Fiture  

Aktivis Perempuan Bella Dwi Indah Sari Terima Penghargaan Gender Champion Terbaik dan Termuda di Situbondo

SITUBONDO (SBINews.id) – Kiprah dan konsistensi aktivis perempuan muda, Bella Dwi Indah Sari, S.Ap., dalam memperjuangkan kesetaraan gender serta perlindungan perempuan dan anak di Kabupaten Situbondo kembali menuai pengakuan publik.

Atas dedikasi dan kontribusinya yang berkelanjutan, Bella dinobatkan sebagai Gender Champion Terbaik dan Gender Champion Termuda di Situbondo, suatu penghargaan prestisius bagi individu yang dinilai berperan aktif dalam advokasi hak-hak perempuan dan kelompok rentan.

Penghargaan tersebut menjadi penanda penting atas kerja panjang yang selama ini dijalani Bella, jauh dari sorotan, namun konsisten menyentuh lapisan masyarakat paling bawah.

Dalam berbagai ruang, baik formal maupun non formal, Bella dikenal sebagai sosok yang tak lelah menyuarakan isu kesetaraan gender, pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta perlindungan kelompok rentan.

Sebagai aktivis perempuan muda, Bella memusatkan perhatiannya pada upaya edukasi publik dan penguatan kesadaran masyarakat. Ia meyakini bahwa perubahan sosial hanya dapat terwujud apabila masyarakat memiliki pemahaman yang utuh tentang hak asasi, keadilan, dan kesetaraan, khususnya bagi perempuan dan anak yang selama ini kerap berada pada posisi rentan.

Perjuangan tersebut ia lakukan melalui berbagai pendekatan, mulai dari diskusi edukatif, kampanye kesadaran publik, hingga pendampingan sosial bagi penyintas kekerasan.

Di tingkat akar rumput, Bella kerap terlibat langsung dalam kegiatan komunitas, menjalin dialog dengan masyarakat, tokoh agama, hingga pemuda, guna membangun perspektif bersama tentang pentingnya ruang aman dan keadilan gender.

Kiprah Bella di dunia advokasi sejatinya telah dimulai sejak usia muda. Pada tahun 2013, ia dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Ketua Forum Anak Situbondo. Dari titik inilah, keterlibatannya dalam isu perlindungan anak dan kesetaraan gender mulai terasah dan terus berkembang hingga hari ini.

Sejak saat itu, Bella aktif menyuarakan hak-hak anak, perempuan, serta kelompok rentan lainnya di berbagai forum. Ia tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga sebagai penggerak, fasilitator, dan pengambil peran strategis dalam mendorong perubahan kebijakan maupun pola pikir masyarakat.

Saat menempuh pendidikan tinggi, aktivisme Bella kian menguat. Ia tercatat pernah menjabat sebagai Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP Universitas Abdurachman Saleh (UNARS) Situbondo pada tahun 2018, sebuah posisi yang memberinya ruang lebih luas untuk mengintegrasikan isu sosial, demokrasi, dan keadilan gender dalam gerakan mahasiswa.

Tak berhenti di situ, Bella juga dipercaya menjadi Ketua KOPRI PC PMII Situbondo pada tahun 2021, organisasi perempuan di bawah naungan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang fokus pada penguatan kepemimpinan dan kapasitas kader perempuan.

Pada tahun 2022, Bella kembali mengemban amanah sebagai Direktur Mara Marda Institut (MMI), sekaligus terlibat sebagai Tim Kaderisasi KOPRI PKC PMII Jawa Timur. Peran tersebut memperluas jejaring advokasinya, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga regional.

Di lingkungan organisasi keagamaan, Bella aktif sebagai Ketua Bidang Advokasi dan HAM PC Fatayat NU Situbondo, serta menjabat sebagai Sekretaris LKP3A Fatayat NU Situbondo. Melalui peran ini, ia terlibat langsung dalam isu pendampingan perempuan dan anak, khususnya dalam konteks kekerasan berbasis gender dan persoalan sosial keluarga.

Komitmen Bella terhadap penguatan kepemimpinan perempuan berlanjut hingga tingkat nasional. Pada tahun 2024, ia dipercaya menjadi bagian dari Biro Politik dan Kepemimpinan Perempuan KOPRI PB PMII, sebuah posisi strategis yang menempatkannya dalam pusaran advokasi kebijakan dan pengarusutamaan gender di level nasional.

Di tengah berbagai kesibukan organisasi, Bella juga mendirikan dan memimpin Swara Setara Situbondo, sebuah komunitas yang berfokus pada edukasi kesetaraan gender, advokasi, serta perlindungan perempuan dan anak. Komunitas ini menjadi ruang aman bagi masyarakat untuk belajar, berdiskusi, dan saling menguatkan.

Melalui Swara Setara Situbondo, Bella menginisiasi berbagai kegiatan kampanye, kelas edukasi, serta pendampingan berbasis komunitas. Pendekatan yang digunakan bersifat inklusif, melibatkan laki-laki, perempuan, pemuda, serta tokoh masyarakat sebagai bagian dari solusi bersama.

Penghargaan Gender Champion yang diterima Bella dinilai mencerminkan peran strategis generasi muda dalam mendorong perubahan sosial. Di tengah tantangan budaya patriarki dan masih tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, kehadiran figur muda seperti Bella menjadi simbol harapan dan keberlanjutan perjuangan.

Melalui pendekatan yang konsisten dan berkelanjutan, Bella berupaya membangun pemahaman bahwa kesetaraan gender bukan semata isu perempuan. Lebih dari itu, kesetaraan gender merupakan fondasi penting bagi keadilan sosial, kesejahteraan keluarga, serta pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Pengakuan ini juga menjadi refleksi bahwa advokasi sosial tidak selalu harus dilakukan dari balik meja birokrasi. Kerja-kerja sunyi di tingkat komunitas, ketika dilakukan dengan konsistensi dan integritas, mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Dalam pernyataannya, Bella menyampaikan bahwa penghargaan yang ia terima bukanlah tujuan akhir, melainkan pengingat akan tanggung jawab yang semakin besar. Ia menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan berkontribusi bagi masyarakat Situbondo.

“Penghargaan ini bukan milik saya secara pribadi, melainkan milik kita bersama,” ujar Bella.

Ia menambahkan, penghargaan tersebut ia dedikasikan untuk seluruh aktivis perempuan, para penyintas, serta semua pihak yang hingga hari ini terus berjuang mewujudkan keadilan, kesetaraan, dan ruang aman bagi perempuan, anak, serta kelompok rentan lainnya.

Dengan semangat kolaborasi dan keberpihakan pada kelompok rentan, Bella berharap perjuangan kesetaraan gender di Situbondo dapat terus berlanjut dan melahirkan lebih banyak agen perubahan dari generasi muda.

Penghargaan Gender Champion yang disematkan kepadanya pun menjadi simbol bahwa perubahan sosial dapat dimulai dari keberanian, kepedulian, dan konsistensi, nilai-nilai yang selama ini dijaga dan diperjuangkan oleh Bella Dwi Indah Sari.

Penulis: HamzahEditor: Hamzah
error: