Berita  

Wujud Empati Prabowo, 200 Becak Listrik Pindad Siap Mengaspal di Situbondo

SITUBONDO (SBINews.id) – Sebanyak 200 unit becak listrik produksi PT Pindad segera diserahkan kepada para pengayuh becak di Kabupaten Situbondo. Program ini merupakan inisiasi langsung Prabowo Subianto melalui Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap kesejahteraan rakyat kecil, khususnya para lansia.

Ketua DPC Partai Gerindra Situbondo, Hambali, M.Pd., mengungkapkan bahwa program ini telah melewati proses panjang sejak April 2025. Awalnya, Situbondo hanya diproyeksikan menerima 60 hingga 100 unit. Namun, melihat tingginya kebutuhan di lapangan, kuota tersebut membengkak hingga dua kali lipat.

“Alhamdulillah, setelah koordinasi intens dengan koordinator GSN Jawa Timur, Situbondo akhirnya mendapatkan total 200 unit. Ini luar biasa karena target awalnya per kabupaten hanya 100 unit,” ujar Hambali saat ditemui di sela-sela persiapan teknis.

Satu hal yang menarik dari program ini adalah kriteria penerimanya. Hambali menekankan bahwa prioritas utama diberikan kepada tukang becak yang telah berusia di atas 60 tahun. Pemilihan kriteria usia ini bukan tanpa alasan.

Menurut Hambali, hal ini merupakan refleksi dari empati Prabowo Subianto terhadap sesama lansia yang masih berjuang mencari nafkah.

“Filosofinya, Pak Prabowo mungkin melihat di usia senja beliau masih mengemban amanah memimpin negara. Beliau ingat pada mereka yang seusia, namun masih harus memeras keringat di jalanan. Ini adalah bentuk sentuhan kemanusiaan dari seorang Presiden kepada rakyatnya,” jelasnya.

Untuk wilayah persebaran, Kecamatan Besuki menjadi titik dengan jumlah penerima terbanyak karena populasi pengayuh becak yang cukup besar. Meski begitu, distribusi dipastikan merata di wilayah Timur, Tengah, dan Barat Situbondo, termasuk wilayah Jangkar, Asembagus, hingga area kota.

Saat ini, tim teknis dari PT Pindad bersama relawan GSN tengah melakukan proses perakitan (assembling) kelistrikan dan memberikan pelatihan pengoperasian kepada para calon penerima. Becak canggih senilai kurang lebih Rp23 juta per unit ini dirancang untuk memudahkan kerja para tukang becak tanpa harus menguras tenaga fisik secara berlebihan.

Baca Juga:
Babinsa Koramil Bungatan Dampingi Panen Padi, Wujud Nyata TNI Kawal Ketahanan Pangan di Situbondo

“Hari ini sedang berlangsung pelatihan dan perakitan teknis. Jadi, para penerima diajarkan cara mengisi daya (charging) yang bisa dilakukan di rumah masing-masing, persis seperti sepeda listrik pada umumnya,” tambah Hambali.

Menanggapi isu adanya oknum yang meminta pungutan uang kepada calon penerima, Hambali dengan tegas membantah dan memberikan peringatan keras. Ia menjamin bahwa seluruh bantuan ini diberikan secara cuma-cuma alias gratis sepeser pun.

“Saya sudah tegaskan kepada para koordinator, jangan permalukan saya dan jangan permalukan Pak Prabowo. Tidak boleh ada pungutan! Jika ada yang menarik uang, itu di luar tanggung jawab kami dan jelas menyalahi aturan,” tegasnya.

Hambali juga mengingatkan bahwa para penerima akan menandatangani pakta integritas di atas materai. Becak listrik tersebut dilarang keras untuk diperjualbelikan, digadaikan, atau dialihkan kepemilikannya. Jika terbukti melanggar, penerima harus siap berhadapan dengan konsekuensi hukum.

Rencananya, penyerahan secara simbolis akan dilakukan pada 26 Januari 2026 mendatang, yang dijadwalkan akan dihadiri oleh Wakil Ketua GSN, Nanik S. Deyang. Program ini merupakan bagian dari target besar GSN untuk mendistribusikan 72.000 unit becak listrik di seluruh Indonesia.

Penulis: HamzahEditor: Hamzah
error: