Berita  

Kemarau Melanda, KUPP Kelas III Sapudi Salurkan Air Bersih untuk Warga Gendang Barat

SUMENEP – Musim kemarau kembali membawa dampak serius bagi sejumlah wilayah kepulauan di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Keterbatasan sumber air bersih menjadi persoalan yang dirasakan masyarakat, salah satunya warga Desa Gendang Barat, Kecamatan Gayam, Pulau Sapudi.

Setiap kali musim kemarau tiba, Desa Gendang Barat menjadi salah satu wilayah yang kerap mengalami kekurangan air bersih. Kondisi tersebut semakin terasa ketika sumber-sumber air warga, termasuk sumur, mulai mengalami kekeringan akibat minimnya pasokan air selama musim kemarau.

Situasi itu membuat kebutuhan air bersih menjadi persoalan mendesak bagi masyarakat. Air yang semestinya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, seperti minum, memasak, mandi, dan keperluan rumah tangga lainnya, menjadi semakin sulit diperoleh.

Di tengah kondisi tersebut, pemerintah setempat mulai melakukan langkah bantuan dengan mendistribusikan air bersih ke sejumlah titik yang mengalami kekurangan pasokan.

Kepedulian terhadap kondisi masyarakat juga datang dari Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Sapudi. Instansi tersebut turut mengambil bagian dalam upaya membantu warga yang terdampak kekeringan dengan menyalurkan bantuan air bersih secara langsung.

Pantauan di lapangan, Selasa (22/9/2026), Kepala KUPP Kelas III Sapudi Hendro Cahyono bersama sejumlah anggotanya turun langsung ke tengah masyarakat Desa Gendang Barat. Mereka mendistribusikan air bersih kepada warga yang membutuhkan.

Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian KUPP Kelas III Sapudi terhadap masyarakat yang tengah menghadapi kesulitan memenuhi kebutuhan dasar akibat kondisi kekeringan.

Hendro Cahyono mengatakan, pihaknya merasa terpanggil untuk membantu masyarakat yang sedang menghadapi persoalan pemenuhan air bersih. Menurutnya, kondisi kemarau yang cukup panjang telah menyebabkan sejumlah sumber air warga mengalami kekeringan.

“Kami merasa terpanggil untuk membantu masyarakat yang sedang dilanda kegelisahan dalam pemenuhan air bersih. Musim kemarau telah membuat sejumlah daerah, khususnya Desa Gendang Barat, mengalami kekeringan. Bahkan sumber air seperti sumur warga ikut mengering,” ujar Hendro.

Baca Juga:
Kemendukbangga Apresiasi Capaian KB dan Penurunan Stunting, Situbondo Berpeluang Jadi Tuan Rumah Harganas Jatim 2026

Dalam kegiatan tersebut, KUPP Kelas III Sapudi menyalurkan satu tandon berisi sekitar 1.200 liter air bersih. Bantuan tersebut dikawal langsung oleh Hendro bersama jajarannya hingga sampai kepada masyarakat.

Menurut Hendro, distribusi air bersih tersebut bukan sekadar kegiatan sesaat. KUPP Kelas III Sapudi berkomitmen untuk kembali membantu masyarakat selama kondisi kekeringan dan kekurangan air bersih masih berlangsung.

“Dan kegiatan kemanusiaan ini tidak berhenti di hari ini saja. Besok dan seterusnya kita akan kembali menyalurkan bantuan air bersih untuk masyarakat yang terdampak kekeringan dan kekurangan air bersih,” tegasnya.

Bagi masyarakat Gendang Barat, kehadiran bantuan air bersih di tengah musim kemarau menjadi sangat berarti. Pasalnya, air merupakan kebutuhan dasar yang tidak dapat ditunda, sementara sumber air yang selama ini menjadi tumpuan warga mulai tidak mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Hendro berharap bantuan tersebut sedikit banyak dapat meringankan beban masyarakat selama menghadapi musim kemarau.

“Semoga apa yang kita perbuat ini dapat meringankan masyarakat dalam menghadapi musim kemarau ini, utamanya dalam pemenuhan kebutuhan air bersih. Kami juga berharap masyarakat tetap sabar sampai tiba musim hujan,” pungkasnya.

Krisis air bersih di Desa Gendang Barat sekaligus menunjukkan bahwa persoalan kekeringan di wilayah kepulauan tidak hanya menyangkut berkurangnya sumber air, tetapi juga menyangkut keberlangsungan aktivitas masyarakat sehari-hari.

Distribusi air bersih menjadi salah satu langkah tanggap yang dapat membantu memenuhi kebutuhan warga dalam jangka pendek. Di sisi lain, kondisi kekeringan yang berulang setiap musim kemarau juga menjadi pengingat pentingnya penguatan sistem penyediaan air bersih dan kesiapsiagaan menghadapi dampak musim kemarau di wilayah kepulauan.

Bagi warga Gendang Barat, setiap bantuan air yang datang memiliki arti penting. Setidaknya, untuk sementara, bantuan tersebut dapat mengurangi beban masyarakat yang harus bertahan menghadapi keterbatasan air hingga musim hujan kembali tiba.

Baca Juga:
Reses di Desa Kumbangsari, Yoyok Mulyadi Serap Aspirasi Warga untuk Diperjuangkan di Tingkat Provinsi
Penulis: AkmadiEditor: Redaksi
error: