SITUBONDO (SBINews.id) – Kabupaten Situbondo mulai memposisikan diri sebagai magnet investasi global. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Pendopo Rakyat Situbondo menerima kunjungan resmi dari Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Kedatangan Ye Su, Konjen RRT di Surabaya, disambut langsung oleh Bupati Muda Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, yang akrab disapa Mas Rio.
Kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi diplomatik, melainkan sinyal kuat penguatan ekspor dan industri manufaktur di wilayah pesisir Jawa Timur tersebut. Dalam kunjungannya, Ye Su didampingi oleh Koh Affa, pengusaha asal Tiongkok sekaligus pemilik PT Fuyuan Biologi Technology, sebuah pabrik pengolahan rumput laut yang beroperasi di wilayah Banyuglugur.
Meninjau Potensi Hilirisasi Rumput Laut
Sebelum bertolak ke Pendopo, rombongan Konjen RRT terlebih dahulu melakukan peninjauan lapangan ke PT Hongxin Algae International di Klatakan, Kendit. Perusahaan tersebut merupakan salah satu bukti nyata jejak investasi pengusaha Tiongkok di Situbondo yang fokus pada hilirisasi komoditas unggulan lokal, yakni rumput laut.
Peninjauan ini menegaskan bahwa infrastruktur dan iklim usaha di Situbondo telah siap menampung industri skala internasional, khususnya di sektor pengolahan hasil laut.
Pintu Gerbang Ekonomi Baru
Mas Rio menyatakan bahwa kehadiran perwakilan resmi pemerintah Tiongkok ini merupakan momentum langka yang harus dikapitalisasi demi kesejahteraan masyarakat Situbondo.
“Ini sejarah baru bagi Pendopo Rakyat. Baru kali ini kita didatangi langsung oleh Konsulat RRT. Mereka sangat terkesan dengan sambutan hangat kita. Saya melihat ini sebagai pintu gerbang peluang yang lebih besar bagi masuknya investor China ke Situbondo,” ujar Mas Rio dengan optimis.
Bupati yang dikenal progresif ini juga menekankan pentingnya stabilitas wilayah untuk menjaga kepercayaan investor. Ia berharap minat investasi ini bisa segera terealisasi tanpa hambatan non-teknis.
“Kami berharap minat para pengusaha ini segera terwujud dalam bentuk realisasi investasi. Tentu kami juga meminta dukungan semua pihak untuk menjaga iklim kondusif ini, agar tidak ada gangguan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang dapat menghambat kemajuan daerah,” tambahnya.

Dampak bagi Daerah
Kerja sama strategis ini diprediksi akan membawa dampak positif bagi Kabupaten Situbondo, di antaranya:
- Pembukaan Lapangan Kerja: Ekspansi pabrik pengolahan akan menyerap tenaga kerja lokal secara signifikan.
- Peningkatan Nilai Tambah: Produk mentah rumput laut Situbondo akan memiliki nilai jual lebih tinggi melalui proses industri.
- Transfer Teknologi: Kehadiran investor asing membawa standar teknologi pengolahan modern ke Situbondo.
Dengan sambutan hangat dari “Gedung Putih” ala Situbondo, harapan besar kini tertuju pada kemitraan strategis antara Situbondo dan Negeri Tirai Bambu untuk mendorong akselerasi ekonomi daerah.












