbondo pada Jumat pagi, 16 Januari 2026. Di bawah naungan bangunan bersejarah tersebut, Bupati Situbondo, yang akrab disapa Mas Rio, memimpin prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Situbondo.
Namun, alih-alih memberikan sambutan birokratis yang kaku, Mas Rio justru membedah filosofi kepemimpinan yang progresif. Ia menyebut momentum rotasi ini sebagai ‘moment of truth’, sebuah titik nol bagi para pejabat untuk mengingat kembali memori pengabdian mereka sebelum melangkah lebih jauh.
Dalam sambutannya, Mas Rio menekankan bahwa mutasi dan rotasi yang ia lakukan adalah bagian dari Human Capital Investment. Baginya, aset terbesar Situbondo bukanlah nilai valuasi barang, melainkan kualitas sumber daya manusianya. Ini adalah investasi manusia, bukan sekadar bongkar pasang
“Dalam manajemen talenta, ada yang namanya deployment. Di perusahaan besar, setiap dua tahun harus ada reposisi. Ini bukan soal suka atau tidak suka, tapi soal bagaimana aset manusia ini terus berkembang,” tegas Mas Rio.
Ia bahkan membawa analogi dunia sepak bola untuk memperkuat argumennya. Mas Rio membandingkan talenta besar yang gagal seperti Jack Wilshere atau Robinho dengan legenda yang konsisten seperti Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.
“Ronaldo bisa bertahan di puncak karena disiplin. Setelah tanding, dia berendam es dan ke gym di saat orang lain tidur. Organisasi kita butuh kedisiplinan seperti itu. Saya tidak butuh sekadar wonderkid yang ‘rebel’, saya butuh tim yang matang,” tambahnya.
Mas Rio menyadari bahwa memimpin birokrasi memiliki tantangan berbeda dengan perusahaan swasta. Ada batasan psikologis dan aturan ASN yang membuat seorang bupati tidak bisa semudah itu memutus kontrak pegawai. Oleh karena itu, ia memilih untuk menjadi ‘peramu’ komposisi tim agar tercipta sebuah Super Team.
Menariknya, dalam pelantikan kali ini, Mas Rio sengaja mengosongkan lima jabatan strategis, termasuk Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan serta Dinas Perikanan dan Peternakan. Jabatan-jabatan tersebut akan diisi melalui mekanisme open bidding (lelang terbuka).
“Sengaja saya kosongi karena ini adalah ruh kebijakan prioritas. Saya ingin mendapatkan orang yang benar-benar kapabel melalui kompetisi terbuka, baik dari dalam maupun luar,” ungkapnya.

Beberapa pergeseran jabatan menjadi sorotan. Dr. Sandi, yang dikenal memiliki ritme kerja cepat, kini diberi tantangan baru menakhodai Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk membereskan persoalan sampah. Sementara itu, Pak Dwi kembali ke ‘rumah lama’ di Dinas Kesehatan untuk fokus pada penanganan stunting dan optimalisasi layanan BPJS melalui program Berantas.
Mas Rio juga memberikan perhatian pada detail-detail kecil yang selama ini menjadi keluhan warga, mulai dari perbaikan lampu jalan di bawah Dinas Perhubungan hingga urusan teknis di BPBD.
“Kemarin ada laporan, gergaji mesin BPBD kekecilan saat potong pohon tumbang. Malu kita kalau urusan kecil begitu saja tidak tuntas. Pak Timbul sekarang di BPBD harus bisa mengonsolidasikan pasukan Tagana untuk mitigasi bencana,” seloroh Mas Rio sembari mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan di bulan Januari.
Menutup sambutannya, Mas Rio menjamin bahwa seluruh proses penentuan jabatan ini bebas dari praktik lobi-lobi politik maupun kekeluargaan. Ia menegaskan bahwa keputusan ini murni hasil pengamatannya terhadap komitmen para pejabat selama dua tahun terakhir.
“Tidak ada lobi ke saya, ke Mbak Ulvi (Wakil Bupati), apalagi ke istri saya. Yang tahu komposisi ini hanya saya, Mbak Ulvi, ajudan, dan Pak Samsuri. Ini murni untuk Situbondo,” tegasnya.
Visi besar di balik perombakan ini hanya satu: memacu pertumbuhan ekonomi Situbondo. Mas Rio pun menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada tim sebelumnya yang telah berhasil meletakkan fondasi pertumbuhan ekonomi yang solid, seraya berharap tim yang baru dilantik dapat berlari lebih kencang di sisa masa pengabdiannya.












