Berita  

Perkuat Sinergi Umara dan Ulama, Bupati Rio Gelar Safari Pesantren Pasca-Pelantikan

SITUBONDO (SBINews.id) – Mengawali masa pengabdian para pejabat pratama (esselon II), Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, yang akrab disapa Mas Rio, melakukan langkah strategis dengan merangkul tokoh-tokoh agama berpengaruh. Didampingi jajaran pejabat pemerintah daerah tersebut, Mas Rio menggelar kegiatan “Sowan Bareng” ke sejumlah pondok pesantren besar di wilayah Situbondo dan sekitarnya.

Kegiatan ini merupakan bentuk manifestasi dari visi Mas Rio untuk membangun Situbondo di atas fondasi kebersamaan antara pemerintah (umara) dan ulama.

Safari silaturahmi ini diawali dengan kunjungan ke kediaman pengasuh Pondok Pesantren Wali Songo, Situbondo, disusul dengan kunjungan ke Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton. Dalam agenda tersebut, Mas Rio juga merencanakan kunjungan ke Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo setelah berkoordinasi dengan Wakil Bupati.

“Kami mengajak para pejabat untuk sowan bersama, memohon doa, sekaligus meminta wejangan dari para pengasuh pondok pesantren dan tokoh agama yang sangat dicintai masyarakat,” ujar Mas Rio saat memberikan keterangan kepada media.

Menurutnya, membangun Situbondo tidak bisa dilakukan secara sepihak oleh pemerintah saja. Keterlibatan pemangku kepentingan (stakeholder), terutama komunitas tokoh agama, menjadi elemen krusial dalam menciptakan ruang komunikasi yang efektif.

Salah satu momen mendalam dalam rangkaian silaturahmi ini adalah saat Mas Rio menerima pesan kebijaksanaan dari K.H. Kholil As’ad. Ulama karismatik tersebut menitipkan pesan kuat mengenai hakikat kepemimpinan.

“Beliau berpesan bahwa jabatan itu bukan kenikmatan, melainkan amanah. Jika amanah tersebut dijalankan dengan baik dan penuh tanggung jawab, insya Allah akan menjadi nikmat bagi semua,” ungkap Mas Rio menirukan pesan Kyai Kholil.

Tak hanya soal spiritualitas, kunjungan ini juga menyentuh aspek teknis pembangunan daerah. Saat bertamu ke kediaman K.H. Zuhri Zaini, pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, diskusi hangat mengenai isu-isu krusial terjadi dalam durasi yang cukup lama.

Baca Juga:
KSOP Panarukan Tekankan Koordinasi Lintas Instansi Terkait Kepulangan Santri Jelang Mudik Lebaran 2024

Mas Rio memaparkan bahwa dirinya mendapat banyak masukan terkait ekonomi kebersamaan, pemberdayaan UMKM, hingga strategi pengentasan kemiskinan. Ilmu dan pandangan dari para ulama ini diharapkan dapat menjadi kompas bagi pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Situbondo.

“Saya berharap tradisi sowan yang luar biasa ini akan terus berlanjut ke seluruh pondok pesantren. Kami ingin memastikan bahwa pemerintah dan ulama menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam melayani rakyat,” pungkasnya.

Penulis: HamzahEditor: Hamzah
error: