Berita  

Perkuat Daya Saing Wisata Situbondo, Dina Lorenza Dorong Pelaku UMKM Kuasai Seni ‘Storytelling’ Digital

SITUBONDO (SBINews.id) – Di tengah pesatnya transformasi digital, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif tidak lagi bisa hanya mengandalkan cara-cara konvensional. Menyadari hal tersebut, Anggota Komisi VII DPR-RI dari Fraksi Partai Demokrat, Dina Lorenza, turun langsung ke Kabupaten Situbondo untuk mengawal kegiatan bertajuk “Promosi Branding Wonderful Indonesia melalui Penguatan Konten“, Kamis (7/5/26).

Bertempat di Gedung Tulip, Hotel Rosali, acara yang diinisiasi bersama Kementerian Pariwisata RI ini dihadiri oleh sekitar 150 peserta, yang didominasi oleh pelaku UMKM dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat.

Dari Brosur ke Gawai: Rebranding Strategis

Dalam arahannya, Dina Lorenza menekankan bahwa era promosi melalui brosur fisik telah usai. Saat ini, kekuatan visual dan narasi di media sosial adalah kunci utama menarik minat wisatawan. Namun, ia menggarisbawahi bahwa sekadar mengunggah video saja tidaklah cukup.

“Dulu promosi pakai brosur, sekarang semua lewat handphone. Tapi, jangan asal buat video. Saya ingin bapak dan ibu di sini tidak hanya punya visual yang menarik, tapi juga mampu melakukan storytelling atau bercerita tentang keunggulan produk dan desanya,” ujar Dina di hadapan para peserta.

Dina juga memberikan apresiasi kepada para pelaku usaha senior yang tetap semangat beradaptasi dengan teknologi. Menurutnya, pariwisata dan UMKM adalah dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. “Wisata tidak bisa berdiri sendiri. Di mana ada destinasi, di situ ada kuliner dan produk kreatif lokal,” tambahnya.

Situbondo: Kabupaten UMKM dengan Visi Aglomerasi

Senada dengan Dina, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Situbondo, Edy Wiyono, S.Sos, M.Si., memaparkan bahwa Situbondo telah mengukuhkan diri sebagai “Kabupaten UMKM” sejak tahun 2025. Data menunjukkan pertumbuhan yang stabil dengan lebih dari 38.000 unit usaha yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.

Baca Juga:
Perkuat Sinergi Umara dan Ulama, Bupati Rio Gelar Safari Pesantren Pasca-Pelantikan

Edy menjelaskan empat pilar penguatan yang dilakukan pemerintah daerah: pelatihan berkelanjutan, hibah sarana produksi, dukungan permodalan, dan penguatan pemasaran digital.

“Kami pernah mendatangkan kreator konten dan pihak TikTok untuk melatih pelaku usaha. Hasilnya luar biasa. Produk Situbondo kini dikenal luas dan dipesan hingga ke luar daerah berkat pemasaran digital,” ungkap Edy.

Lebih jauh, Edy mengungkapkan rencana besar mengenai Aglomerasi Wisata yang menghubungkan Situbondo, Jember, dan Bondowoso. Kerja sama lintas wilayah ini fokus pada konektivitas transportasi guna menciptakan ekosistem wisata yang terintegrasi di wilayah Jawa Timur bagian timur.

Membangun Narasi Lokal

Acara ini juga menghadirkan sejumlah akademisi dari Universitas Ibrahimy Sukorejo, termasuk Dekan Fakultas Sains dan Teknologi, Dr. Abdul Mutsid, M.Link. Kehadiran para akademisi ini bertujuan memberikan landasan ilmiah bagi peserta dalam menyusun konten yang autentik dan edukatif.

Sebagai penutup, Dina Lorenza menantang para peserta untuk langsung mempraktikkan ilmu branding yang didapat, khususnya bagi pengelola desa wisata seperti Desa Purba. Ia berharap, penguatan konten ‘Wonderful Indonesia‘ ini bukan sekadar jargon, melainkan alat diplomasi budaya yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan secara nyata.

Dengan sinergi antara kebijakan pusat, dukungan legislatif, dan kreativitas masyarakat lokal, Situbondo optimis mampu membawa pesona lokalnya bersaing di kancah global melalui narasi digital yang kuat dan menyentuh.

Penulis: HamzahEditor: Redaksi
error: